Ekonomi Indonesia 2013 Diyakini Sangat Baik

Written By Unknown on Monday, November 26, 2012 | 5:14 PM


JAKARTA, KOMPAS.com- Perekonomian Indonesia tahun 2013 diyakini akan berkinerja amat baik oleh banyak pihak, khususnya otoritas ekonomi dan moneter. Sikap optimis diperlihatkan oleh hampir semua pihak yang mempublikasikan prakiraan ilmiah dan akademis.


Bahkan, pengamat yang cukup kritis atas beberapa aspek ekonomi sekalipun, pada umumnya tetap menilai kondisi perekonomian nasional akan membaik dan stabil, terutama dilihat dari aspek makroekonomi.


Dalam satu bulan terakhir, beberapa prakiraan indikator ekonomi 2013 memang telah direvisi menjadi tak sebagus yang diutarakan pada bulan-bulan sebelumnya. Revisi yang penting di antaranya adalah berupa koreksi prakiraan angka pertumbuhan ekonomi.


Namun, tingkat pengkoreksian terbilang kecil, sehingga nuansa optimistik itu tetap bertahan. Indikator makro ekonomi beserta alat analisis yang tersedia memang cukup mendukung adanya prakiraan perekonomian Indonesia tahun 2013 yang masih akan berkinerja bagus, dan mengundang sikap optimis otoritas ekonomi dan moneter.


Indikator dimaksud antara lain mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca pembayaran internasional, dan pengangguran. Termasuk berbagai indikator rincian atau derivasinya. Hanya, ada aspek yang beberapa indikator dan dinamikanya cenderung ditafsirkan mendua. Padahal pengaruhnya teramat besar.


Hal itu adalah kondisi perekonomian global, khususnya terkait dengan krisis keuangan Eropa dan isyu pemulihan ekonomi Amerika Serikat.


Tiga sampai enam bulan lalu, pemulihan kondisi perekonomian global diyakini akan berjalan lancar. Dampak positifnya bagi Indonesia dianggap cukup signifikan, sehingga prakiraan optimis memiliki tambahan dasar argumen.


Sebulan terakhir ini ada koreksi dan penambahan bobot risiko atas krisis Eropa. Proses pemulihan ekonomi Amerika serikat dinilai memerlukan waktu yang sedikit lebih lama.


Dampak krisis global


Seandainya pun Eropa belum bisa keluar dari krisis, dan pemulihan ekonomi Amerika Serikat masih berjalan lambat, otoritas ekonomi Indonesia masih yakin akan aman dari dampak buruknya. Terutama karena alasan masih kuatnya perekonomian (pasar) domestik dan hubungan yang lebih erat ke negara-negara Asia.


Bagaimanapun, argumen untuk optimis menjadi sedikit berkurang, terutama dalam halpertumbuhan ekonomi yang dianggap hanya akan meningkat setara dengan tahun 2012. Prakiraan ekonomi Indonesia 2013 yang dikeluarkan oleh BRIGHT Indonesia Institute di Jakarta, Senin (26/11/2012), mencoba memperluas perspektif dan memperpanjang horison waktu analisis.


Menurut Dr Lukman Hakim, Managing Director BRIGHT Indonesia Institute, cara pandang yang biasa dikemukakan oleh otoritas ekonomi tetap akan digunakan, namun hal-hal yang tersirat dari indikator juga akan dipertimbangkan. Adapun tambahan utama dalam persepektif adalah yang terkait dengan dinamika sosial politik dalam negeri.


Sedangkan horison waktu diperluas dengan manarik mundur beberapa tahun, serta mencoba membuat pradugaan atas dinamika tahun berikut setelah 2013.


BRIGHT memaparkan prakiraan dengan nuansa yang tidak terlampau optimistik, namun juga tak bermaksud menyokong sikap pesimis, melainkan lebih realistis.


Sebagian analisis yang bermuatan penilaian "kurang baik" lebih dimaksudkan bagi peringatan dini, serta rekomendasi agar segera diantisipasi dengan kebijakan yang tepat dan cepat.


Jika harus dinyatakan dalam beberapa kalimat, maka Indonesia Economic Outlook 2013 ini akan berbunyi sebagai berikut: "Perekonomian Indonesia di tahun 2013 masih akan memperlihatkan kinerja makro ekonomi yang amat baik. Bahkan termasuk di antara negara yang tertinggi pertumbuhan ekonominya. Namun, gejala pemburukan akan mulai segera terlihat, yang jika tak terantisipasi berpeluang memperlambat atau bahkan menghentikan kecenderungan perbaikan selama beberapa tahun terakhir.


Kerentanan perekonomian global akan bisa menjadi gangguan yang serius, dan pada akhirnya menyeret ekonomi nasional ke pusaran krisis pada tahun 2014. Kemungkinan itu menjadi lebih terbuka karena adanya pemilu legislatif dan pemilihan presiden di tahun 2014 yang sedikit banyak melabilkan kondisi sosial politik, yang berdampak pada dinamika ekonomi."


Awalil Rizky, peneliti senior BRIGHT Indonesia Institue, mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2013 diperkirakan akan bertengger di level 5,9 persen, inflasidi kisaran 5 persen. Sedangkan neraca pembayaran internasional akan defisit sekitar 3 miliar dollar AS sampai 5 miliar dollar AS, kurs rupiah terhadap dollar AS secara rata-rata Rp 9.800, angka pengangguran terbuka hanya akan sedikit menurun di tingkat 6 persen.






Editor :


Marcus Suprihadi









Anda sedang membaca artikel tentang

Ekonomi Indonesia 2013 Diyakini Sangat Baik

Dengan url

http://blogerstour.blogspot.com/2012/11/ekonomi-indonesia-2013-diyakini-sangat.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Ekonomi Indonesia 2013 Diyakini Sangat Baik

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Ekonomi Indonesia 2013 Diyakini Sangat Baik

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger