Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Tak Memeluk Agama Islam, Regina 'Idol' Ikut Berpuasa

Written By Unknown on Thursday, July 11, 2013 | 5:54 PM


Jakarta - Meskipun bukan umat muslim dan tidak diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadan, Regina Inova tetap menghormati orang-orang yang berpuasa. Juara Indonesian Idol musim ke tujuh ini mengaku selalu berusaha menahan diri untuk tidak makan dan minum di depan orang-orang yang tengah berpuasa.


"Walaupun mereka bilang nggak apa-apa, tapi nggak enak juga kalau makan atau minum di depan mereka. Kecuali kalau memang lapar banget dan sudah waktunya makan siang. Aku pasti akan cari restoran yang tertutup yang memang dikhususkan untuk yang tidak berpuasa," kata Regina saat ditemui Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (10/7) malam.


Bahkan karena sempat memiliki pacar seorang muslim, Regina juga pernah ikut berpuasa.


"Sebagai bentuk toleransi, kadang aku juga ikutan berpuasa walaupun banyak yang gagalnya. Tapi kalau sudah niat sih biasanya berhasil sampai magrib," ujar penyanyi kelahiran Jakarta, 4 Desember 1986 ini.


Selain untuk menghargai pasangannya yang tengah berpuasa, Regina juga menjadikan puasa sebagai cara untuk berdiet.


"Kadang sih memang untuk sekalian menurunkan berat badan. Tapi parahnya waktu buka puasa makanku banyak banget. Jadi memang susah juga ya, karena puasa itu sebenarnya bukan hanya menahan haus dan lapar, tapi juga menahan amarah dan hawa nafsu, termasuk menahan nafsu makan yang berlebihan ketika buka puasa," ujarnya.


Regina juga mengaku sangat menikmati euforia di bulan Ramadan. Apalagi menjelang Lebaran karena mayoritas jalanan di Jakarta menjadi lebih lengang.


"Kalau bulan puasa itu biasanya banyak makanan yang enak-enak. Acara di televisi juga bagus-bagus, jadi sangat membantu kalau aku lagi susah tidur," ucap Regina yang baru saja merilis single keduanya berjudul Terlalu Indah.


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Stefan Bradl, Harapan Jerman untuk Meraih Kemenangan di Sachsenring





SAXONY, KOMPAS.com - Stefan Bradl memang belum pernah juara sejak naik ke kelas MotoGP pada 2012. Bahkan untuk naik podium pun belum. Tapi dia sudah berhasil mencatat beberapa sejarah, termasuk di GP Belanda, dua pekan lalu, dengan memulai balapan dari baris terdepan.

Tahun lalu pebalap Jerman ini finis di urutan delapan klasemen sementara, setelah musim sebelumnya juara di kelas Moto2.

Pekan ini, dia akan menjalani balapan kandang di Sirkuit Sachsenring. Tahun lalu di sirkuit ini, pebalap 23 tahun tersebut berhasil finis kelima. Dia berharap bisa meraih hasil bagus, kali ini.

Berikut, fakta seputar Bradl yang membuatnya layak untuk diperhitungkan.

1. Di Mugello 2012, Bardl berhasil finis keempat atau yang terbaik bagi pebalap Jerman di kelas primer, sejak 1989 ketika Michael Rudroff naik podium yang juga terjadi di Mugello. Tapi ketika itu balapan tidak diikuti para pebalap papan atas yang melakukan aksi boikot karena alasan keselamatan.

Pebalap Jerman terakhir yang finis lima besar di balapan yang tidak diboikot adalah Dieter Braun yang finis di belakang Phil Read dan Giacomo Agostini di Sirkuit Spa, Belgia 1974.

2. Bradl mengoleksi 135 poin pada musim pertamanya di kelas primer, 2012. Ini adalah nilai tertinggi yang pernah dikumpulkan pebalap Jerman dalam satu musim, sebagai rookie.

3. Bradl menutup musim lalu dengan berada di urutan delapan, atau yang terbaik sejak 1974 ketika Dieter Braun menutup musim dengan berada di urutan tujuh.

4. Suksen Bradl start dari posisi tiga besar pada GP Belanda, merupakan yang pertama diraih pebalap Jerman sepanjang sejarah. Prestasi terbaik sebelumnya adalah start dari posisi empat oleh Ralf Waldmann di Brno, Ceko 1998, di mana pada masa itu empat pebalap teratas menempati baris terdepan pada starting grid.

Bradl saat ini berada di peringkat tujuh klasemen sementara, tertinggal 14 poin dari pebalap Ducati, Andrea Dovizioso.




Editor : Pipit Puspita Rini















5:46 PM | 0 komentar | Read More

Bosan Awasi Tanah Abang, Satpol PP Minta Jokowi Turun Tangan






JAKARTA, KOMPAS.com - Kewajiban menjaga Pedagang Kaki Lima (PKL) di Tanah Abang menurut para anggota Satpol PP adalah rutinitas yang paling membosankan. Menurut mereka, sudah saatnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo turun langsung.

"Kita sebenarnya kalau dibilang capek sih enggak, tapi kalau bete kayaknya iya. Mau sampai kapan kayak gini. Mungkin dengan kewibawaan pejabat, ya kayak Pak Gubernur-lah, PKL-PKL itu mau nurut," keluh salah seorang anggota Satpol PP Bambang, saat dijumpai di depan Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2013).

Bambang mengatakan, dia mengaku serba salah berhadapan dengan para PKL. Menurutnya, PKL selalu beralasan, jika berjualan di dalam mereka merugi dan alasan itulah yang selalu dijadikan senjata meluluhkan para anggota Satpol PP.

"Mereka bilang, kami kalau di dalam enggak laku, Bang. Saya kadang-kadang enggak tega juga," ungkapnya.

Hal yang tak jauh berbeda juga diungkapkan Harry, anggota Satpol PP lainnya. Dia mempertanyakan sampai kapan aktifitas menjaga PKL itu mereka lakukan. Bahkan dalam satu kali shift, mereka berjaga selama 24 jam non-stop.

"Kami baru jaga tadi pagi, ini 24 jam sampai besok baru gantian lagi. Lusa giliran kami lagi. Selama puasa ya, buka sahur di sini," katanya.

Harry berharap, Jokowi segera datang ke Tanah Abang. Menurutnya, mungkin dengan kehadiran DKI 1 tersebut, PKL menjadi patuh untuk masuk ke dalam pasar dan tidak kembali lagi ke jalan.

"Ya, mungkin dengan kewibawaannya Pak Jokowi, mereka (PKL) patuh. Kita jujur aja capek juga, gini-gini aja. Tertibin muncul lagi tertibin muncul lagi," harap Harry.

Kawasan Tanah Abang adalah salah satu kawasan di Jakarta, selain Pasar Minggu dan Jatinegara, yang menjadi fokus pembenahan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ketiga kawasan tersebut merupakan kawasan macet yang lebih banyak dikarenakan kesemrawutan PKL yang berjualan di badan jalan.

Khusus di Tanah Abang, PKL kawasan ini pertama kali ditertibkan pada Rabu (5/6/2013). Pasca-ditertibkan, PKL kembali lagi memenuhi badan jalan, khususnya di Jalan Kebon Jati dan hal itu sudah berlangsung beberapa kali.

Tercatat, Satpol PP sudah beberapa kali menertibkan PKL di sana. Bahkan sampai hari ini, total sudah ketujuh kalinya Satpol PP menertibkan PKL di kawasan tersebut.

Pengamatan Kompas.com saat memasuki bangunan Pasar Blok A dan Blok G, terdapat ratusan kios yang kosong tak ditempati di kedua bangunan pasar tersebut. Alasan kurangnya minat pembeli dan menurunnya omzet menjadi alasan PKL enggan menempati kios di dalam pasar.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















5:16 PM | 0 komentar | Read More

MUI: Ramadhan, Jangan Politisasi Masjid

Written By Unknown on Wednesday, July 10, 2013 | 5:59 PM



Siswa SMAN 3 Banda Aceh melakukan aksi teaterikal dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (6/7/2013). | SERAMBI INDONESIA / BUDI FATRIA






JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharapkan masjid tidak digunakan untuk kegiatan politik ketika Ramadhan.

”Masjid jangan dipolitisasi. Kalau mau melakukan kegiatan partai, sebaiknya jangan di masjid karena di masjid itu terdiri dari banyak orang dengan partai berbeda-beda pula,” ujar Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, di Jakarta, Selasa (9/7/2013).

Ma’ruf mengatakan, tahun 2013 akan makin banyak politisi yang berebut simpati dengan mendatangi masjid-masjid karena Pemilu 2014 makin dekat. ”Politisi, terutama para caleg, jangan menggunakan masjid untuk kampanye,” katanya.

MUI juga menyerukan kepada umat Islam untuk tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan, termasuk perbedaan paham keagamaan. Selain itu, katanya, MUI juga akan melakukan pantauan terhadap tayangan stasiun televisi dan radio dan mengharapkan media massa tidak menyiarkan tayangan yang bermuatan ramalan, kekerasan, lawakan berlebihan serta cara berpakaian yang tidak sesuai.

”MUI juga menyerukan kepada segenap umat Islam untuk membacakan qunut nazillah untuk keselamatan bangsa dan dunia Islam,” ujarnya.


Editor : Hindra Liauw











Ada 14 Komentar untuk artikel ini


















5:59 PM | 0 komentar | Read More

Kimi Raikkonen Tak Buru-buru Tentukan Pilihan





KOMPAS.com - Setelah Mark Webber, kini giliran Kimi Raikkonen yang jadi perhatian media, seputar di mana dia akan berlabuh musim depan. Spekulasi pun bermunculan.

Pebalap Finlandia ini dikabarkan akan menggantikan Webber di Red Bull. Pekan lalu, Webber menyatakan kepastiannya untuk meninggalkan Formula 1 dan ikut sportscars mulai musim 2014.

Tapi Raikkonen bertahan tidak akan buru-buru membuat keputusan. Dia harus mempertimbangkan baik-baik apakah akan lebih baik jika dia berpartner dengan Sebastian Vettel di Red Bull, atau bertahan di timnya saat ini, Lotus.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa mendatang. Keputusan pada akhirnya akan dibuat, sampai itu terjadi, tidak ada yang bisa dibicarakan.

"Saya pasti akan berbicara jika tahu sesuatu. Tapi untuk sekarang, sama sekali belum ada keputusan untuk tahun depan, dan akan kita lihat nanti.

"Tentu saja, saat kami tahu, akan kami katatan. Tapi saya tidak ada paksaan untuk membuat keputusan itu saat ini. Sudah pasti saya akan mencoba membuat keputusan yang tepat untuk diri saya, tapi ini tergantung pada banyak hal.

"Tahun depan peraturan berubah dan beberapa hal lain, jadi, ini bisa jadi keputusan yang benar atau salah. Apapun yang akan terjadi, saya akan hidup dengan itu dan akan baik-baik saja. Kita akan lihat saat itu terjadi," jelas Raikkonen.

Vettel yang baru saja menjuarai GP Jerman untuk kali pertama, akhir pekan kemarin, memberi komentar seputar kemungkinan berada di tim yang sama dengan Raikkonen.

"Saya tidak akan keberatan, tapi, pada akhrinya sudah jelas ini bukan keputusan saya. Saya punya hubungan yang baik dengan tim dan sejujurnya kami sudah membicarakan masalah ini, tapi belum detail. Saya rasa tidak ada tekanan bagi tim untuk membuat keputusan atas apapun. Paling tidak, itu yang mereka katakan pada saya.

"Saya rasa, saya berhubungan cukup baik dengan Kimi. Kami tidak pernah punya masalah di lintasan, meski jika satu hari kami mungkin akan bertabrakan, yang memang bisa terjdi. Lalu kami akan membicarakan hal tersebut seperti orang dewasa. Paling tidak, saya pikir itulah hubungan saya dengan Kim.

"Saya rasa, di satu sisi ini memang aneh. Saya dulu melihat Kimi saat masih bersama McLaren selama beberapa tahun dan mencoba memberi Michael (Schumacher) tekanan, tapi McLaren-nya rusak beberapa kali.

"Kini sejak dia kembali, saya membalap bersama dia lagi dan tidak usah diragukan, saat kualifikasi, balapan, dia melakukan tugasnya dengan sangat baik dan meraih hasil maksimal.

"Pada akhirnya, itulah tugas kami. Dia bagus dengan apa yang dia lakukan. Itu pendapat saya..," papar Vettel.

Raikkonen membalap untuk McLaren selama lima tahun, dari 2002 hingga 2006. Tahun 2007 dia beralih ke Ferrari dan keluar sebagai juara dunia. Tahun 2010 dan 2011 dia meninggalkan Formula 1 dan ikut reli dunia.

Tahun 2012 dia kembali ke F1, dan ini adalah tahun kedua dia bergabung dengan Lotus.




Editor : Pipit Puspita Rini















5:46 PM | 0 komentar | Read More

Satpol PP DKI Tanpa Pentungan Razia PMKS dan Tempat Hiburan






JAKARTA, KOMPAS.com — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta akan melakukan razia petasan, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), dan tempat hiburan selama Ramadhan. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso menegaskan bawahannya tidak akan membawa pentungan dan tameng.

"Anda bisa lihat, tidak ada satu pun pentungan dan tameng yang kami bawa dan kami pakai," kata Kukuh di Balaikota Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Pentungan dan tameng, kata dia, merupakan pilihan terakhir apabila ia menemukan perlawanan dari pihak yang dirazia, misalnya, apabila dalam penertiban perusahaan minuman keras pengusaha itu membawa golok maupun senjata tajam lainnya. Maka, menurut Kukuh, personel Satpol PP tidak mungkin melawan menggunakan tangan kosong.

"Kami juga tidak mau mati konyol. Tapi, sejauh ini, kami tidak pernah membawa pentungan dan tameng. Kami selalu berkoordinasi dengan pengamanan dalam untuk melaporkan apakah kita perlu membawa pentungan atau tidak," kata Kukuh.

Untuk melakukan penertiban selama Ramadhan, Satpol PP juga bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Dukcapil, dan Dinas Parisiwata Kebudayaan DKI.

Saat ditemui dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memaklumi apabila personel Satpol PP masih kerap membawa pentungan dan tameng. Hanya, satu hal yang perlu ditekankan, kata dia, sifat personel Satpol PP yang manusiawi tetapi tegas.

"Kalau mau ketok-ketok pintu, pakai pentungan boleh dong. Yang kita minta dari Satpol PP itu tegas tapi manusiawi. Tapi, untuk pelengkap dan pengamanan diri, dia harus membawa pentungan itu," kata Basuki.




Editor : Ana Shofiana Syatiri




















5:16 PM | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


5:14 PM | 0 komentar | Read More

Menag: Pulangkan Warga Syiah Mudah dan Murah, tapi...

Written By Unknown on Tuesday, July 9, 2013 | 5:59 PM





JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, memulangkan warga Syiah di Sampang, Madura, ke kampung halaman mereka tidak mungkin dilakukan. Pasalnya, kepolisian tidak bisa menjamin keamanan mereka.


Menurut Suryadharma, sebenarnya, memulangkan mereka ke kampung halaman merupakan opsi yang paling mudah dan murah. Hitungannya, membangun kembali satu rumah hanya butuh sekitar Rp 10 juta lantaran rumahnya rata-rata terbuat dari tiang kayu, dinding bilik, dan atap rumbia.


"Kalau bangunkan kembali rumah itu paling-paling Rp 10 juta, plus uang macam-macam jadi Rp 20 juta. Kalau dikali 100 rumah jadi Rp 2 miliar. Kecil buat negara. Dana yang sudah kita keluarkan banyak sekali, lebih dari itu karena tinggal di GOR," kata Suryadharma di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (9/7/2013).


Suryadharma menambahkan, tidak mungkin mereka terus tinggal di GOR karena tidak manusiawi. Namun, mereka tidak mungkin juga kembali karena masyarakat setempat sudah menolak warga Syiah kembali.


"(Kalau kembali) bagaimana keamanannya? Apakah kepolisian harus menjaga setiap rumah, setiap orang selama 24 jam? Pihak keamanan tidak sanggup mengamankan mereka karena ancaman seperti itu," kata politisi PPP itu.


Memindahkan mereka dari GOR ke Puspa Agro Jemundo di Sidoarjo, tambah Suryadharma, karena alasan kemanusiaan. GOR, kata dia, bukan tempat tinggal, tetapi dipakai untuk tidur sekeluarga hingga hubungan intim suami istri.


"Sangat tidak manusiawi. Apakah itu akan diteruskan? Kalau di Perumahan Puspa Agro lebih manusiawi, ada kamar-kamar. Kita bukan memaksa mereka, tapi karena kemanusiaan. Kalau mereka pulang, terjadi peristiwa (penyerangan) lagi, nanti disebut pemerintah membiarkan, tidak bisa menjaga keamanan. Jadi, kami punya alasan kenapa mereka dipindahkan," pungkasnya.


Seperti diberitakan, warga Syiah di Sampang menolak direlokasi dan terus menuntut pemerintah mengembalikan ke tanah leluhurnya. Sebagian di antara mereka bahkan sampai bersepeda ke Jakarta dan berkali-kali melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Presiden.





Editor : Hindra Liauw


















5:59 PM | 0 komentar | Read More

Orang Ketiga, Penyebab Kandasnya Cinta Chika Jessica-Ade Govinda


Jakarta - Rumor tentang putusnya hubungan asmara antara artis Chika Jessica dengan gitaris Govinda, Ade Nurulianto, akhirnya terjawab. Hubungan yang telah dibina selama 2 tahun itu putus dikarenakan adanya orang ketiga dalam hubungan mereka.


Ade "Govinda" dituduh berselingkuh dengan seorang gadis bernama Ananda. Hal itu diungkapkan Chika saat menggelar jumpa pers terkait rumor kandasnya hubungan mereka di sebuah kafe di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (8/7) malam.


"Namanya orang pasti ada salah ya, masalah aku putus sama pasangan aku (Ade Govinda) enggak apa-apa, mungkin jalannya sudah kayak begini," ujar Chika.


Meski hubungan asmaranya baru kandas, tak tersirat raut kesedihan dari Chika saat menggelar jumpa pers tersebut. Nada suara dan ekspresi wajah Chika justru terlihat ikhlas menerima putusnya hubungan cinta itu.


"Jujur, aku sebenarnya kecewa. Karena aku sudah dibohongi sama dia (Ade), karena selama kita menjalani hubungan ini dia komitmennya mau aku selalu jujur. Makanya aku kecewa banget. Tapi sudahlah, kan sudah putus juga, mungkin ini jalan yang terbaik," terang pemain film "Merantau" itu.


Chika menjelaskan bahwa kandasnya hubungan mereka karena Chika dikirimi beberapa foto dari seorang wanita yang mengaku punya hubungan dengan sang gitaris band Govinda itu.


"Aku tahunya Ade selingkuh karena ada seorang wanita yang mengirim foto kemesraan antara dirinya dengan Ade. Awalnya aku pikir dia cuma fans aja. Ketika dia terus menerus kirim foto, aku coba cari tahu. Makanya, ketika tahu (tentang hubungan mereka), ya udah kita selesai," kata Chika.


5:55 PM | 0 komentar | Read More

Crutchlow: Marquez Seperti Kucing





KOMPAS.com - Cal Crutclow jelas berhasil menarik perhatian para pecinta MotoGP musim ini. Tergabung di tim satelit, pebalap Inggris ini berhasil mengusik dominasi para pebalap dari tim pabrikan.

Tapi Crutchlow sadar, bintang MotoGP saat ini bukanlah dia, tapi rookie yang kini memperkuat Honda, Marc Marquez. Di musim pertamanya, Marquez sudah mencatat beberapa hasil sensasional, termasuk jadi pebalap termuda yang menjuarai kelas primer.

Crutclow menyebut rider yang punya gaya balap cukup ekstrim tersebut sebagai pesaing terkuat musim ini. Dia mengomentari penampilan Marquez saat masih di kelas Moto2, musim lalu.

"Motor (Moto2) Marquez lebih buruk dari motor (Pol) Espargaro. Tidak ada pebalap Suter yang lebih dari dia dan tidak ada pebalap lain yang bisa melakukan apa yang dia lakukan dengan motor itu," tegas Crutchlow.

Bahkan, Crutchlow menyebut Marquez sebagai rider terbaik saat ini. "Kamu hanya melihat pebalap seperti Marquez datang setiap 15 tahun dan rider yang sebelumnya adalah Valentino (Rossi)," tambahnya.

"Lihat saat di Mugello (ketika Marquez jatuh di lintasan lurus), tidak ada pebalap lain yang berpikir untuk memiringkan motor, memposisikannya di antaranya dirinya dan tembok.

"Di pintar. Dia seperti saat kamu menjatuhkan kucing dan dia selalu mendarat dengan kakinya terlebih dahulu. Seperti itu dan ini luar biasa. Tapi itulah keahlian khususnya," papar rider Yamaha Tech 3 tersebut.

"Saya ingat salah satu orang yang saya temui di Showa ketika saya bekerja dengannya di pabrik Honda (BSB). Saya bertanya padanya, 'siapa pebalap terbaik yang pernah bekerja bersama kamu?' Dia pernah bekerja bersama Valentino, Colin (Edwards), Max (BIaggi), dan banyak lagi di Suzuka 8 Hours dan beberapa hal lainnya.

"Dia menjawab 'Marc Marquez', yang ketika itu masih berusia 14 atau 15 tahun. Dia mengatakan Marquez lebih dari sekadar hebat, dan memberi masukan yang terbaik," lanjut Crutchlow.

Dari tujuh seri yang sudah berjalan musim ini, Marquez selalu berhasil naik podim, kecuali ketika mendapat kecelakaan dan gagal finis di GP Italia.




Editor : Pipit Puspita Rini















5:46 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger