Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Galeri Apik Pamerkan Kolaborasi Lukisan dan Miniatur Otomotif

Written By Unknown on Wednesday, December 10, 2014 | 5:54 PM


Jakarta - Sebuah terobosan, baru saja dilakukan pemilik Galeri Apik Jakarta, Rahmat. Jika biasanya pameran bersama menampilkan karya seni lukis atau patung saja, kali ini Rahmat mencoba kolaborasi karya seni yang berbeda. Tepatnya sejak Rabu (10/12) hingga pertengahan Januari 2015, Galeri Apik Jakarta memamerkan ratusan koleksi miniatur otomotif serta puluhan seni lukis milik pelukis terkenal.


Ada alasan spesifik mengapa akhirnya Rahmat menggabungkan dua koleksi dalam satu pameran. Padahal kalau mau disandingkan, jelas harga koleksi miniatur otomotif tidak sebanding dengan karya lukis. Faktanya, harga jual lukisan milik pelukis terkenal jauh diatas harga miniatur mobil. Tapi di mata Rahmat, dua karya seni tersebut memiliki benang merah yang patut diperhitungkan, yakni sama-sama hasil karya manusia dengan estetika dan keindahan.


“Saya ingin memberikan sesuatu yang unik dan baru kepada para kolektor seni. Dalam satu ruang pameran ada dua karya seni yang bisa dinikmati. Lagipula saya ingin mengangkat karya seni miniatur otomotif agar bergaung di Indonesia. Sebab komunitas miniatur mobil di Indonesia sudah banyak, dan mereka harus punya tempat pameran sebagai wadah memamerkan koleksi,” ungkap Rahmat saat ditemui SP di sela-sela persiapan “Joint Visual Exhibition dan Die Cast Classic Cars” di Galeri Apik Jakarta, Selasa (10/12).


Pada jajaran seni lukis, Galeri Apik menampilkan sejumlah koleksi lawas seniman terkenal. Sebut saja lukisan milik Affandi, Heri Dono, I Gusti Agung Mangu Putra, Adrien Jean Le Mayeur De Merpres, Sudjana Kerton, dan Agus Suwage. Sementara untuk koleksi miniatur, Rahmat menyebut ada ratusan die cast yang akan dipamerkan. Mulai dari merek mobil BMW, Mercedes Benz, Datsun, dan sejumlah merek mobil yang tidak lagi diproduksi. Untuk ukuran, khusus koleksi miniatur otomotif di Galeri Apik hadir dalam ukuran 1:67, 1:43, 1:18, dan 1:12.


“Biasanya semakin kecil ukuran, semakin detail. Bila ingin menjadi kolektor miniatur otomotif, harus diperhatikan juga detail dan pembuatnya. Biasanya miniatur mobil dari Singapura atau Tiongkok lebih detail bentuknya,” lontar pendiri Toy and Model Colector Indonesia (Tomoci).


Ditegaskan pula, selama pameran tidak akan ada transaksi jual beli miniatur otomotif. Ratusan koleksi mobil mini di Galeri Apik murni hanya boleh dipandang, tanpa dijual dan disentuh.


Kecewa
Terkait dengan penggabungan dua benda seni dalam satu pameran, Rahmat sebenarnya memiliki misi khusus. Kekecewaannya pada balai lelang menjadi dasar ia melakukan kolaborasi pameran seni lukis dan miniatur otomotif. Ia mengatakan, keberadaan balai lelang justru tidak membantu para seniman. Kebanyakan barang seni yang ada di balai lelang dijual murah, dan terkesan tidak up to date.


“Balai lelang memberikan aturan yang ketat kepada pemilik barang seni. Karena itu, saya dan teman-teman seniman serta kolektor mengambil langkah sendiri. Harapan kami dengan pameran gabungan bisa menempatkan dua karya seni pada level yang sama. Sehingga, bukan harga yang dilihat, melainkan keindahan dari karya itu sendiri,” tegasnya.


Sementara dalam hal pameran seni, Galeri Apik sudah beberapa kali mengadakan acara. Sebut saja pameran Beber Seni di Yogyakarta (2009), Jogja Jaming Biennale X (2009-2010), Seven Lights (2009), Bazaar Art Jakarta (2010), dan masih banyak lagi.


Suara Pembaruan


Penulis: A-23/YS


Sumber:Suara Pembaruan


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Artis Indonesia Ajak Keluarga Nonton Saving Santa

Written By Unknown on Tuesday, December 9, 2014 | 5:54 PM


Jakarta - Film Animasi "Saving Santa 3D" terbilang sukses saat diputar di Korea Selatan. Para artis Indonesia pun tak mau ketinggalan.


Jelang Natal, mereka mengajak keluargana untuk menyaksikan film yang sudah diputar di seluruh bioskop jaringan Blitz Megaplex.


Thessa Kaunang yang menggelar nonton bareng Saving Santa di Grand Indonesia bersama Joy Tobing, Nicky Tirta, dan Femmy Permatasari tentang film animasi yang gambarnya sarat memanjakan mata.


Mereka semua mengajak anak masing-masing untuk bisa menyaksikan film animasi yang booming di Korea ini garapan sutradara Leon Joosen dan Aaron Seelman.


"Ini film yang layak ditonton keluarga dan anak-anak kita khususnya. Saving Santa memiliki pesan Natal yang sangat kuat dan mendidik," kata Thessa usai manyaksikan film yang diimport oleh PT Pratama Film itu.


"Pokoknya Saving Santa adalah tontonan yang sangat menghibur. Ada drama, komedi, petualangan, dan musikal. Di Audi (studio/tetaer) tempat kita nonton ajah penuh mas. Maklum ini kan dah masuk musim Natal. Jadi banyak orang mulai memanfaatkan segala momen terkait natal," sambung Joy Tobing bersama putranya Joshua.


Hal serupa juga di katakan Femmy dan Nicky yang hari itu juga datang memboyong putra-putrinya.


"Sebuah film yang menuturkan banyak sekali pesan kehidupan. Tidak menggurui, dan sebenarnya film ini untuk segala kalangan. Meski bertema natal, namun nge-pop kemasannya. Anak-anak saya sangat menyukai film ini" jelas Femmy.


"Ya benar ini tontonan untuk keluarga. Kualitas -3D nya keren!" pungkas Nicky.


Sejak pemutaran hari pertama, Saving Santa 3D dipadati penonton yang kebanyakan orang tua yang membawa putra putrinya.
Bahkan ada juga kalangan remaja yang penasaran ingin menyaksikan hanya karena kualitas visual 3D yang di tampilkan dalam film ini.


Film yang dibintangi oleh aktris Joan Collins, Tim Curry, Martin Freeman, serta Ashley Tisdale, Tim Conway juga Pam Ferris, sangat booming di Korea dan menjadi hitz karena di dubbing ke bahasa Korea oleh artis – artis K-POP seperti Suho EXO (anggota grup pop EXO) dan Eun-Ji (Personil girlband A Pink). 


Suara Pembaruan


Penulis: H-15/FQ


Sumber:Suara Pembaruan


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Tari Tradisional, Produk Budaya yang Rawan Termakan Zaman

Written By Unknown on Monday, December 8, 2014 | 5:55 PM


Jakarta - Menurut dosen tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Julianti Parani, tari tradisional merupakan salah satu produk budaya sebagai warisan tak benda yang merupakan bentuk perangkat lunak masyarakat masa lampau yang paling rawan menjadi korban karena termakan zaman.


Dalam seminar "Telisik Tari DKJ (Dewan Kesenian Jakarta): Tari Betawi 'Topeng & Cokek", Julianti menyayangkan tarian Cokek dari Betawi yang berasal dari budaya Tiongkok, saat ini hanya menonjolkan pelesiran (hiburan) saja. Padahal menurutnya, tarian Cokek merupakan tarian agung yang biasa dibawakan saat acara-acara khusus di Klenteng ataupun saat pernikahan.


"Tarian Cokek merupakan bentuk proses regenerasi. Namun, yang diambil masyarakat hanya nilai negatifnya saja. Padahal Cokek yang berasal dari tarian Sipatmo sangat kental dengan nilai tradisi dan budaya," ujarnya di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Senin (8/12).


Dilanjutkannya, hal itu tidak hanya terjadi di Tarian Cokek. Banyak seni yang bergeser makna dari masa lampau karena termakan zaman.


"Pergeseran tersebut terjadi karena tidak ada yang mengurus. Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah harus bisa mengurus dan menjaga budaya dan tradisi agar peradaban kita lebih dikenal dengan nilai-nilai positifnya," imbuh Julianti.


Menurutnya, bila pergeseran ini dimaklumi saja, maka generasi ke depan akan melihat peradaban saat ini sebagai peradaban yang jauh dari nilai tradisi. Ia mengkritisi saat ini masyarakat malah lebih dekat dengan lagu-lagu dan kebudayaan dari Korea ketimbang dari negaranya sendiri.


"Kita tahu pemerintah saat ini sudah berbuat banyak untuk kebudayaan Betawi. Namun, ada yang terlupakan, seperti Cokek ini. Sebaiknya jangan hanya mengangkat Cokek dari nilai pelesirannya saja," kata Julianti.


Penulis: Kharina Triananda/NAD


5:55 PM | 0 komentar | Read More

Suka Cita Natal dalam Konser Musik Klasik "Spirit of The Season"

Written By Unknown on Sunday, December 7, 2014 | 5:54 PM


Jakarta – Alunan musik klasik menggema. Tangan lincah Avip Priatna mengarahkan orkestra membentuk nada-nada indah dalam sebuah konser musik klasik di Ciputra Theatre at Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (6/12) malam.


Konser The Resonanz Music Studio (TRMS) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation ini diselenggarakan untuk menyambut hari raya Natal tahun ini. Dalam konser "Spirit of The Season", TRMS menampilkan lagu-lagu Natal yang dikemas secara klasik dan berkelas. Penonton pun dibuat terpana dan menikmati setiap lagunya.


Menurut Avip Priatna, pertunjukan ini memang bertujuan untuk memasyarakatkan seni musik klasik di Tanah Air.


“Konser ini menampilkan telenta-talenta muda yang berprestasi, membawakan lagu-lagu natal dengan beragam aransemen, dari klasik hingga pop dan jazz. Hal ini tentunya akan menciptakan suasana harmonis yang menyatu dengan suasana yang penuh kasih ini. Selain menyuguhkan hiburan istimewa, kami berharap konser 'Spirit of The Season' juga mendekatkan musik klasik dengan masyarakat Indonesia,” ujar Avip Priatna.


Konser "Spirit of The Season" didukung 40 musisi Jakarta Concert Orchestra, 50 penyanyi Batavia Madrigal Singers dan The Resonanz Youth Choir, serta 50 penyanyi The Resonanz Children Choir.


Selain itu, konser ini juga didukung para solois seperti Isyana Sarasvati (sopran), Heny Janawati (mezzo sopran), Elisabeth Dwi Purna (alto), dan hari Santoso (bariton).


Batavia Madrigal Singers kerap membawa harum Indonesia di berbagai festival dan kompetisi paduan suara bergengsi internasional. Termasuk menjuarai International May Choir Competition di Bulgaria dan memperoleh tiga penghargaan di Florilege Vocal de Tours 2014, salah satu kompetisi dari seri European Grand Prix for Choral Singing.


Sedangkan, The Resonanz Children Choir meraih Grand Champion dan lima penghargaan pada kompitisi paduan suara The 10th Cantemus International Choir Festival di Hungaria tahun 2014.


Penulis: Eko Priyatmono/EPR


Sumber:PR


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Daftar Nomine Grammy Awards 2015

Written By Unknown on Saturday, December 6, 2014 | 5:54 PM


Amerika Serikat - Pada hari Jumat (5/12) waktu setempat, lembaga The Recording Academy mengumumkan sebagian daftar nomine ajang penghargaan tertinggi insan permusikan, 57th Grammy Awards. Hari ini, Sabtu (6/12) daftar tersebut dilengkapi dengan diumumkannya nomine-nomine kategori paling ditunggu, yakni Album of the Year. Berikut ini sebagian daftar nomine ajang tersebut:


Album of the Year
"Morning Phase" by Beck
"Beyoncé" by Beyoncé
"x" by Ed Sheeran
"In the Lonely Hour" by Sam Smith
"Girl" by Pharrell Williams


Record of the Year
"Fancy" by Iggy Azalea ft. Charli XCX
"Chandelier" by Sia
"Stay With Me" (Darkchild Version) by Sam Smith
"Shake It Off" by Taylor Swift
"All About That Bass" by Meghan Trainor


Song of the Year
"All About That Bass" by Meghan Trainor
"Chandelier" by Sia
"Shake It Off" by Taylor Swift
"Stay With Me" (Darkchild version) by Sam Smith
"Take Me To Church" by Hozier


Best Country Album
"Riser" by Dierks Bentley
"The Outsiders" by Eric Church
"12 Stories" by Brandy Clark
"Platinum" by Miranda Lambert
"The Way I'm Livin'" by Lee Ann Womack


Best Pop Vocal Album
"Ghost Stories" by Coldplay
"Bangerz" by Miley Cyrus
"My Everything" by Ariana Grande
"Prism" by Katy Perry
"X" by Ed Sheeran
"In The Lonely Hour" by Sam Smith


Best Urban Contemporary Album
"Sail Out" by Jhené Aiko
"Beyonce" by Beyonce
"X" by Chris Brown
"Mali Is" by Mali Music
"Girl" by Pharrell Williams


Best Pop Solo Performance
"All of Me" by John Legend
"Chandelier" by Sia
"Stay With Me" by Sam Smith
"Shake It Off" by Taylor Swift
"Happy" by Pharrell Williams


Best Rock Song
"Ain't it Fun" by Paramore
"Blue Moon" by Beck
"Fever" by The Black Keys
"Gimme Something Good" by Ryan Adams
"Lazareto" by Jack White


Best Rock Album
"Ryan Adams" by Ryan Adams
"Morning Phase" by Beck
"Turn Blue" by the Black Keys
"Hypnotic Eye" by Tom Petty and the Heartbreakers
"Songs of Innocence" by U2


Best New Artist
Iggy Azalea
Bastille
Brandy Clark
Haim
Sam Smith


Best Country Song
"American Kids" by Kenny Chesney
"Automatic" by Miranda Lambert
"Give Me Back My Hometown" by Eric Church
"I'm Not Going To Miss You" by Glen Campbell
"Meanwhile Back At Mama's" by Tim McGraw ft. Faith Hill


Best Traditional Pop Vocal Album
"Cheek to Cheek" by Tony Bennett and Lady Gaga
"Nostalgia" by Annie Lennox
"Night Songs" by Barry Manilow
"Sending You A Little Christmas" by Johnny Mathis
"Partners by Barbra Streisand" with Various Artists


Best Rap Performance
"3005" by Childish Gambino
"0-100" by Drake
"Rap God" by Eminem
"i" by Kendrick Lamar
"All I Need Is You" by Lecrae


Best Rap Song
"Anaconda" by Nicki Minaj
"Bound 2" by Kanye West
"i" by Kendrick Lamar
"We Dem Boyz" by Wiz Khalifa
"0-100" by Drake


Best Alternative Music Album
"This Is All Yours" by Alt-J
"Reflektor" by Arcade Fire
"Melophobia" by Cage The Elephant
"St. Vincent" by St. Vincent
"Lazaretto" by Jack White


Best Rap Album
"The Marshall Mathers LP 2" by Eminem
"The New Classic" by Iggy Azalea
"Because The Internet" by Childish Gambino
"Nobody's Smiling" by Common
"Oxymoron" by Schoolboy Q
"Black Hollywood" by Wiz Khalifa


Best Country Solo Performance
"Give Me Back My Hometown" by Eric Church
"Invisible" by Hunter Hayes
"Automatic" by Miranda Lambert
"Something In The Water" by Carrie Underwood
"Cop Car" by Keith Urban


Best Pop Duo/Group Performance
"Fancy" by Iggy Azalea ft. Charli XCX
"A Sky Full of Stars" by Coldplay
"Say Something" by A Great Big World ft. Christina Aguilera
"Bang Bang" by Jessie J, Ariana Grande and Nicki Minaj
"Dark Horse" by Katy Perry ft. Juicy J


Best Music Video
"We Exist" by Arcade Fire
"Turn Down For What" by DJ Snake and Lil Jon
"Chandelier" by Sia
"Happy" by Pharrell Williams
"The Golden Age" by Woodkid ft. Max Richter


Best Spoken Word Album
"Diary of A Mad Diva" by Joan Rivers
"Actors Anonymous" by James Franco
"A Call To Action" by Jimmy Carter
"Carsick: John Waters Hitchhikes Across America" by John Waters
"A Fighting Chance" by Elizabeth Warren
"We Will Survive: True Stories of Encouragement, Inspiration and the Power of Song" by Gloria Gaynor


Best Dance Recording
"Never Say Never" by The Basement Jaxx
"Rather Be" by Clean Bandit ft. Jess Glynne
"F For You" by Disclosure ft. Mary J. Blije
"I Got U" by Duke Dumont ft. Jax Jones
"Faded" by Zhu


Best Country Duo/ Group Performance
"Gentle On My Mind" by The Band Perry
"Somethin' Bad" by Miranda Lambert and Carrie Underwood
"Day Drinking" by Little Big Town
"Meanwhile Back at Mama's" by Tim McGraw ft. Faith Hill
"Raise 'Em Up" by Keith Urban ft. Eric Church


Best Music Film
"Beyonce & Jay Z: On The Run Tour" by Beyonce and Jay Z
"Ghost Stories" by Coldplay
"20 Feet From Stardom" by Darlene Love, Merry Clayton, Lisa Fischer and Judith Hill
"Metallica Through The Never" by Metallica
"The Truth About Love Tour: Live From Melbourne" by Pink


Best Song Written For Visual Media
"Everything Is Awesome!!" from "The Lego Movie" by Tegan and Sara ft. The Lonely Island
"I See Fire" from "The Hobbit" by Ed Sheeran
"I'm Not Gonna Miss You" from "Glen Campbell, I'll Be Me" by Glen Campbell and Julian Raymond
"Let It Go" from "Frozen" performed by Kristen Anderson-Lopez, Robert Lopez
"The Moon Song" from "Her" by Spike Jonze and Karen O


Best Score Soundtrack for Visual Media
"Frozen"
"Gone Girl"
"The Grand Budapest Hotel"
"Gravity"
"Saving Mr. Banks"


Best Comedy Album
"Mandatory Fun" by Weird Al Yankovic
"Obsessed" by Jim Gaffigan
"Oh My God" by Louis C.K.
"Tragedy Plus Comedy Equals Time" by Patton Oswalt
"We Are Miracles" by Sarah Silverman


Best R&B Song
"Drunk In Love" by Beyonce ft. Jay Z
"Good Kisser" by Usher
"New Flame" by Chris Brown ft. Usher and Rick Ross
"Options (Wolfjames Version)" by Luke James ft. Rick Ross
"The Worst" by Jhené Aiko


Pembacaan pemenang The Grammy Awards akan dilangsungkan pada tanggal 8 Februari 2015.


Penulis: Nadia Felicia/NAD


Sumber:Huffington Post


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Slamet Rahardjo Bakal Dianugrahi "Lifetime Achievement"

Written By Unknown on Friday, December 5, 2014 | 5:54 PM


Jakarta - Aktor Senior Slamet Rahardjo bakal dianugrahi lifetime achievement dalam Festival Film Indonesia 2014, yang akan digelar pada Sabtu (6/12) di Palembang Sport and Convention Center, Palembang, Sumatera Selatan.


Penghargaan ini diberikan kepada Slamet atas dedikasinya dalam dunia perfilman Indonesia.


"Slamet Rahardjo akan mendapatkan lifetime achievement, karena dedikasinya sebagai aktor," kata perwakilan panitia FFI, Jan Wijaya yang ditemui di Palembang, Jumat (5/12).


Slamet dinilai telah berjasa dalam industri film Indonesia. Tak hanya aktif sebagai aktor, ia juga kerap bergelut di belakang layar.


"Jasa Slamet sudah tidak perlu diragukan lagi di dunia film," kata Jan.


Slamet Rahardjo Djarot sudah sejak 1968 bergelut dalam dunia akting. Sejumlah film yang dibintanginya antara lain Badai Pasti Berlalu, Ponirah Terpidana dan Pasir Berbisik.


Slamet hingga kini masih aktif bermain peran. Film terbaru yang dibintangi Slamet, yang akan segera tayang adalah Pendekar Tongkat Emas.


Penulis: Rizky Amelia/FAB


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Djakarta Warehouse Project Tanpa Bintang Utama

Written By Unknown on Thursday, December 4, 2014 | 5:55 PM


Jakarta - Festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) akan kembali digelar pada 12-13 Desember 2014 di JiExpo, Kemayoran Jakarta Pusat. Pada DWP keenam ini, Ismaya Live selaku penyelenggara bakal kembali menghadirkan sederetan disc jockey (DJ) kenamaan dari seluruh dunia. Berbeda dari DWP sebelumnya yang menghadirkan bintang utama seperti David Guetta dan Pitbul, maka pada tahun ini tidak akan ada superstar.


"Tidak ada headliner yang menonjol. Ketika ke DWP, pengunjung enggak hanya akan menonton satu dua line up (DJ Pengisi acara). Tetapi semuanya. Semua line up, semuanya headliner," kata Brand Manager Ismaya, Live Yudha Perdana, dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Gatoto Subroto, Kamis (4/12).


Meski tidak ada bintang utama yang menonjol, namun Yudha menjanjikan DWP tahun ini tetap akan meriah. Deretan nama-nama DJ dunia siap untuk menggoyang pengunjung DWP. Di antaranya adalah Kaskade, Steve Aoki, Peking Duk, Rasmus Raber, Nervo, dan masih banyak lainnya.


Bahkan, DJ yang sudah mendapatkan enam penghargaan Grammy, yaitu Skrillex akan tampil dalam DWP. DJ asal Belanda yang pernah bekerja sama dengan David Guetta, Calvin Harris, dan Avicii ini juga siap memainkan musik kreasinya dari di balik turntable.


Adapun DJ lokal yang akan diajak unjuk kebolehan memadumadankan musik adalah DJ Aay, Winky Wirjawan, Adhe Bachtiar, DJ Hizkia, DJ Justeen dan lain-lainnya.


"Resident DJ kami sudah siapkan banyak hal. Our local heroes ini punya massa dan fans yang banyak. Mereka juga sudah main di berbagai event internasional," terang Yudha.


Yudha menerangkan, DWP selalu melakukan perbaikan dalam setiap penyelenggaraannya. Tahun ini, DWP diselenggarakan dua hari untuk menjawab pemintaan pengunjung DWP tahun sebelumnya.


DWP juga menyediakan shuttle bus yang akan mengantar dan menjemput pengunjung DWP. Shuttle bus ini bisa ditemukan di  Grand Indonesia, Kota Kasablanka, dan Gandaria City.


Untuk memberikan kemudahan kepada penggemar DWP, maka Ismaya Live membuat DWP application yang bisa diunduh di ponsel pintar berbasis Android dan IOS. Dengan aplikasi DWP ini, penggemar DWP bisa mengatur jadwal menonton sekaligus terdapat reminder.


Kejutan untuk para penggemar DWP tahun ini adalah Life In Color. Nantinya, para pengunjung DWP yang sedang menikmati musik dari pada DJ kelas dunia, akan disiram dengan cat air berwarna-warni.


"Yang menjadi kunci berbeda, pertama kali di Asia Tenggara ada Life In Color. Nanti ada gimmick penonton disiram cat air. Jadi siap-siap bawa baju ganti karena sudah pasti basah dan berwarna-warni," kata Yudha.


Tiket, kata Yudha, hingga kini masih bisa diperoleh di sejumlah konter penjualan tiket. Pihak panitia kasih memberikan potongan harga untuk pembelian tiket beberapa hari sebelum event DWP digelar. Harga tiket DWP mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 1,8 juta.


Ismaya Live menargetkan 50.000 orang pengunjung memenuhi Jiexpo Kemayoran selama penyelenggaraan acara ini.


Penulis: Rizky Amelia/NAD


5:55 PM | 0 komentar | Read More

Petualangan "The Librarian" Tayang di Seluruh Asia

Written By Unknown on Wednesday, December 3, 2014 | 5:54 PM


Jakarta - Universal Networks International (UNI), divisi saluran internasional dari NBCUniversal, telah mengumumkan bahwa Electric Entertainment memproduksi serial TV The Librarians yang ditayangkan di Universal Channel – rumah dengan "100 persen Karakter". Serial ini akan ditayangkan di seluruh Asia dalam waktu 24 jam setelah tayang di jaringan TNT di AS mulai Desember 2014


Penonton Universal Channel di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, Taiwan, Hong Kong dan banyak lagi, semua akan dapat menyaksikan Noah Wyle (Falling Skies, ER) mengulangi perannya dari trilogi film The Librarians. Ini adalah serial baru yang dibintangi Rebecca Romijn (X-Men) – waktu yang sama dengan tayang perdana di AS.


Romijn bergabung dengan Christian Kane (Leverage), Lindy Booth (Dawn of the Dead) dan John Kim (The Pacific) sebagai pelindung harta mistis di dunia bersama pemenang penghargaan Emmy, John Larroquette (Night Court, Deception), memerankan pengasuh mereka. Pemenang Emmy, Bob Newhart (The Big Bang Theory, The Bob Newhart Show) dan Jane Curtin (Kate & Allie 3rd Rock from the Sun) mengulangi karakter mereka dari trilogi film itu, pada awal seri. Matt Frewer (Max Headroom, Falling Skies) juga dipasang untuk memainkan peran berulang.


"Sebuah drama pertualangan aksi yang didorong oleh sekelompok karakter berani dan unik, The Librarians adalah tambahan yang menarik untuk jajaran pemrograman Universal Channel di seluruh dunia," komentar Steve Patscheck, Wakil Presiden Eksekutif Pemrograman Universal Networks International dalam siaran persnya di Jakarta, baru-baru ini. "Kami sangat senang menjadi bagian dari seri baru yang akan tayang dalam waktu 24 jam setelah debut di AS, yang memberikan pemirsa internasional kemudahan agar segera melihat akting para pemainnya."


"Dengan The Librarians, kami tahu telah memiliki serial besar di tangan kami. Dan sekarang bersama Universal Networks International sebagai mitra, kami sangat gembira bahwa kita akan memiliki jangkauan global dan publisitas yang layak," kata Kepala Distribusi International Electric, Sonia Mehandjiyska.


The Librarians berpusat pada sebuah organisasi kuno tersembunyi di bawah Perpustakaan Umum Metropolitan di New York yang didedikasikan untuk melindungi dunia dari ketidaktahuan akan rahasia, realitas magis yang tersembunyi di sekitar. Kelompok yang beranggota berbagai karakter menarik ini memecahkan misteri-misteri yang mustahil, melawan berbagai ancaman supranatural dan menemukan kembali artefak-artefak berpengaruh dari seluruh dunia. Di antara artefak yang terdapat di perpustakaan adalah Tabut Perjanjian, Tombak Takdir, Piala & Pedang Yudas. Hanya orang dengan keahlian khusus yang bisa bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan melindungi semua artefak ini. Dan yang lebih penting, untuk mencegahnya jatuh ke tangan yang salah.


Film franchise The Librarians dimulai pada 2004 dengan sekuel pada 2006 dan 2008. Bagian pertama dinilai sebagai film nomor satu kabel dasar di film tahunan AS, sedangkan bagian kedua masuk dalam lima besar film kabel dasar yang disiarkan televisi pada tahun itu dan menjadi sekuel film kabel asli nomor satu. The Librarians ditangani oleh produser eksekutif Wyle, Dean Devlin, John Rogers, dan Marc Roskin.


Penulis: NAN/FER


Sumber: Investor Daily


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Yuka "Idol" Nostalgia Bareng Doraemon di Ancol

Written By Unknown on Tuesday, December 2, 2014 | 5:54 PM


Jakarta - Penyanyi berdarah Jepang-Indonesia yang merupakan jebolan Indonesian Idol, Yuka Tan, mengaku tersanjung dipilih menjadi duta Doraemon 100 Secret Gadget Expo yang berlangsung di Ancol Beach City Mall, Jakarta, dari 29 November 2014 sampai 9 Maret 2015.


Dia mengaku sangat mengenal karakter robot kucing karya komikus Jepang Fujiko F. Fujio ini.


"Dari SD sudah suka nonton Doraemon di televisi. Bahkan, saya juga koleksi komiknya. Sayangnya, waktu sekitar kelas tiga SMP komik-komik tersebut hilang karena pindah rumah," katanya di sela-sela acara Grand Launching Doraemon 100 Secret Gadget Expo di Ancol Beach City Mall, Jakarta, Selasa (2/12).


Yuka merasa, pameran ini membuka kembali ingatan lama tentang masa kecilnya dulu.


"Pameran ini sebagai alat nostalgia para pengunjung yang waktu kecil suka dengan Doraemon. Bagi yang ingin mengingat masa kecil sebaiknya datang kesini," ujarnya.


Dalam acara ini, ia bakal menggelar meet and greet dengan para penggemarnya yang juga menyukai Doraemon.


"Selain itu, saya juga ingin jalan-jalan bersama keluarga di pameran ini," katanya.


Penulis: Kharina Triananda/FIR


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Rayakan 20 Tahun, Bengkel Tari AyuBulan Pertunjukkan Kemilau Legong

Written By Unknown on Monday, December 1, 2014 | 5:54 PM


Jakarta – Menandai dua dekade berdiri, Bengkel Tari AyuBulan menggelar pagelaran tari "Kemilau Legong" di Goethe Institute, Jakarta, Minggu (30/11). Sekitar 200-an pengunjung memenuhi tempat yang dihias dengan dekorasi serta wewangian khas Bali tersebut. Bukan sekadar meramaikan perayaan tahun ke-20 komunitas pecinta tari Legong pagelaran tari tersebut dihelat juga untuk menunjukkan kemegahan tarian klasik asal Bali itu.


“Legong adalah puisi tari yang berakar dari tarian kuno Gambuh dan tarian sakral Sanghyang. Ia kemudian menjelma menjadi salah satu tarian klasik khas Bali,” kata pendiri Bengkel dan Studio Tari AyuBulan, Bulantrisna Djelantik, ditemui di sela-sela pagelaran.


Perempuan yang akrab dipanggil Biyan Bulan itu merupakan salah satu pakar tari Legong di Indonesia. Ia bersama grup tari Bengkel Tari AyuBulan telah memperkenalkan tarian Legong ke berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri.


Menurut Biyan Bulan, tari Legong merupakan tarian sakral yang dihadirkan di setiap acara ritual adat. Tarian Legong diketahui setidaknya 22 jenis tarian berbeda, yang saat ini hanya tersisa 12 jenis.


“Masyarakat luas lebih mengenal tarian Legong keraton dibandingkan jenis tarian Legong lainnya. [Komunitas dan pagelaran ini dihelat karena] kami ingin membangkitkan kembali sekaligus memperkenalkan jenis tari Legong yang lain agar tidak punah,” kata Ketua Panitia "Kemilau Legong", Putri Minangsari.


Pertunjukan tari yang berlangsung selama dua jam ini menampilkan tarian drama Smaradahana yang bercerita mengenai kedukaan di kahyangan.


Sedangkan tiga jenis tarian non-drama yang ditampilkan, yaitu Tari Legong Kupu-kupu carum yang menceritakan kehidupan singkat penuh manfaat dari seekor kupu-kupu. Tari Legong Kuntir yang mengisahkan perkelahian dua ksatria kakak beradik Subali dan Sugriwa dalam cerita Ramayana dan Tari Legong Kuntul yang menggambarkan sekawanan burung kuntul.


Penulis: Maya Martini/NAD


5:54 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger