Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Herawati Boediono, Kesederhanaan yang Menginspirasi

Written By Unknown on Monday, September 16, 2013 | 5:59 PM






KOMPAS.com- Sebagai istri Wakil Presiden RI, bisa dikatakan Herawati Boediono memiliki semua fasilitas yang diinginkannya. Namun, perempuan yang besar dalam tradisi keluarga Jawa ini memilih cara hidup yang bersahaja. Resepnya: belajar menahan diri dan bersyukur.

Ini tahun keempat Herawati Boediono menjalani hari-harinya sebagai istri wakil presiden. Tak banyak berubah. Penampilannya tetap sederhana. Tutur katanya tertata. Namun, jika ada hal yang lucu, ia spontan tertawa.


Sebagai perempuan yang dinamis, termasuk senang menyetir sendiri dan antar-jemput suami, Herawati harus melakukan penyesuaian ketika menjadi istri wapres. Ia harus patuh mengikuti aturan protokoler, termasuk ditemani sekretaris pribadi dan pengawal.


”Ketika itu suami saya bilang, kami harus hati-hati karena semua akan terus disorot. Saya itu, kan, dulu, misalnya, ke mana-mana senangnya pakai kaus.... Jadi, ya, banyak penyesuaian. Yang sebelumnya saya enggak tahu, jadi banyak tahu. Sebagai ibu wapres, saya harus tahu diri, harus jadi contoh. Karena kalau saya melakukan hal yang tidak benar, dalam waktu singkat sudah tersebar ke mana-mana,” kata Herawati dalam perbincangan dengan Kompas di kediamannya di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (12/9).


Beratkah penyesuaian itu? Herawati mengakui, pada awalnya ia memang kaget. ”Tapi, saya lakukan dengan senang hati. Semua yang dilakukan dengan senang hati itu jadi mudah,” lanjutnya.


Kiatnya adalah menahan diri. Misalnya, ia dan keluarga sebetulnya bisa bepergian ke mana pun, entah ke mal atau bahkan ke pantai. Namun, itulah, Herawati tidak ingin membuat susah para pengawalnya. ”Kasihan pengawal, kalau sampai ada apa-apa mereka yang tanggung jawab. Jadi, untuk sementara keinginan jalan-jalan atau makan di warung kami tahan dulu,” ujarnya.


Sekitar satu tahun lagi jabatan suaminya sebagai wapres akan selesai. Artinya, Herawati akan kembali ke dunia ”normal”, dunia tanpa aturan protokoler dan pengawalan. Akankah ia merasa kehilangan? ”Wah, kalau soal pengawalan, sekarang juga kalau bisa, sih, tidak dikawal,” katanya dengan derai tawa.


Ia, misalnya, juga harus bersiap hidup dalam kemacetan jalan raya karena tak akan ada lagi voorrijder yang membantunya. ”Ya, itu benar. Selama di sini, saya tidak pernah merasakan macet. Tapi, harap diketahui, di samping senang tidak kena macet, pada saat bersamaan muncul perasaan tidak enak. Karena sewaktu mobil kami melaju dengan enak, di kiri-kanan jalan itu penuh mobil yang berhenti. Saya dalam hati selalu bilang, ’Maaf, maaf ya, saya numpang lewat....’ Karena saya tahu bagaimana rasanya distop. Kan, pernah merasakan juga,” katanya. Pensiun


Jika jabatan resmi berakhir pada 2014 nanti, Herawati dan suaminya telah menyusun rencana pensiun. ”Daftar paling atas adalah menengok cucu di Singapura dan pulang ke Yogya,” katanya cepat. ”Saya juga berharap suami dapat mengajar lagi di tempat yang lama (Universitas Gadjah Mada), tapi itu tentunya kalau diperlukan,” ujarnya.


Yogyakarta merupakan pelabuhan hati pasangan Herawati-Boediono. Baginya, kerukunan dan kekompakan warga di kompleks tempat tinggalnya di Sawit Sari tak pernah bisa dilupakan. ”Itu selalu membuat saya kangen. Kompak sekali.”


Saling mengerti dan percaya adalah kiat pasangan yang sebetulnya berbeda karakter ini. Herawati orangnya ramai, Boediono pendiam. ”Kami jarang mengobrol. Yang banyak bicara itu saya. Saya itu berusaha tanya-tanya, tapi jawabnya pendek-pendek. ’Acaranya gimana, Pak?’ Bagus. ’Yang bagus apanya, Pak?’ Semuanya. Ya, begitulah ngobrol-nya.”


Bahasa hati merupakan bahasa mereka. ”Hanya dari gerakan, isyarat, atau tatapan mata, saya bisa mengetahui, o... ini sedang sedih, o... ini sedang gelisah, o... ini sedang senang,” tambahnya.


Namun, diam tak berarti tidak romantis. Tiap malam, sepulang kerja, Boediono dan Herawati selalu meluangkan waktu mendengarkan musik tempo dulu atau tembang wayang.


Sambil berpegangan tangan? ”Ha-ha-ha. Mau bilang ya, gimana ya...,” kata Herawati sambil tersipu. Sederhana


Kesederhanaan dan kesantunan yang selalu diperlihatkan oleh pasangan Herawati-Boediono datang dari tradisi Jawa yang kental dalam keluarga. ”Karena saya keluarga Jawa, dalam kehidupan sehari-hari saya menekankan kebiasaan Jawa, coro Jowo.”


Herawati secara sadar mengajarkan sikap sabar dan menahan diri sebagai benteng untuk menahan hawa nafsu. Nilai yang mulai terasa langka di tengah maraknya perilaku koruptif di Indonesia.


Ia mencontohkan, jika anak-anaknya minta dibelikan sesuatu, ia akan balik bertanya: tabunganmu sudah berapa? ”Setiap bulan mereka dikasih uang jajan, jadi mereka harus bisa mengelola uang. Kalau tabungan kurang, minta orangtua itu biasa. Tapi, yang penting mereka harus menahan diri dulu sampai mampu. Jangan ngambil uang adik atau kakaknya.” Persahabatan


Yang pasti, ada hal yang bakal membuatnya merasa kehilangan setelah 2014 nanti. Itu adalah persahabatan dengan para ibu yang tergabung dalam Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Pagi itu, di kediamannya hadir sejumlah pengurus Dekranas, yaitu Dewi T Mallarangeng, Dana Iswara, dan asisten pribadi Herawati, Juni KF Djamaloeddin.


”Saya bakal kangen kumpul ibu-ibu yang baik ini. Karena kalau sudah keluar dari sini, enggak bisa kumpul di Dekranas lagi. Kekompakan ibu-ibu di Dekranas dan Dekranasda itu membanggakan.”


Menurut rencana, Dekranas akan menyelenggarakan Pameran Peranti Saji Indonesia di JCC, Jakarta, pada 19-22 September 2013. Pameran ini akan diikuti lebih dari 200 stan dari berbagai kalangan, mulai dari BUMN sampai pelaku usaha kuliner. Pameran yang baru pertama kali diadakan ini bertujuan untuk mengangkat kembali produk unggulan daerah, khususnya budaya kuliner.


Herawati mengatakan, potensi ekonomi peranti saji cukup menjanjikan karena saat ini sudah menjadi gaya hidup. Itu sebabnya, pameran ini juga ingin menarik kalangan hospitality industry, seperti hotel, restoran, dan kafe.


”Saya pernah minum teh di sebuah hotel di luar negeri. Cangkirnya bagus sekali. Setelah saya habiskan airnya, cangkirnya saya balik. Di situ tertulis Made in Indonesia.”


Jadi, mari berbangga pada produk negeri sendiri.





Editor : Hindra Liauw
















5:59 PM | 0 komentar | Read More

Iwet Ramadhan: Membatik Bukan Hanya pada Kain


Jakarta - Batik merupakan kain khas yang berasal dari Indonesia. Butuh kemampuan khusus untuk membatik pada selembar kain.


Tidak seperti biasanya, Iwet Ramadhan, seorang desainer batik sejak 2010 lalu, kali ini membatik di atas sebuah mesin kopi.


Aksi Iwet Ramadhan ini merupakan sebuah bentuk dukungan untuk acara Asian Design Contest. Acara tersebut merupakan kompetisi tingkat Asia dalam mendesain mesin Genio Nescafe Dolce Gusto.


"Saya memilih batik untuk desain di atas mesin Genio Nescafe Dolce Gusto, karena ingin mengangkat budaya Indonesia dengan warna yang fun, modern, dan colorfull," ujar Iwet di kediamannya, Jl. Prambanan No. 6, Jakarta, Senin (16/9).


Dipilihnya Iwet Ramadhan untuk membatik di mesin Genio Nescafe Dolce Gusto, menurut Marketing Manager Nescafe Dolce Gusto, Irmawati Praharsi, karena kecintaannya terhadap budaya Indonesia.


"Iwet Ramadhan mempunyai jiwa seni yang tinggi dan kecintaannya terhadap budaya Indonesia kami harapkan dapat menginspirasi untuk berkreasi," ujarnya.


Hasil batik Iwet Ramadhan pada mesin Genio Nescafe Dolce Gusto ini akan dipamerkan dalam Tokyo Designers Week.


Selain itu, masyarakat juga bisa ikut lomba melalui jejaring sosial yakni http://www.facebook.com/dolcegustoid dan dua pemenang, akan berangkat ke Jepang.


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Tim Renang DKI Sementara Unggul





JAKARTA, KOMPAS.com — Tim renang tuan rumah DKI Jakarta sementara memimpin perolehan medali di ajang Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) XII/2013 di GOR Sumantri Brodjonegoro, Minggu (15/9/2013).

Tim DKI sementara memperoleh 2 medali emas dan 2 perak. Mereka mengungguli tim Jawa Timur yang mendapat 1 emas, 1 perak, dan 4 perunggu; serta Jawa barat di posisi ketiga dengan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Emas tim DKI direbut atlet putri Sofie Kemala di nomor 200 meter gaya punggung dengan catatan waktu 2 menit 28,16 detik serta Joanita Mutiara di nomor 50 meter gaya bebas dengan catatan waktu 27,82 detik.

Menurut pelatih tim DKI, Felix C Sutanto, DKI sebenarnya menargetkan tiga medali emas di hari pertama. Namun, harapan di 200 meter gaya punggung  putra terlepas setelah perenang Adityastha Rai W mendapat perak seusai dikalahkan atlet nasional dari Sulawesi Selatan, Muh Hamgari.

Satu medali perak DKI lainnya diperoleh Maratus Solehah di nomor 200 meter gaya punggung putri.

Tim Jawa Timur merebut medali emas melalui perenang nasional, Olivia Fernandez, di nomor 100 meter gaya kupu-kupu. Jawa Barat mendapat medali melalui Fadlan Prawira di nomor 400 meter gaya bebas, setelah andalan mereka, Kenny Lisanputera, dikalahkan perenang Kalimantan Timur, Andy Natanegara Halim, di nomor 100 meter gaya kupu-kupu.

Cabang renang Popnas XII/2013 akan berlangsung hingga Rabu (18/9/2013).




Editor : Tjahjo Sasongko















5:46 PM | 0 komentar | Read More

Abu Roban Dapat Suplai Senjata dari Cipacing






JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang perakit senjata api di Cipacing, Bandung, Jawa Barat berinisial CC diketahui terlibat dalam penjualan senjata kepada anggota kelompok Mujahidin Indonesia Barat (MIB) pimpinan Abu Roban.


Tak cuma itu, CC juga pernah diketahui menyerahkan 3 pucuk senjata api kepada buronan penembak polisi di Tangerang, Nurul Haq alias Jack (28).


Kepala Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, mengatakan, CC menyerahkan senjata api kepada terduga teroris kelompok Abu Roban berinisial WM yang telah ditangkap sebelumnya pada Mei 2013.


Kepada WM, lanjut Herry, CC menyerahkan 250 butir peluru dan juga 10 pucuk senjata api pada saat itu. Menurutnya, WM pernah menggunakan senjata dari CC tersebut melakukan perampokan di Bank BCA Batujajar I, serta Kantor Pos dan Giro di Cibaduyut, untuk fa'i (dana jihad). "Senjata ini digunakan Wiliam Maksum (WM). Satu kepada kelompoknya Abu Roban, dan yang kedua bahwa senjata ini digunakan untuk fa'i atau curas (pencurian dengan kekerasan)," kata Herry, di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/9/2013).


Dalam penangkapan terhadap CC di daerah Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/9/2013), polisi juga menangkap KR yang juga seorang pengerajin senjata di Cipacing Bandung. Herry mengatakan CC bersama rekannya KR, juga memiliki kaitan dengan Phiong King Lay alias Kim Lay yang merupakan penyuplai senjata.


Kim Lay telah ditangkap aparat Polda Metro Jaya tekait penjualan senjata kepada kelompok teroris dan juga jaringan narkoba. "Kim Lay berkaitan dengan dua pelaku ini. Mereka kenal Kim Lay," ujar Herry.


Kim Lay pernah menjual senjata api kepada tersangka Iqbal Khusaeni alias Iqbal alias Iboy alias Rambo. Rambo merupakan eks teroris yang pernah menjalani penahanan di LP Cipinang tahun 2005 dalam kasus terorisme.


Kemudian, Kim Lay juga menjual senjata api rakitan kepada tersangka Danny Rusli jaringan narkoba yang kini ditahan di Rutan Salemba. Berdasarkan keterangan kedua pelaku, polisi mengatakan penjual senjata api semacam mereka cukup banyak. "Menurut penjelasan CC, orang-orang seperti CC ini masih ada dan dia bisa menyebutkan namanya. Untuk (seperti) KR juga banyak," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Slamet Ryanto.


Padahal, Cipacing sendiri terkenal dengan penjualan senjata angin. Namun tak jarang perakit atau pekerja di toko senapan angin di sana mengetahui cara membuat senjata api. "Di Cipacing ini, selain membuat senjata angin, rata-rata mempunyai (kemampuan membuat) senjata seperti ini (senpi). Menurut penjelasan, cukup dua hari untuk membuat senjata seperti ini," ujar Slamet.


Polisi menyatakan beberapa perajin mengembangkan kemampuan mereka dari membuat senapan angin menjadi senjata api. "Yang jelas ilmu yang dimiliki yang bersangkutan membuat senjata angin. (Tapi) Manusia itu kan berkembang. Mereka belajar otodidak (membuat senjata api)," ujar Slamet.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















5:16 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













5:15 PM | 0 komentar | Read More

Anas: Tak Ada Nama Saya di Audit Hambalang

Written By Unknown on Sunday, September 15, 2013 | 5:59 PM




Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, saat akan meluncurkan organisasi masyarakat (ormas) Rumah Pergerakan Indonesia, di kediamannya di Jakarta Timur, Minggu (15/9/2013). Anas bersama loyalisnya mendeklarasikan Ormas ini yang mengusung gerakan anti diskriminasi dalam bidang hukum, politik dan ekonomi. | TRIBUNNEWS/HERUDIN









JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum bersikukuh tidak menerima aliran dana dari PT Adhi Karya terkait proyek Hambalang. Anas menyebut namanya juga tidak masuk dalam audit tahap II proyek Hambalang yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Saya membaca hasil audit BPK, hasil Hambalang, dari dua kali audit itu kok tidak ada ya (nama saya)," kata Anas di kediamannya di Duren Sawit, Jakarta, Minggu (15/9/2013).

Saat ditegaskan kalau nama yang tidak ada dalam hasil audit tersebut belum tentu tidak terlibat, Anas kembali mengatakan namanya tidak ada dalam audit itu.

"Sudah baca belum auditnya, sudah lengkap bacanya termasuk ada aliran-aliran kan, ada tidak nama Anas di situ," tambahnya.

Sampai kapunpun, kata Anas, dia merasa yakin tidak menerima uang PT Adhi Karya dalam bentuk apa pun. Oleh karena itu, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Anas dalam menghadapi proses hukumnya di KPK.

"Enggak ada persiapan, ya begini saja. Karena saya sampai kapanpun saya yakini betul tidak ada duit Hambalang apalagi disebut ada Adhi Karya mengalir ke Anas dalam bentuk apa pun," ujarnya.

Bahkan, Anas meyakini statusnya sebagai tersangka takkan menghalangi langkahnya untuk tetap berkiprah di dunia politik, termasuk menjalankan organisasi masyarakat yang digagasnya, Perhimpunan Pergerakan Indonesia.

"Ini zaman modern kok di mana saja bisa, itu satu. Yang kedua, PI (Pergerakan Indonesia) ini tidak tergantung Anas. Ini tergantung teman-teman semua," tuturnya.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang sekitar Februari 2013, Anas belum ditahan KPK. Hingga kini, Anas mengaku belum menerima panggilan dari KPK untuk diperiksa sebagai tersangka. KPK menetapkan Anas sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek-proyek lain.




Editor : Caroline Damanik


















5:59 PM | 0 komentar | Read More

Meski Habis, Penjual Makanan Korea di Konser SNSD Tak Untung


Jakarta - Gelaran konser sekelas Girls' Generation World Tour Girls & Peace 2013 di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta Utara pada Sabtu (14/9) tentu menjadi lahan empuk untuk mendulang rupiah.


Salah satunya dengan membuka stand makanan Korea bagi para K-Pop mania.


"Habis sih habis, tapi enggak untung juga. Soalnya di sini jualnya lebih murah daripada di restoran," kata Manajer Area Han Gang Restaurant, Dewi, usai membereskan barang-barang di standnya, Sabtu.


Han Gang Restaurant sore ini menjual beberapa makanan Korea seperti Kimbap dan Shin Ramyeon. Stand Han Gang ramai diserbu para sone (sebutan untuk penggemar SNSD) sebelum konser dimulai.


Dewi mengatakan ia tak mau memasang harga yang sama dengan harga restoran. Tujuan Han Gang membuka stand di MEIS sebagai pengenalan produk (brand awarness) kepada para pecinta masakan korea.


"Misalnya Shin Ramyeon, itu di restoran harganya Rp 55.000 tapi di sini cuma Rp 30.000. Jadi memang bukan buat cari untung," tegas Dewi.


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Wang Xiaoli/Yu Yang Rebut Juara China Masters Pertama




Pebulu tangkis nomor ganda putri China, (dari kiri ke kanan) Tang Jinhua, Ma Jin, Yu Yang, Wang Xiaoli, menerima penghargaan sebagai juara (Wang/Yu) dan runner-up (Ma/Tang) pada Adidas China Masters Superseries 2013, di Changzhou, China, Minggu (15/9/2013). | SPORTS.SINA.COM








CHANGZHOU, KOMPAS.com — Unggulan pertama ganda putri, Wang Xiaoli/Yu Yang, berhasil merebut gelar juara Adidas China Masters Superseries 2013 seusai mengalahkan sesama wakil China, Ma Jin/Tang Jinhua, dengan straight game 21-17, 21-16, dalam 39 menit, pada babak final, di Changzhou, China, Minggu (15/9/2013).

Pertandingan langsung memanas di game pertama. Wang/Yu unggul tipis 11-10 pada setengah game, tapi Ma/Tang berhasil menyamakan angka hingga16 sama. Namun, Wang/Yu masih terlalu kuat untuk mereka. Juara Dunia 2013 ini pun menutup game pertama dengan 21-17.

Wang/Yu mengulang performa gemilang mereka di game kedua. Unggul jauh 14-5, mereka langsung menutup game kedua dengan 21-16.

Ini adalah gelar China Masters pertama untuk Wang/Yu. Tahun sebelumnya, mereka tak ikut berpartisipasi karena masih dalam masa skorsing usai Olimpiade 2012 di London. Mereka tak boleh mengikuti turnamen bulu tangkis hingga akhir tahun 2012.

Gelar juara juga berhasil direbut pemain China lainnya di nomor tunggal putri dan tunggal putra. Di tunggal putri, pemain muda mereka, Liu Xin, sukses merebut gelar juara seusai mengalahkan tunggal Thailand, Portntip Buranaprasertsuk.

Sementara itu, di nomor tunggal putra, Wang Zhengming, keluar sebagai juara setelah mengalahkan tunggal Korea, Son Wan-ho dengan rubber game 11-21, 21-14, 24-22.

China masih memiliki satu kesempatan merebut gelar di nomor ganda campuran. Zhang Nan/Zhao Yunlei yang merupakan unggulan kedua sedang bertanding melawan ganda Korea, Yoo Yeon-seong/Eom Hye-won.




Editor : Pipit Puspita Rini















5:46 PM | 0 komentar | Read More

Pemprov DKI Sediakan 7 Posisi CPNS untuk Kaum Difabel






JAKARTA, KOMPAS.com —
Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) DKI juga terbuka pada peserta difabel atau yang berkebutuhan khusus. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga mengatakan untuk tahun ini, Pemprov DKI menyediakan tujuh posisi untuk kaum difabel.

"Tahun ini, kami juga menerima sebanyak tujuh orang difabel," kata Made kepada Kompas.com, Minggu (15/7/2013).

Made mengatakan saat ini BKD DKI sedang mengkaji lebih lanjut terkait format penyelenggaraan tes untuk peserta difabel. Pasalnya, kertas dan alat yang dibutuhkan berbeda dengan tes biasa.

Lokasi tes juga dibedakan dengan peserta lainnya karena ada pengawasan khusus. Namun, penyelenggaraan tes bagi peserta difabel juga akan dilaksanakan secara bersamaan dengan tes umum.

Apabila syarat utama untuk dapat mengikuti tes CPNS bagi peserta umum adalah KTP, Ijazah, transkrip nilai, dan TOEFL minimal nilai 400, para peserta penyandang kebutuhan khusus hanya diberikan syarat KTP dan ijazah. Mereka tidak dikenakan syarat minimum Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) maupun TOEFL.

Adapun ketujuh formasi yang dapat dilamar oleh penyandang kebutuhan khusus, antara lain penyuluh Keluarga Berencana (KB), pranata komputer, pengadministrasi umum, operator komputer, pamong budaya, pustakawan, dan perancang peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, dari pendaftaran CPNS DKI yang telah dibuka sejak 12 September 2013 lalu, Made menyebutkan DKI telah menerima hampir belasan ribu pendaftar melalui sistem online. Angka itu belum termasuk pendaftar melalui PO BOX.

Setelah dinyatakan lolos registrasi online, akan dilaksanakan verifikasi, dan mereka yang lolos akan mengikuti uji kompetensi dan uji pengetahuan umum di komputer. Tahap tes, kata dia, akan diinformasikan lebih lanjut. Nantinya, Pemprov DKI akan menggunakan sekolah-sekolah yang ada di Jakarta untuk pelaksanaan ujian CPNS.

Pemprov DKI mengusulkan kepada Kemenpan-RB untuk mengalokasikan 20 persen bagi tenaga pendidik, 35 persen untuk tenaga kesehatan, dan 45 persen untuk tenaga teknis (tata kota, planologi, arsitektur), serta umum (sosial, politik, dan budaya). Tenaga pendidik akan dikhususkan untuk menjadi tenaga pengajar siswa sekolah dasar (SD).




Editor : Caroline Damanik







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











5:16 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













5:14 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger