Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Susno Sibuk di Parpol, Ini Komentar Jaksa Agung

Written By Unknown on Monday, April 8, 2013 | 5:59 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Terpidana Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji tengah sibuk di dunia politik setelah bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB). Bahkan, Susno mengaku siap maju sebagai calon legislatif untuk pemilu 2014. Padahal, saat ini Kejaksaan dalam proses untuk mengeksekusi dirinya.


Bagaimana tanggapan pihak Kejaksaan? "Kita harus pisahkan. Untuk (masuk) parpol, itu hak dia sebagai warga negara. Kita dari sisi hukum, jaksa tentu akan melaksanakan proses eksekusi itu sendiri," kata Jaksa Agung Basrief Arief di Jakarta, Senin (8/4/2013).


Basrief mengaku belum tahu perkembangan proses eksekusi Susno. Menurut dia, semua itu diurus oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Hanya saja, Basrief meminta Susno taat hukum.


Seperti diberitakan, pada 22 November 2012 , Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan Susno. Melalui kuasa hukumnya, Susno menggunakan beragam dalih untuk menolak eksekusi. Dari mempermasalahkan peraturan perundangan, tanda tangan dalam surat eksekusi, hingga kembali mempersoalkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.


Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan Susno bersalah dalam dua perkara korupsi, yakni kasus penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan kasus dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 . Dalam kasus PT SAL, Susno terbukti bersalah menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat Kepala Bareskrim Polri dengan menerima hadiah Rp 500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus tersebut.


Adapun dalam kasus Pilkada Jabar, Susno yang saat itu menjabat Kepala Polda Jabar dinyatakan bersalah memotong dana pengamanan sebesar Rp 4,2 miliar untuk kepentingan pribadi. Susno yang telah pensiun dari Polri Juli 2012 itu, mengajukan banding, tetapi ditolak oleh Pengadilan Tinggi Jakarta sehingga dia tetap dihukum 3 tahun 6 bulan penjara.


Meski berpendapat putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta itu cacat hukum, tetapi kasasi tetap diajukan ke MA. Putusan kasasi pun menyatakan menolak permohonan Susno, tapi sampai sekarang tak ada eksekusi untuk Susno.


Dalam putusan MA yang diterimanya pada 11 Februari 2013 , menurut pihak Susno, hanya tertulis MA menolak kasasi terdakwa Susno dan membebankan biaya perkara Rp 2.500.












5:59 PM | 0 komentar | Read More

DPR Desak Pemerintah Konfirmasi Penjualan Blitz Megaplex


Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak pemerintah untuk mengkonfirmasi dugaan penjualan Blitz Megaplex ke perusahaan asal Korea, CJ CGV. Sebab, bioskop merupakan sektor usaha yang tidak boleh dimasuki modal asing sesuai Daftar Negatif Investasi (DNI) yang berlaku saat ini.


"Kalau terbukti, maka harus ada sanksi tegas, karena bioskop masih masuk dalam DNI," ujar Anggota Komisi X DPR RI, Deddy Gumelar di Jakarta, Senin (8/4).


Sebagaimana diketahui, pekan lalu beredar kabar jika Blitz Megaplex disinyalir telah dijual ke konglomerat hiburan asal Korea Selatan, CJ CGV. Hal itu tampak dari adanya perombakan direksi Blitz.


Saat ini mayoritas kursi direksi, termasuk COO dan CFO, diisi ekspatriat asal Korea. Bahkan CEO Blitz yang baru adalah mantan Chief Representative di CJ CGV Greater China. Selain itu, sejak akhir 2012, sudah masuk sembilan orang Korea ke manajemen Blitz.


Deddy menyampaikan, pemerintah tidak pernah mencabut Peraturan Presiden (Perpres) 36/ 2010, sehingga belum mengeluarkan bioskop dari DNI.


"Berarti, pemerintah tidak melepas gedung bioskop, yang merupakan rumah budaya, kepada investor asing. Kalau benar Blitz dijual kepada investor Korea, itu jelas pelanggaran. Mestinya pembelian tersebut harus seizin Mendag, BKPM dan Kemenparekraf," tegas politisi yang akrab disapa Miing tersebut.


Menurutnya, dari awal DPR sudah memberikan peringatan kepada Kemenparekraf, BKPM, dan lembaga terkait agar tidak mengluarkan izin bagi masuknya modal asing di wilayah bioskop dan kebudayaan. Sebab, bioskop merupakan rumah budaya dan sektor yang unik, karena itu perlakuannya pun berbeda dengan sektor lainnya, dan tidak boleh dimasuki pemodal asing.


"Artinya, jika Blitz telah menjual bioskopnya kepada CJ CGV, maka film Korea dipastikan menguasai pangsa pasar Indonesia dan film Indonesia akan tersisihkan di rumahnya sendiri. Bagaimana menolong Hanung Bramantyo dan sineas lainnya?" ujar politisi PDIP tersebut.


Selain itu, lanjut Deddy, yang paling berbahaya adalah efek film tersebut yang bisa mendoktrin remaja sehingga bisa meniru budaya negeri gingseng dan meninggalkan budaya Indonesia.


Saat ini saja, menurut dia, fenomena Gangnam Style dan film Korea menimbulkan trend dan budaya baru bagi remaja Indonesia. "Sedihnya, para remaja kita lebih bangga mengekspresikan budaya Korea daripada budaya sendiri," kata Deddy.


Ditegaskannya, membeli Blitz tidak memberikan keuntungan signifikan bagi Korea. Namun, menurut Deddy, itu bukanlah tujuan utama.


"Tujuannya adalah invasi budaya, sehingga berbagai produk, budaya, dan segala hal yang berbau Korea laku di negeri ini. Sebenarnya berapa sih marjin keuntungan Korea sehinggga membeli Blitz? Tidak seberapa untungnya. Tapi ini menguntungkan bagi Korea dan merugikan Indonesia. Korea tahu Indonesia tidak punya strategi kebudayaan, sehingga Korea masuk," pungkasnya.


Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Abdul Hakam Naja mengatakan, penegakan aturan harus menjadi dilakukan. "Aturan harus ditegakkan, karena masuk daftar DNI, BKPM harus ambil tindakan dan tegas menegakkan aturan. Kalau langgar aturan, itu tidak bisa," tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.


Menurutnya, penanaman modal asing harus mendapat persetujuan dari BKPM, yang sampai saat ini belum mengeluarkan bioskop dari DNI. Dia membenarkan, sudah lama Blitz mengalami kesulitan dana untuk mengembangkan usaha perbioskopan tanah air.


Blitz sudah menawarkan kepada sejumlah perusahaan di dalam negeri, tapi tidak ada yang mau mengakuisisi. "Tapi kalau sekarang menabrak aturan, itu tidak bisa ditolerir," katanya.


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Rossi Membuat MotoGP "Hidup" Lagi


KOMPAS.com — Dalam dua musim terakhir setelah Valentino Rossi berpisah dengan Yamaha, MotoGP nyaris tanpa gereget. Ibarat sayur tanpa garam, perhelatan adu kecepatan "kuda besi" ini terasa hambar karena nyaris hanya mengandalkan kecepatan semata, meskipun keterampilan individu tetap jadi hal utama.


Rossi, yang sebelumnya selalu menyuguhkan aksi memukau nan menghibur, tak bisa berbuat banyak. Ducati Desmosedici yang dikendarainya tak mampu bersaing dengan dua pabrikan Jepang, Honda dan Yamaha, yang tampil dominan. Tak heran gelar juara dunia 2011 jatuh ke tangan Casey Stoner (Repsol Honda), dan gelar 2012 diraih Jorge Lorenzo (Yamaha), sedangkan Rossi hanya tiga kali naik podium dalam dua musim itu (tanpa pernah meraih kemenangan).


Di awal musim 2013, Rossi memutuskan untuk kembali bergabung dengan Yamaha, tim yang pernah membawanya meraih empat gelar juara dunia MotoGP. Ternyata performa "The Doctor" bisa meningkat lagi, meskipun dia sendiri mengakui belum memiliki level setinggi Lorenzo dan Dani Pedrosa, yang musim lalu menjadi runner-up.


Ini membuat bos Yamaha, Lin Jarvis, sangat antusias. Dia pun secara gamblang mengakui bahwa kembalinya Rossi bersama YZR-M1 yang kompetitif akan membuat MotoGP lebih menarik dan menghibur.


"Hadirnya Valentino yang kembali menunggang motor kompetitif merupakan hal yang bagus bagi olahraga ini, bagi kami, dan juga baginya," ujar Jarvis, awal pekan lalu.


Ternyata harapan Jarvis dalam petikan pernyataan itu benar-benar terbukti. Seri pembuka MotoGP 2013 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (7/4/2013) malam waktu setempat atau Senin (8/4) dini hari waktu Indonesia, menjadi arena pertunjukan Rossi sebagai seorang entertainer sejati di trek balapan. Pertunjukan itu kian menarik dengan kehadiran rookie MotoGP yang digadang-gadang bakal jadi raja kelas premier, Marc Marquez.


Ya, Rossi dan Marquez menjadi bintang GP Qatar. Memang, Lorenzo adalah pemenang lomba malam hari itu, tetapi aksi menegangkan dan seru terjadi antara Rossi, si veteran, dan Marquez, si yunior yang mengidolakannya.


Baik Rossi maupun Marquez sempat tercecer di urutan kedelapan saat lap pertama. Marquez yang start dari urutan keenam turun dua strip jelang tikungan pertama, sedangkan Rossi yang start dari urutan ketujuh membuat kesalahan kecil karena melebar saat menyalip pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, untuk naik ke urutan keempat, yang membuatnya melorot empat posisi.


Namun, inilah awal dari pertunjukan dua pebalap penuh keterampilan tersebut. Marquez lebih dulu menyodok ke urutan ketiga, bahkan sukses mengalahkan rekan setimnya, Dani Pedrosa, untuk merebut posisi kedua. Sementara itu, Rossi harus berjibaku di kelompok yang memperebutkan posisi kelima, yang waktu itu ditempati pebalap LCR Honda, Stefan Bradl.


Setelah berlangsung selama delapan lap, Rossi berhasil menyalip Bradl. "The Doctor" pun memulai misi untuk mengejar podium, meskipun peluang sangat kecil mengingat tiga pebalap di depannya, Marquez, Pedrosa, dan Cal Crutchlow, cukup cepat dan sudah memimpin lebih dari empat detik.


Pelan tapi pasti, Rossi terus memangkas gap dengan Crutchlow. Setelah melewati pebalap Yamaha Tech 3 ini, Rossi tak perlu waktu lama untuk melewati Pedrosa di urutan ketiga, sebelum memberikan ancaman kepada Marquez.


Pertarungan dengan juara bertahan Moto2 ini menyita perhatian. Publik seolah-olah tak peduli lagi dengan Lorenzo, yang sudah terlalu jauh memimpin. Saat balapan tersisa dua lap lagi, Rossi menyalip Marquez. Tak lama berselang, pebalap berusia 20 tahun itu kembali mengalahkan Rossi di lintasan lurus menjelang tikungan.


Namun, pengalaman dan mental juara yang dimiliki membuat Rossi bisa mengatasi situasi. Peraih sembilan gelar juara dunia Grand Prix ini dengan tenang kembali melewati Marquez di tikungan, dan sukses mempertahankan posisinya tersebut hingga menyentuh garis finis dengan keunggulan 0,211 detik (sedangkan Lorenzo unggul 5,990 detik atas Rossi).


Memang, ini baru seri pembuka. Namun, apa yang diperlihatkan Rossi dan Marquez menjanjikan tontonan menarik pada seri-seri berikutnya mengingat kedua pebalap ini kompetitif untuk bersaing dengan Lorenzo dan Pedrosa, yang menjadi favorit juara dunia 2013.


Apa yang dilakukan Rossi ini mengingatkan kembali penampilannya pada musim-musim, baik ketika dia membela Honda maupun Yamaha. Waktu itu, Rossi selalu mengundang decak kagum dengan aksi-aksinya yang menghibur dalam pertarungan dengan para rival, termasuk dengan Lorenzo ketika mereka masih satu tim pada 2010, serta dengan Stoner yang sudah pensiun pada akhir musim lalu, di Laguna Seca.


Rossi pun memiliki cerita dan rivalitas yang tinggi dengan para pebalap di generasinya, yaitu Max Biaggi dan Sete Gibernau. Di setiap balapan, dia selalu memperlihatkan aksi salip-menyalip dengan dua pebalap itu, yang kini sudah pensiun.






Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo









5:46 PM | 0 komentar | Read More

Pemerkosa ESR Pelajar Hingga Pengangguran


JAKARTA, KOMPAS.com — Lima dari tujuh tersangka pemerkosa siswi SMP di Jakarta Timur berinisial ESR (13) telah tertangkap pada Sabtu (6/4/2013) . Para pelaku diketahui masih pelajar dan pemuda penganggur.


"Dari penyidikan, tersangka pemerkosa itu ada tujuh orang. Dari lima orang yang kami tangkap di antaranya ada pelajar hingga penganggur," ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Mulyadi Kaharni dalam konferensi persnya, Senin.


Ia menuturkan, lima tersangka yang ditangkap masing-masing bernama G atau Geovani (19) pelajar SMK, MY atau Muryamin pelajar SMK, IL atau Ilham (21) mahasiswa semester IV STMIK Tunas Bangsa, MF atau Muhammad Firdaus (20) karyawan Alfamart, dan RS atau Recky Sujianto (17) penganggur. Sementara dua tersangka lain, Rian dan Irfan, tengah dalam pengejaran aparat kepolisian.


Kelima tersangka, ujar Mulyadi, ditangkap tanpa perlawanan pada Sabtu. Tiga tersangka pertama ditangkap di kediamannya di bilangan Condet, Jakarta Timur, sementara dua tersangka lain ditangkap di kediamannya di Citayem, Depok, Jawa Barat.


Penangkapan tersangka berdasarkan laporan seorang wanita berinisial S pada 6 Maret 2013. S melaporkan bahwa putrinya, ESR, telah diperkosa oleh gerombolan pemuda yang salah satunya dikenal melalui sosial media Facebook.


"Kejadiannya terjadi tanggal 1 Maret 2013. Tersangka IL yang kenal dengan korban melalui Facebook mengajak bertemu dengan iming-iming diberi ponsel Blackberry," ujarnya.


Saat bertemu di tempat tongkrongan, ESR dicekoki minuman keras hingga tak sadarkan diri. Ilham kemudian membawa ESR ke kontrakan milik Rian di bilangan Condet, Jakarta Timur. Di kontrakan tersebut, siswi SMP itu disetubuhi oleh para tersangka. Tak hanya itu, malam selanjutnya, ESR dibawa ke rumah Muryamin dan kembali disetubuhi.


Sejak 1 Maret 2013, ESR baru pulang ke rumah tanggal 5 Maret 2013 subuh saat bertemu dengan saudaranya bernama Dimas yang ditugaskan mencari ESR. Keesokan harinya, gadis malang itu ditemani sang ibunda melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur.


Kini, lima tersangka masih menjalani pemeriksaan secara intensif di ruang Satuan Reserse dan Kriminal. Sementara dua tersangka lain tengah dalam pengejaran aparat kepolisian. Kelima tersangka dikenai Pasal 81 Nomor 23 tahun 2002 Undang-Undang Perlindungan Anak.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri









5:16 PM | 0 komentar | Read More

Kemenhub Usul Ada Operator Kereta Api Ekonomi





Kemenhub Usul Ada Operator Kereta Api Ekonomi





Senin, 8 April 2013 | 16:59 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan, layanan kereta api khusus ekonomi ada di bawah satu Perusahaan Umum (Perum) yang berdiri sendiri dan terpisah dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).


Usul ini disampaikan oleh Tundjung Inderawan, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub. Selain pembuatan Perum KA kelas Ekonomi, Tundjung mengusulkan, ada otoritas perkeretaapian di Indonesia, badan yang mengurus sarana dan pra sarana kereta api.


"Idealnya memang seperti itu, ada otoritas perkeretaapian sendiri, badan sarana dan pra sarana, dan ada Perum kereta api khusus ekonomi,” kata ujar Tundjung kepada wartawan dalam Diskusi tentang Perkeretaapian Jabodetabek di Hotel Millenium, Jakarta, Senin (8/4/2013).


Namun, untuk mendirikan kedua lembaga itu, maka pemerintah menurut Tundjung mesti merevisi Undang-undang perkeretaapian. Ia bilang, pemberian dana infrastructure maintenance and operation (IMO) bisa diberikan ke otoritas yang mengatur prasarana.


Sedangkan dana public service obligation (PSO) bisa diberikan kepada perum kereta api Ekonomi. Fungsi lain dari terpisahnya pengelolaan kereta api ekonomi ini, kata Tundjung, diharapkan bisa mengundang  investor berinvestasi.


"Pihak swasta bisa masuk untuk mengelola sarana kereta api karena kembali modalnya dapat lebih cepat," jelas Tundjung. (Oginawa R Prayogo/Kontan)





Sumber :


KONTAN



Editor :


Erlangga Djumena
















5:14 PM | 0 komentar | Read More

Pembocor Sprindik Anas: Ada Sesuatu yang Mengganjal di KPK

Written By Unknown on Sunday, April 7, 2013 | 5:59 PM





Pembocor Sprindik Anas: Ada Sesuatu yang Mengganjal di KPK





Minggu, 7 April 2013 | 17:39 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com -- Wiwin Suwandi, sekretaris ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, mengakui telah membocorkan sprindik KPK atas nama Anas Urbanginrum. Dia melakukan hal itu karena merasa kasus ini terkesan ada yang mengganjal.


"Saya menganggap kasus ini (Anas Urganingrum, red) lamban dituntaskan. Seolah-olah ada sesuatu," katanya saat diwawancarai eksklusif di Kompas TV, Minggu (7/4/2013).


Menurutnya, kasus dugaan korupsi proyek Hambalang yang diduga melibatkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat sudah lama diusut KPK, namun belum juga mengungkap keterlibatan Anas Urbaningrum. Dia merasa ada yang menghambat kasus tersebut.


"Saya perlu mengambil tindakan sendiri. Saya merasakan ada sesuatu yang mengganjal kasus ini... seperti ada yang salah," katanya.


Namun demikian, Wiwin mengaku masih mempercayai KPK bisa menyelesaikan kasus korupsi proyek Hambalang dan mengungkap keterlibatan Anas. Namun prosesnya agak telat.


Wiwin mengaku tidak ada yang menekan untuk membocorkan sprindik KPK atas nama Anas Urbaningrum. Semuanya dilakukan atas inisiatif sendiri. "Ketua KPK tidak tahu, tidak menyuruh atau mengarahkan. Ini inisiatif saya," tandasnya.



















5:59 PM | 0 komentar | Read More

Demi Karir, Nikita Willy-Diego Rela LDR


Jakarta - Belum genap sepekan menjalani proses khitan, pesepakbola naturalisasi Indonesia Diego "Muhammad" Michiels langsung merumput bersama klub barunya di Palembang, Sumatera Selatan. Diego pun harus rela meninggalkan kekasihnya artus Nikita Willy, dan menjalankan hubungan jarak jauh (LDR) demi kembali mengejar karir sepak bolanya yang sempat tertunda.


"Hari ini Diego pergi ke Palembang untuk bergabung ke klub barunya. Aku cuma antarkan sampai bandara saja," ujar Nikita saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tanggerang, Banten, Minggu (7/4).


Pada kesempatan itu, Nikita mengaku tak keberatan dengan kepergian Diego ke Palembang. "Itu bukan penghalang. Jadi kerja ya kerja saja. Karena kan Diego memang kerja di sana. Dan aku kerja di sini," tutur pemilik nama lengkap Nikita Purnama Willy itu.


Nikita mengungkapkan bahwa dirinya dan Diego telah sepakat untuk saling mengunjungi bila memiliki waktu luang. "Kalau aku bebas aku akan main ke sana. Kalau Diego lagi tidak berlatih, dia juga akan main ke Jakarta," ujarnya.


5:54 PM | 0 komentar | Read More

Raditya dan Aurum Juara SIDU Cup Putaran Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com - Raditya Darhaya dan Aurum Oktavia Winata, pelajar dari SMPN PKBM 08 dan SMP 51 Jakarta, menjuarai turnamen bulu tangkis Sinar Dunia (SIDU) Cup 2013 putaran Jakarta, Minggu (6/4/2013).




Dari kejuaraan seperti SIDU Cup ini, bibit-bibit pebulutangkis dunia akan lahir. Kita optimistis ke depan kita akan mendapatkan pemain bulu tangkis Indonesia yang membanggakan.


-- Gita Wirjawan




Keduanya mewakili kategori Tunggal Putra dan Tunggal Putri untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama. Penyerahan penghargaan terhadap para juara dilakukan oleh Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) Gita Wirjawan.


“Dari kejuaraan seperti SIDU Cup ini, bibit-bibit pebulutangkis dunia akan lahir. Kita optimistis ke depan kita akan mendapatkan pemain bulu tangkis Indonesia yang membanggakan,” kata Gita Wirjawan dalam sambutan penutupan turnamen SIDU Cup putaran pertama di GOR Bulu Tangkis di Jakarta.


Turnamen yang memperebutkan Piala Gita Wirjawan ini dimulai di Jakarta pada tanggal 2-6 April. Jakarta menjadi pembuka rangkaian seri SIDU CUP yang akan berlangsung di sembilan kota lainnya yakni, Bali, Solo, Pekanbaru, Bandung, Banjarmasin, Manado, Makassar, Palembang, dan Surabaya. Sementara grand final akan berlangsung di Jakarta pada bulan November 2013.


Sementara itu atlet bulutangkis Indonesia Ricky Soebagdja yang selalu mendampingi peserta SIDU Cup 2013 mengatakan penyelenggaraan SIDU Cup ini kembali menjadikan bulu tangkis sebagai olah raga favorit di kalangan pelajar sekolah dasar dan menengah.


“Melahirkan kader pemain nasional tidak bisa dilakukan satu dua bulan, tetapi butuh waktu bertahun-tahun. SIDU Cup menjadi ajang untuk melatih teknik dan mematangkan mental pemain. Dari sinilah nanti bibit-bibit pemain dunia akan didapatkan,” ujar Ricky yang sore hari itu didampingi oleh Rexy Mainaki.


Sebanyak 34 peserta dari berbagai kategori tersaring dari 1000 peserta yang berpartisipasi dalam kejuaraan kali ini. “Senang bisa menjuarai SIDU Cup di Jakarta. Setelah ini saya ingin masuk Pelatnas dan mudah-mudahan bisa menjadi juara dunia,” ujar Raditya Durhaya, yang menjadi juara satu untuk kategori Tunggal Putra SMP.


Turnamen ini diselanggarakan untuk pelajar tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dan telah menjadi agenda pertandingan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia(PBSI)
SIDU Cup diselenggarakan oleh salah satu pilar usaha Sinar Mas yang bergerak di bidang pulp & paper yaitu Asia Pulp & Paper (APP) dengan salah satu produk unggulannya, Sinar Dunia (Sidu).


Kegiatan ini sudah diselenggarakan sejak 2010 lalu. Tahun ini merupakan gelaran SIDU CUP keempat yang diselenggarakan. Penyelenggarakan SIDU Cup ini mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan lain seperti Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Komunitas Bulutangkis Indonesia.


Pada pembukaan turnamen 1 April lalu hadir pula Menteri Pemuda dan Olah raga Roy Suryo dan Menteri Pendidikan Nasional M. Nuh. Pembukaan SIDU Cup juga diawali dengan nandatanganan nota kesepahaman oleh APP melalui PT Cakrawala Mega Indah bersama dengan PBSI, dalam rangka meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia melalui penyelenggaraan kejuaraan bulutangkis SIDU CUP untuk tingkat SD dan SMP. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pemuda dan Olahraga.

“Melalui turnamen ini, kami ingin mendorong para pelajar SD dan SMP termotivasi untuk menjadi ‘Sang Juara’ sesuai tagline Buku Tulis Sinar Dunia (SIDU) yakni Buku Tulis Sang Juara,”, jelas Lina Lim Direktur Pemasaran PT. Cakrawala Mega Indah (CMI). “

Di Jakarta, kejuaraan digelar di GOR Asia Afrika Senayan dan akan diikuti sekitar 1.000 pelajar SD dan SLTP yang terbagi dalam 4 kelompok umur yakni (1) Kelas 1-2 SD, (2) Kelas 3-4 SD, (3) Kelas 5-6 SD dan (4) Seluruh Kelas SMP dan melibatkan 656 sekolah dengan perincian 450 SD sekolah dan SMP 206 sekolah.


Bekerja sama dengan Komunitas Bulutangkis Indonesia (KBI) yang terdiri dari mantan atlet kelas dunia, juga diadakan motivation session, coaching clinic, pelatihan kepada instruktur/pelatih bulutangkis baik secara teori maupun praktek agar pelatihan bulutangkis dapat berjalan dengan optimal.

Sejak diselenggarakan pada 2010, lalu SIDU CUP terus menunjukkan signifikansinya. Dari hanya satu kota penyelenggaraan menjadi sembilan pada 2012 dan sepuluh kota pada tahun ini. Jumlah dan pesertanya pun terus bertambah. Pada tahun 2010 hadiah disediakan sebesar Rp60 juta dan pada tahun ini menjadi total Rp 1 miliar. Sedangkan peserta dari 650 siswa pada tahun 2010 menjadi hampir 6000 pada tahun 2012 dan ditargetkan akan diikuti 10 ribu peserta pada tahun 2013. 












5:46 PM | 0 komentar | Read More

Lalu Lintas ke Arah Puncak Macet, Pengendara Balik Arah





Lalu Lintas ke Arah Puncak Macet, Pengendara Balik Arah





Penulis : Neli Triana | Minggu, 7 April 2013 | 15:54 WIB












BOGOR, KOMPAS.com - Wisatawan yang menuju Puncak, Bogor Minggu sore ini kecewa karena dihadapkan pada kemacetan tidak jelas ujung pangkalnya.




Pintu tol Ciawi menuju Puncak ditutup sejak sekitar pukul 14.00 sampai saat ini pukul 16.00 belum dibuka. Sementara dari arus lalu lintas dari Pasar Ciawi ke arah Puncak/Cisarua juga terhenti.




Pintu tol Ciawi menuju Puncak ditutup sejak sekitar pukul 14.00 sampai saat ini (pukul 16.00) belum dibuka. Sementara dari arus lalu lintas dari Pasar Ciawi ke arah Puncak/Cisarua juga terhenti.


Beberapa mobil yang mengikuti saran penduduk lokal untuk lewat jalan alternatif, justru lagi-lagi terjebak macet di ruas-ruas jalan kecil pedesaan. Jangankan fasilitas WC umum, untuk mencari makanan kecil pun susah.


Akhirnya, sebagian pengendara memilih memutar balik menuju Kota Bogor atau pulang ke Jakarta. 


















5:16 PM | 0 komentar | Read More

Faisal Basri: Presiden Lambat Urusi BBM Bersubsidi


JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom Faisal Basri menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lambat memutuskan rencana pengendalian soal bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sampai saat ini, pemerintah masih ragu untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.


Menurut Faisal, impor minyak dan gas (migas) ini telah menyebabkan neraca perdagangan Indonesia terus defisit. Alhasil, kondisi nilai tukar rupiah juga semakin terpengaruh dan terus melemah hingga saat ini.


Di sisi lain, anggaran subsidi energi baik untuk subsidi listrik dan BBM semakin membesar. Padahal, subsidi energi khususnya BBM bersubsidi ini sekitar 80 persen justru dinikmati oleh orang kaya.


"Saya sudah capek ngomong BBM bersubsidi. Dari dulu (Presiden) kajian melulu. Belum ada keputusan yang tepat soal BBM bersubsidi ini," kata Faisal saat kunjungan ke kantor Kompas di Jakarta, Jumat (5/4/2013).


Dengan neraca perdagangan dan neraca pembayaran yang sudah defisit ini, kata Faisal, sebenarnya pemerintah sudah diperingatkan bahwa ada kondisi waspada terhadap neraca keuangan negara.


"Kalau impornya sudah meninggi seperti ini, bahkan melebihi ekspornya, kita sudah mulai warning," ujarnya.


Kendati demikian, Faisal mencoba berpikir positif terhadap kondisi neraca perdagangan di dalam negeri selama ini. Meski impor lebih tinggi, kebanyakan memang didominasi oleh bahan mentah (raw material) sebesar 76,9 persen diikuti oleh barang modal (capital goods) sebesar 16,8 persen seperti impor pesawat yang melonjak akhir-akhir ini serta didukung oleh barang konsumsi yang mengontribusikan 6,3 persen.


Dengan neraca perdagangan seperti itu, Faisal optimistis bahwa kondisi ekspor di dalam negeri akan segera pulih dalam waktu dekat. Sebab, impor barang mentah dan barang modal ini memang dilakukan oleh mayoritas perusahaan eksportir yang nantinya juga akan berdampak positif pada perusahaannya.


"Setidaknya ekspor akan meningkat tidak lama lagi. Untuk bahan mentah, ekspor akan membaik setidaknya dalam enam bulan ke depan. Namun, untuk barang modal, itu akan lebih lama lagi," katanya.


Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia memang selalu defisit karena impor migas yang tinggi, meski sudah relatif terkendali akhir-akhir ini. "Biang keroknya memang impor migas. Padahal, minyak ini selalu dikonsumsi oleh orang-orang kaya. Duit subsidinya jadi habis untuk subsidi orang kaya," jelasnya.


Dengan demikian, Faisal meminta kepada pemerintah untuk segera menjelaskan keputusan soal pengendalian BBM bersubsidi ini secara cepat dan tepat. Jangan sampai pengambilan keputusan yang lambat ini justru menyebabkan masalah lain yang akan menimbulkan citra buruk pada kabinet era pemerintahannya.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri









5:14 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger