Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Mendagri: FPI adalah Aset Bangsa

Written By Unknown on Thursday, October 24, 2013 | 5:59 PM






JAKARTA, KOMPAS.com
- Himbauan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi agar kepala daerah bekerjasama dengan organisasi masyarakat seperti Front Pembela Islam (FPI) langsung menuai kritik. Berbagai pihak mengkaitkan dengan rekam jejak FPI selama ini. Bagaimana tanggapan Gamawan?


"Ya, karena selama ini kita posisikan seperti itu. Kalau kita rangkul, kita ajak kerja sama, dia (FPI) kan aset bangsa juga. Kalau kesalahan ya salah. Tapi kan yang baiknya, ada juga. Waktu di Aceh (tsunami) misalnya dia datang membantu," kata Gamawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis ( 24/10/2013 ).


Gamawan mengatakan, pernyataannya terkait keterlibatan ormas dalam pembangunan dikembangkan sesuai bidang masing-masing. Ia mencontohkan, pemda dapat melibatkan FPI di bidang keagamaan. Menurutnya, FPI bisa diajak kerja sama ketika peringatan hari besar agama Islam.


"Ada prinsip di pemerintahan modern, pemerintah itu lebih banyak mengemudi dibanding mendayung. Jadi jangan ada, baik media, LSM, atau ormas yang tidak bekerja sama dengan pemerintah demi kepentingan bangsa. Itulah civil society. Selama ini kan seolah-olah ini pihak yang mengkritik dan ini yang dikritik. Kalau bersama-sama itu tidak ada lagi," kata dia.


Seperti diberitakan, himbauan Gamawan agar kepala daerah bekerja sama dengan FPI disampaikan ketika pembukaan Rapat Kerja Nasional Pengeloaan Kawasan Perkotaan Tahun 2013 pagi tadi. Pernyataan itu langsung dikritik, bahkan dihujat.


Kritik ini misalnya disampaikan para pembaca Kompas.com. Mereka mengkaitkan dengan berbagai tindakan anarkis yang dilakukan para anggota FPI selama ini. Para pembaca juga kembali menyinggung desakan pembubaran FPI.


"Warga Indonesia tidak alergi terhadap ormas. Tapi warga Indonesia alergi sama ormas yang mengatasnamakan agama untuk melegalkan kekerasan. Indonesia negara hukum," tulis salah satu pembaca Kompas.com.





Editor : Hindra Liauw


















5:59 PM | 0 komentar | Read More

Berkolaborasi dengan Melly, Andien dan Bondan Merasa Terhormat


Jakarta - Salah satu penyanyi papan atas Indonesia, Melly Goeslaw akan mengadakan sebuah konser yang berjudul 'The Queen Of Soundtrack' pada akhir tahun ini. Pada konsernya tersebut Melly akan menggandeng beberapa penyanyi muda Indonesia yang sebelumnya tidak pernah berkolaborasi dengannya seperti Andien dan Bondan Prakoso.


"Bisa berduet dengan penyanyi sekelas Melly Goeslaw tentu menjadi sebuah kehormatan tersendiri," ujar Andien saat jumpa pers menjelang konser tersebut di Jakarta, Kamis (24/10).


Ia mengatakan jika tawaran untuk berkolaborasi bersama Melly datang lebih awal ia tidak berpikir panjang untuk menerimanya.


"Kalau tawaran ini datang tiga belas tahun yang lalu saya pun, saya siap untuk langsung menerimanya," canda Andien.


Andien mengaku dirinya sangat kagum dengan karya-karya yang berhasil diciptakan Melly Goeslaw.


Ia menambahkan untuk dapat terjun langsung ke dalam konser ini dirinya seperti tertantang untuk membuktikan kemampuannya, terlebih lagi lagu-lagu yang akan dipenuhi emosi ketika membawakannya.


"Saya harus lebih mengenal dan membawakan lagu-lagu nanti sesuai dengan emosi yang di dalamnya karena lagu tersebut merupakan soundtrack film yang punya latar belakang cerita di dalamnya," ujar Andien.


Ia juga mengatakan bahwa penonton pun harus mempersiapkan emosi mereka untuk konser ini.


Senada dengan Andien, Bondan Prakoso juga merasa tersanjung ketika diajak berkolaborasi di konser tersebut.


"Tentu saya merasa terhormat untuk bisa bekerjasama dengan Teh Melly," ujarnya saat itu.


Ia mengatakan bahwa lagu-lagu Melly merupakan inspirasi bagi karya-karya yang ada sekarang ini, termasuk bagi beberapa lagu ciptaannya.


Ketika ditanya mengenai persiapannya untuk konser Melly kali ini, ia menjawab belum ada hal khusus yang dipersiapkannya untuk saat ini.


"Persiapan saya sejauh ini hanya tidur dan banyak minum air putih saja," candanya kepada para awak media.


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Pol Espargaro Senang Redding Bisa Ikut GP Jepang





MOTEGI, KOMPAS.com - Pol Espargaro mengaku senang saat mengetahui bahwa pesaing terkuatnya di Moto2, Scott Redding, bisa turun pada GP Jepang di Sirkuit Motegi, akhir pekan ini. Redding mengalami kecelakaan parah yang membuat pergelangan tangan kirinya retak saat kualifikasi GP Australia, pekan lalu.

Redding yang absen pada GP Australia harus melepas tempatnya di puncak klasemen pada Espargaro yang kini memimpin dengan keunggulan 16 poin, saat hanya dua seri tersisa musim ini, Jepang dan Valencia.

"Saya bertemu Scott di hotel dan bertanya bagaimana keadaannya," kata Espargaro kepada media di Motegi, Kamis (24/10/2010). "Dia merasakan sakit di tangan, normal. Tapi dia akan berusaha. Ini bagus untuk kejuaraan, untuknya, dan juga orang-orang yang mendukungnya."

"Saya tidak senang 100 persen di Australia, karena mengambil alih posisi pertama klasemen saat dia tidak di lintasan. Ini tidak sempurna. Tapi olahraga ini memang berbahaya. Satu kesalahan bisa membuat menang atau kalah dalam kejuaraan. Dia tidak beruntung di Phillip Island. Saya senang melihat dia di sini, di Jepang."

Dengan keunggulan poin dan kondisi Redding yang tengah cedera, Espargaro punya kesempatan untuk mengambil keuntungan maksimal. Cuaca yang kemungkinan buruk adalah hambatan lain yang akan dihadapi adik pebalap MotoGP, Aleix Espargaro tersebut.

"Sungguh, di posisi kami, saya lebih memilih lintasan kering tentu saja!" aku Espargaro. "Kami tidak bagus saat lintasan basah, tapi kami akan bekerja keras untuk bisa naik podium dan meraih gelar juara dunia, di sini atau Valencia. Untuk sekarang, ini masih jadi mimpi."




Editor : Pipit Puspita Rini















5:46 PM | 0 komentar | Read More

Begini Permainan Korupsi CCTV Monas






JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat membongkar adanya dugaan korupsi pada proyek pengadaan CCTV di Monas oleh Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Jakarta Pusat.

Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi membeberkan bagaimana dugaan korupsi tersebut terjadi. Menurutnya, penyalahgunaan anggaran itu terjadi pada anggaran 2010.

Saat itu, Sudin Kominfomas Jakpus telah melaksanakan kegiatan proyek pembangunan sistem pemantauan situasi di Monas dengan alokasi biaya sebesar Rp 1,717 miliar  yang berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) DKI 2010.   

"Setelah PT Harapan Mulya Karya dengan direkturnya, DS ditetapkan sebagai pemenang lelang, dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa dugaan penyimpangan," kata Setia, Kamis (24/10/2013).

Penyimpangan anggaran itu terindikasi mark up saat penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS). Kemudian, pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan surat perjanjian kontrak. Pekerjaan itu, kata Setia, seolah-olah telah selesai 100 persen dilaksanakan, sehingga seluruh biaya proyek senilai Rp 1,717 miliar telah dibayarkan kepada rekanan. Padahal, proyek tersebut belum tuntas.

Selanjutnya, penerbitan surat-surat seperti Surat Permintaan Pembayaran Langsung Barang dan Jasa (PPLS), Surat Perintah Membayar (SPM), bukti pendukung, dan kuitansi pembayaran proyek yang belum 100 persen selesai dilaksanakan, juga belum diserahterimakan dari rekanan. 

Adapun tiga orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka, yaitu YI (Kasudin Kominfomas Jakpus selaku Kuasa Pengguna Anggaran, kini menjabat sebagai Kasudin Kominfomas Jaksel), DS (Direktur PT Harapan Mulaya Karya, selaku Rekanan), dan MRB (Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Kegiatan Unit Sudin Kominfomas Jakpus 2010, kini menjabat sebagai Kasudin Kominfomas Jakpus).

Setia menjelaskan, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi. Antara lain, panitia pengadaan barang dan jasa, panitia pemeriksaan barang/pekerjaan, perusahaan peserta lelang, dan penyedia barang pabrikan.

"Penyidik juga telah melakukan penyitaan surat-surat dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perkara," kata Setia.  

Untuk memproses lebih lanjut penyidikan ini, tim penyidik telah meminta bantuan ahli dari pihak universitas dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta dalam rangka untuk mengetahui kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi tersebut.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















5:16 PM | 0 komentar | Read More

Jelang Penetapan DPT Nasional, 461 Ribu Data Pemilih Tak Lengkap

Written By Unknown on Wednesday, October 23, 2013 | 5:59 PM






JAKARTA, KOMPAS.com
- Komisi Pemilihan Umum (KPU) melansir masih 461.814 data pemilih Pemilu 2014 tidak disertai elemen identitas yang lengkap sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif. Padahal data itu akan ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

"Dari 20,3 juta data pemilih yang terdeteksi punya kekurangan di variabel tertentu. Sampai hari ini, yang telah terolah dalam Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih), beberapa data masih dinyatakan nihil dalam variabel datanya," ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam sambutannya pada pembukaan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan DPT secara nasional di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Dia menjabarkan, variabel pertama data yang masih dinyatakan nihil adalah keterangan tanggal lahir. Padahal, elemen tersebut dinyatakan yang paling penting karena merupakan variabel yang menentukan apakah seseorang sudah memiliki hak pilih atau belum.

"Terdeteksi tanggal lahir kosong sebanyak 363.399 orang atau 0,2 persen dari seluruh data pemilih (186 juta orang)," ujar Husni.

Ia mengatakan, variabel lainnya adalah variabel jenis kelamin. Sebanyak 8.481 orang yang tercatat di DPT, tidak disertai variabel jenis kelamin. "Paling banyak di Sumatera Utara 7.860 orang," tambahnya.

Disampaikannya, data dengan status kawin yang masih kosong masih sebanyak 89.934 orang pemilih. "Dengan status perkawinan nihil yang berumur di bawah 17 tahun sebanyak 3.724 orang pemilih," ujar mantan anggota KPU Sumatera Barat itu.

KPU menggelar rapat pleno rekapitulasi penetapan daftar pemilih tetap (DPT) secara nasional, Rabu di Gedung KPU. "Hari ini direncanakan dilakukan proses penetapan DPT secara nasional yang akan kita lakukan dalam rapat pleno terbuka ini. Rapat ini untuk bisa sama-sama mencermati apakah pencapaian ini telah memenuhi keinginan kita bersama," ucap Husni.

Rapat digelar secara terbuka dengan dihadiri para pemangku kepentingan pemilu. Hadir dalam rapat tersebut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad dan anggotanya Nelson Simanjuntak dan Daniel Zuchron. Hadir pula ketua dan anggota KPU tingkat provinsi dari 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Kehadiran komisioner KPU provinsi tersebut, selain untuk kepentingan pelaksanaan rapat pleno, juga untuk rekapitulasi data pemilih di seluruh provinsi sebelum ditetapkan. KPU juga mengundang pengurus partai politik peserta Pemilu 2014. Beberapa anggota Komisi II DPR juga ikut hadir dalam rapat tersebut di antaranya Agun Gunanjar, Arif Wibowo dan Abdul Hakam Naja.




Editor : Hindra Liauw


















5:59 PM | 0 komentar | Read More

Raline Shah Dalami Islam Lewat Film


Jakarta - Setelah sukses memerankan karakter Riani di film "5 CM", artis cantik Raline Shah kembali meramaikan jagat perfilman Indonesia. Kali ini genre film yang diperankannya bertemakan islami dan diadopsi dari novel yang berjudul sama karya Hanum Rais yakni "99 Cahaya Langit di Eropa"


Bila di film sebelumnya Raline memiliki karakter anak muda yang berusaha memperjuangkan kisah persahabatanyang terjalin lama, di film keduanya ini Raline ditantang untuk memerankan seorang ibu rumah tangga bernama Fatma dan memiliki seorang putri di Turki.


"Aku merasakan susahnya menjadi seorang ibu di peran ini dan karakter yang aku mainkan sangat berbeda dengan karakter Raline di dunia nyata jadi lumayan butuh waktu pas pelajarin scriptnya," kata Raline.


Pada saat shooting yang memakan waktu hampir 1,5 bulan ini Raline mengaku sulitnya perizinan dan cuaca menjadi kendala yang sempat membuat kru yang terlibat memutar otak agar proses produksi tetap berjalan.


"Kendala paling di perizinan ya, banyak tempat-tempat bersejarah yang tidak semua orang bisa masuk apalagi untuk shooting. Tapi Alhamdulillah 36 hari kita lalui selesai juga. Capek sih tapi banyak hikmah yang aku dapatkan," tutur Raline Shah.


Raline mengakui bahwa melalui film ini ia lebih mendalami tentang Islam dan menemukan keistimewaan keyakinan yang dianutnya bahkan di negara dengan minoritas kaum muslim.


"Jujur dalam film ini aku menyadari bahwa masih kurangnya pemahaman aku tentang Islam. Dan aku mendapat hikmah untuk terus memperdalam ajaran keyakinanku," tambahnya.


Film garapan Guntur Soeharjanto ini menceritakan perjalanan spiritual sang penulis novel Hanum Rais bersama suami, Rangga Almahendra sebagai perantau yang menemukan jejak kejayaan Islam di benua Eropa. Rencananya film ini akan tayang di bioskop pada 5 Desember mendatang.



5:54 PM | 0 komentar | Read More

Subhan Aksa Tak Gentar Hadapi Lintasan Reli Spanyol





SALOU, KOMPAS.com - Pereli Indonesia, Subhan "Ubang" Aksa telah mendarat di Spanyol untuk mengikuti RACC Rally Spanyol yang akan dimulai di Salou, Jumat (25/10/2013) malam waktu setempat. Bersama navigator Nicola Arena dan kru Bosowa Fastron Rally Team (FBRT), Ubang melakukan survei lintasan, Selasa hingga Kamis mendatang.

Ubang memang perlu persiapan matang untuk menghadapi kompetisi WRC-2 ini. Meski tahun lalu mengikuti event sama di PWRC, persiapan yang dilakukan Ubang berbeda. Selain berganti navigator, waktu lomba dan beberapa rute juga mengalami perubahan. Misalnya saja, pada hari pertama seluruh special stage (SS) berlangsung malam hari.

“Sebagian besar masih di lokasi tahun lalu. Rasanya sih tak terlalu bermasalah,” ujar Ubang melalui rilis yang diterima Kompas.com. “Tapi, pendekatannya yang harus berbeda. Driving style-nya juga harus berbeda karena kita akan reli dengan kondisi enggak bakal ada yang kelihatan. Inilah yang ingin kami perdalam dalam sesi recce (survei lintasan).”

Tantangan lain adalah karakter lintasan yang memang paling unik di antara 13 ronde kejuaraan dunia musim ini. Ada lintasan dengan aspal mulus dan lebar, namun ada pula lintasan berliku dan naik turun dengan jalan berbatu. Perbedaan karakter ini menjadi tantangan tersendiri untuk para pereli.

"Mengejar posisi podium seperti tahun lalu mungkin sulit karena lawan yang dihadapi jauh berbeda, tapi kemungkinan itu selalu ada. Yang penting fokus sepanjang balapan karena mobil sangat potensial melintir karena trek licin. Yah, setidaknya kami berharap finish dengan poin,” papar Ubang yang tahun lalu finis podium ketiga di kelas PWRC.




Editor : Pipit Puspita Rini















5:46 PM | 0 komentar | Read More

Tak Mau Miskin, Korban Kebakaran Kelapa Gading Inginkan Ganti Rugi





JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian warga korban kebakaran di Kampung Pulogandang, Kelapa Gading, Jakarta Utara, merasa kecewa kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Mereka berharap mendapat uang ganti rugi yang layak sehingga tidak menjadi warga miskin.


Warga di sana merasa resah karena tidak ada kejelasan status bagi warga yang sebelumnya tinggal di atas lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH) tersebut. Mereka kesal karena warga tidak diperbolehkan membangun kembali di atas lahan tersebut.


Seorang warga bernama Dudung (47) mengatakan, warga berharap pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan uang ganti rugi atas lahan yang ditinggali oleh warga. Mereka tidak menginginkan uang kerahiman seperti selama ini diberikan kepada warga yang direlokasi oleh Jokowi.


"Dari dulu kalau pembebasan tanah itu dikasih ganti untung, bukan kerahiman. Kalau begitu (diberi uang kerahiman), ya, rakyat tetap saja miskin," ujar Dudung kepada Kompas.com, Rabu (23/10/2013).


Dudung mengatakan, dengan pembebasan lahan, maka uang yang diberikan kepada warga semestinya dihitung berdasarkan luas tanah dan jenis bangunannya. Ia menolak pemberian uang kerahiman seperti dilakukan Jokowi kepada warga di sekitar Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur.


"Soalnya Pak Jokowi tuh di Ria Rio saja dikasih cuma berapa. Kalau penghasilan tetap enggak apa-apa, kalau enggak? Kita kan maunya pergi dari sini lebih layak bukan malah tambah belangsak," kata Dudung.


Menurut Dudung, kebijakan Jokowi itu tidak bisa diterapkan pada rakyat kecil karena hanya membuat rakyat menjadi sengsara rakyat.


Hal senada juga diungkapkan Ning (46). Beberapa tahun lalu, Ning menjadi korban penggusuran di lahan yang sekarang menjadi sebuah mal di Kelapa Gading. Saat itu, ia mendapatkan uang ganti rugi yang cukup untuk menjalani hidup selanjutnya. Berdasarkan pengalamannya itu, ia berharap Jokowi memberikan uang ganti rugi yang layak. Menurut dia, penggusuran warga semestinya menjadikan hidup warga menjadi lebih baik.


Ning mengatakan, bila ia mendapatkan ganti rugi yang cukup, maka ia ingin pulang kampung ke Temanggung, Jawa Tengah. "Saya mau pulang kampung, makanya sekarang saya tidak ke mana-mana dulu. Mau nunggu penggusuran dan adanya penggantian untung sesuai aturan penggusuran," ujarnya.


Setelah musibah kebakaran yang terjadi pada awal bulan ini, warga yang menghuni lahan milik PT Bumi Boga Persada tersebut diminta untuk tidak membangun rumah di lahan tersebut. Namun, saat ini warga tetap mendirikan bangunan di lokasi bekas kebakaran itu.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















5:16 PM | 0 komentar | Read More

PKB: Hasil Survei Mulai Menyesatkan

Written By Unknown on Tuesday, October 22, 2013 | 5:59 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain meragukan hasil-hasil survei yang dipublikasikan belakangan ini. Pasalnya, Malik melihat hasil survei itu lebih banyak menyesatkan dan tak obyektif lagi.

"Lembaga survei sudah tidak obyektif. Banyak yang menjadi corongnya kekuatan politik tertentu. Hasil survei cenderung tendensius dan menyesatkan serta tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akademik," ujar Malik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/10/2013).

Malik tak menyebutkan hasil survei yang dimaksud. Tapi secara garis besar, katanya, hasil-hasil survei yang sekarang ini ada semakin kontras dengan kenyataan di lapangan. Ia bahkan menuding survei dimanfaatkan untuk alat kampanye.

"Tren ini lebih banyak membodohi masyarakat ketimbang memberi informasi yang sebenarnya," kata anggota Komisi II DPR ini. Oleh karena itu, Malik menilai perlunya badan independen yang diberi kewenangan untuk melakukan sertifikasi lembaga survei. Sertifikasi ini, sebut Malik, sangat penting karena sering kali survei mempengaruhi opini publik.

Jokowi dan Prabowo Capres Wacana

Sebelumnya pada Minggu (20/10/2013), LSI milik Denny JA melansir hasil survei yang menempatkan Ketua Umum Golkar Aburizal "Ical" Bakrie, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dan capres dari hasil konvensi Partai Demokrat sebagai capres riil.

Ketiganya dianggap mampu mendulang perolehan suara dalam Pemilu untuk memajukan capres. Sementara Jokowi dan Prabowo oleh survei LSI dianggap sebagai capres wacana dengan asumsi Jokowi tidak dimajukan PDI-P dan Prabowo tidak bisa maju karena suara Partai Gerindra rendah.

Hasil survei ini menimbulkan pertanyaan. Alasan tidak memasukkan nama Jokowi dan Prabowo pun terkesan janggal. Belakangan diketahui bahwa LSI adalah langganan Partai Golkar. Namun, belum diketahui pasti apakah survei terakhir adalah atas "perintah" partai berlambang pohon beringin tersebut.




Editor : Hindra Liauw







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











5:59 PM | 0 komentar | Read More

Wing Chun Aliran IP Man Indonesia Diakui Dunia


Jakarta - Bela diri Wing Chun aliran IP Man, kini tengah menjadi tren di masyarakat Indonesia. Masyarakat yang tadinya hanya mengetahui melalui film aksi yang diperankan Donnie Yen berjudul IP Man, dapat menjajal ilmu bela diri yang diperkenalkan ahli bela diri legendaris, Yip Man yang juga merupakan guru dari Bruce Lee di berbagai tempat. Sebenarnya perguruan bela diri Wing Chun sudah ada di Indonesia sejak lama. Bahkan perkumpulan mereka pun sudah ada hingga di Batam dan sosialisasinya tersebar di dunia maya melalui situs mereka.


Bernaung di bawah Asosiasi Bela Diri Wing Chun Indonesia, salah satu pelatih Wing Cun, Ki Kusumo juga berusaha ikut memperkenalkan bela diri tersebut. Ki Kusumo merupakan murid mendiang Grand Master Kang Sin Sin yang merupakan satu dari 12 murid terbaik IP Man.


"Jadi sebenarnya Wing Chun kami ini sudah diakui dunia," ujar Ki Kusumo saat membuka secara resmi latihan beladiri Wing Chun aliran IP Man, di kawasan Jatiasih, Bekasi, Selasa (20/10).


Karena itu, semua siswa yang berlatih Wing Chun di tempat Ki Kusumo akan mendapat sertifikat resmi.


Menilik sejarahnya, Wing Chun diciptakan seorang biksuni bernama Ng Mui yang ide dasarnya berawal dari pertarungan ular dan bangau. Kungfu ini tidak mengandalkan otot tetapi kecepatan, ketepatan dan chi yang kuat sehingga cocok untuk wanita dan orang-orang yang bertubuh lemah.


"Wing Chun adalah bela diri simple dan efisien karena menggunakan pertarungan jarak dekat. Ini bela diri unik, karena bisa dipelajari anak-anak, pria dan wanita sampai umur 80 tahun atau lebih,” lanjut guru Wing Chun dari penyanyi Ollyne Apple ini.


Ketua Asosiasi Bela Diri Wing Chun Indonesia ini menambahkan, Wing Chun lebih mengandalkan kecepatan, teknik, indera perasa, kekuatan pikiran, reaksi atau reflek hingga pernapasan serta struktur tulang dan berat.


"Penggunaan titik-titik mematikan dan diurutan terakhir adalah power. Jadi beladiri ini penting untuk menjaga keselamatan kita,” tambah Ki Kusumo.


Sebagai ketua Asosiasi Bela Diri Wing Chun, Ki Kusumo berharap Wing Chun dapat menjadi salah satu alternatif untuk latihan beladiri dan kesehatan.


5:54 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger