Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Strategi Keanekaragaman Hayati Direvisi

Written By Unknown on Wednesday, December 19, 2012 | 5:59 PM




Pengelolaan Lingkungan


Strategi Keanekaragaman Hayati Direvisi





Penulis : Ichwan Susanto | Rabu, 19 Desember 2012 | 17:51 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional berencana merevisi Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati 2003-2020. Oleh aktivis lingkungan, strategi ini dinilai sekadar dokumen yang tidak mampu mengerem laju kerusakan lingkungan yang merugikan kekayaan alam di Indonesia.


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menunjukkan salah satu target dalam Strategi Keanekaragaman Hayati adalah menghentikan pembuangan limbah ke laut pada tahun 2004. Namun kenyataannya, pembuangan limbah ke laut masih terus dilakukan.


Walhi mencontohkan, keputusan Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 2011 yang masih tetap memperpanjang pembuangan limbah tailing PT Newmont Nusa Tenggara Proyek Batu Hijau di Nusa Tenggara Barat. Batas jumlah tailing (limbah tambang emas) yang semula 160.000 metrik ton kering per hari, diubah menjadi 140.000 metrik ton kering per hari. Batas toksikologi tembaga (Cu) dari konsentrasi 2 ppm (part per million) menjadi 0,5 ppm.


Ditanya akan komitmen akan Strategi Keanekaragaman Hayati 2003-2020, Menteri PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) Amida S Alisjahbana, mengatakan, strategi ini akan direvisi. Diakuinya, strategi ini belum berjalan baik.


"Dokumen sudah baik, tapi belum mengatur pada tatanan implementasi," katanya kepada Kompas, usai peluncuran Rencana Aksi Daerah penurunan emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) di Jakarta, Rabu (19/12/2012).


Amida menjelaskan, saat ini Bappenas bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Riset dan Teknologi sedang membahas revisi itu. Ia memastikan strategi yang nantinya periodenya diubah menjadi 2013-2025, akan dituangkan model dan program-program implementatif.


"Ada periode lima tahunan dan jelas siapa bertanggungjawab apa," tutur Amida.


















5:59 PM | 0 komentar | Read More

Laporan Palsu Penembakan Justin Bieber dan Ashton Kutcher Terungkap


Justin Bieber. FOTO: EPA

Justin Bieber. FOTO: EPA




Pelaku sudah teridentifikasi, namun polisi enggan menyebutkan identitas pelaku karena masalah usia.

Seorang ditangkap karena dicurigai melakukan panggilan palsu kepada pihak berwajib tentang penembakan yang terjadi di kediaman Justin Bieber dan Asthon Kutcher telah tertembak di rumahnya, menurut laporan kepolisian Los Angeles, Selasa (18/12).



Polisi menjelaskan, jika tersangka diduga berada dibalik panggilan palsu tersebut. Akibatnya, puluhan tim tanggap darurat datang ke rumah Justin dan Kutcher, Oktober lalu. 



Kedua artis yang tengah naik daun tersebut, saat kejadian, dalam kondisi sehat di dalam rumahnya dan tidak terjadi suatu apapun. 



Panggilan palsu tersebut juga mengelabui tim SWAT yang segera datang ke lokasi. 



Pihak kepolisian sampai saat ini belum merilis nama dan jenis kelamin tersangka, karena masih di bawah umur. Tersangka ditangkap pada tanggal 10 Desember lalu. Ia tinggal di wilayah California bagian selatan. Kantor kejaksaan Los Angeles sedang mengkaji kasus tersebut apakah akan melakukan penuntutan. 



Dalam insiden tersebut, puluhan tim darurat mendatangi kediaman Kutcher di Hollywood, setelah menerima panggilan darurat, ada orang dengan bahan peledak dan senjata. Beberapa diantaranya, menurut laporan palsu tersebut, tertembak.



Tim unit reaksi cepat yang datang ke rumah Bieber di Los Angeles juga tertipu karena ketika sampai di lokasi, mereka tidak menemukan adanya senjata seperti yang dilaporkan. 



Artis Miley Cyrus juga pernah mengalami hal serupa, namun pihak kepolisian kasusnya tidak terkait dengan Bieber dan Kutcher. 



5:54 PM | 0 komentar | Read More

Gara-gara Iseng, Justin Bieber Dibenci di Filipina




Gara-gara Iseng, Justin Bieber Dibenci di Filipina





Rabu, 19 Desember 2012 | 16:46 WIB












MANILA, Kompas.com - Bintang pop, Justine Bieber memancing kemarahan di kalangan rakyat Filipina saat mengunduh foto yang "mengejek kekalahan KO Manny Pacquiao.

Pacquiao dipukul jatuh ronde keenam oleh Juan Manuel Marquez saat keduanya bertemu di MGM Grand Arena, Las Vegas, Sabtu (8/12) lalu.

Dalam postingannya, Bieber memperlihatkan foto Pacquiao yang mencium kanvas tengah ditangisi oleh tokoh animasi Simba dalam kartun "The Lion King." Ia menambahkan kutipan, Äyah, bangun..." ("Dad, wake up ") dalam foto tersebut. Persis Simba yang menangisi ayahnya, Mufasa yang tewas terinjak kawanan gnuk liar.

Para politisi Filipina meminta penyanyi asal Kanada tersebut untuk segera meminta maaf dengan alasan tindakannya itu merupakan penghinaan. Menurut para politisi ini, tindakan Bieber ini bukan hanya menghina pribadi Pacquiao namun juga seluruh bangsa Filipina.

"Tuan Bieber seharus menydarai bahwa Yang Mulia (Manny) Pacquiao meraih semua prestasi melalui kerja keras serta kepercayaannya yang kuat  terhadap Tuhan," kata para politisi tersebut. Mereka  juga mengancam akan memboikot Bieber bila menolak minta maaf.

"Jika ia menolak (meminta maaf) ia harus dinyatakan persona non grata dan tidak diijinkan masuk  negara ini kapan pun di masa mendatang."




"Jika ia menolak meminta maaf ia harus dinyatakan persona non grata dan tidak diijinkan masuk negara ini kapan pun di masa mendatang."









Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















5:46 PM | 0 komentar | Read More

Gunakan Ekstasi, Afriyani Divonis Empat Tahun





Gunakan Ekstasi, Afriyani Divonis Empat Tahun Penjara





Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Rabu, 19 Desember 2012 | 16:54 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Afriyani Susanti, penabrak maut di Tugu Tani, Jakarta Pusat, divonis selama empat tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Vonis pengadilan tersebut terkait dengan penggunaan narkotika jenis ekstasi di tempat hiburan malam Stadium, Jakarta Barat.

"Menyatakan dengan ini Afriyani Susanti secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah menggunakan narkotika jenis ekstasi untuk diri sendiri dengan pidana empat tahun penjara," kata Ketua Majelis Hakim Aswani di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (19/12/2012).

Ia mengatakan, Afriyani mendapatkan vonis empat tahun penjara karena tidak ada fakta yang meringankan dari tuntutan jaksa penuntut umum. Selain itu, dari hasil tes urine terdakwa menunjukkan terbukti mengandung narkotika.

Afriyani, kata hakim, dihukum dengan pengurangan jumlah tahanan saat ini. Majelis hakim memutuskan Afriyani terbukti melanggar Pasal 127 Ayat 1 huruf A tentang Penggunaan Narkoba.

Tuntutan jaksa yang juga menjerat Afriyani dengan Pasal 114 Ayat 1 juncto 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Pengedaran Narkotika dianggap hakim tidak terbukti. Dengan demikian, dia dinyatakan bebas dari tuntutan primer.


Menanggapi vonis hakim, tim kuasa hukum Afriyani berencana mengajukan banding. Keputusan ini dianggap tidak berpihak kepada terdakwa dan memberatkan terdakwa.

"Waktu seminggu ini akan kami pikirkan untuk mengajukan banding. Akan tetapi, ini masih rencana, karena yang memutuskan mau banding atau tidak, kan, tergantung terdakwanya," kata Efrizal, kuasa hukum Afriyani.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri















5:16 PM | 0 komentar | Read More

Garuda Gelar Pelatihan "Airlines Business"




Penerbangan


Garuda Gelar Pelatihan "Airlines Business"





Penulis : Haryo Damardono | Rabu, 19 Desember 2012 | 17:00 WIB













L Sastra Wijaya


Garuda Indonesia.







JAKARTA, KOMPAS.com - Garuda Indonesia, Rabu (19/12/2012) melantik 44 lulusan peserta program pelatihan profesi Airlines Business di Auditorium Garuda Indonesia Training Center (GITC), Duri Kosambi Jakarta.


Ke-44 lulusan merupakan peserta pelatihan profesi Airlines Business, yang berasal dari siswa-siswi lulusan SMA berprestasi dari keluarga kurang mampu dari 15 provinsi di Indonesia antara lain Jakarta, Tangerang, Surabaya, Medan, Denpasar, NTB, Ujung Pandang, Gorontalo, Kendari, Ternate, Kupang, Palu, Timika, Biak, dan Jayapura.  


"Ini bagian dari Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) Garuda bidang pendidikan, dan wujud komitmen dalam mencerdaskan generasi muda khususnya dari keluarga kurang mampu. Melalui program ini, mereka yang memiliki potensi tersebut dididik untuk siap kerja di industri penerbangan Indonesia, dengan standar layanan dunia penerbangan internasional," kata Direktur SDM & Umum PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Heriyanto Agung Putra, Rabu (19/12/2012) di Jakarta.


Program pelatihan profesi Airlines Business ini merupakan bentuk komitmen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dalam memfasilitasi potensi generasi muda berprestasi dalam industri penerbangan Indonesia.





















5:14 PM | 0 komentar | Read More

Wapres: Sipadan Menjadi Peringatan Bagi Kita

Written By Unknown on Tuesday, December 18, 2012 | 5:59 PM




Puncak Hari Nusantara


Wapres: Sipadan Menjadi Peringatan bagi Kita





Penulis : Riana Afifah | Senin, 17 Desember 2012 | 16:18 WIB













LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com — Meski berhasil diakui secara hukum bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan melalui United Nation Convention on Law Of the Sea (UNCLOS) 1982, perjuangan masih belum berakhir. Tantangan yang kini dihadapi oleh Indonesia adalah pengembangan potensi kelautan dan menjaga agar kekayaan laut yang ada tidak dicaplok negara lain.

Wakil Presiden Boediono mengatakan bahwa pengakuan terhadap Indonesia sebagai negara kepulauan melalui perjalanan panjang. Setelah 18 tahun berlalu, perjuangan tersebut masih belum selesai karena pengakuan saja secara hukum belum cukup. Pemerintah dan masyarakat harus bahu-membahu untuk membangun perangkat negara kepulauan itu.

"Kalau secara de jure, sudah jelas landasannya. Tapi secara de facto, kita masih memerlukan perangkat untuk mengangkat kelautan kita," kata Boediono, saat Puncak Hari Nusantara di Labuhan Haji, Nusa Tenggara Barat, Senin (17/12/2012).

"Karena itu, kita tidak bisa santai-santai saja. Kita harus menyelesaikan PR kita dan mengamankan posisi kita," imbuh Boediono.

Orang nomor dua di Tanah Air ini juga berusaha menyegarkan pikiran masyarakat kembali akan kasus perbatasan dan perebutan wilayah dengan negara tetangga yang berakhir pahit bagi Indonesia. Hal serupa juga dapat terjadi pada potensi kelautan Tanah Air jika tak benar dijaga.

"Jangan sampai ada celah. Posisi diplomatis kita mesti kuat. Kasus Sipadan harus menjadi peringatan bagi kita," ungkap Boediono.

Indonesia perlu mengambil sikap antisipatif dan preventif untuk melindungi perairan Indonesia yang memiliki luas sekitar 3,2 juta kilometer. Jika tidak demikian, maka kekayaan laut yang tersebar di tiap perairan akan diakuisisi oleh negara tetangga karena bangsa Indonesia sebagai pemilik justru abai.

"Kita harus bersikap antisipatif, kalau perlu preventif. Yang penting dari sekarang mulai melakukan peningkatan peralatan dan SDM," tandasnya.






Editor :


Caroline Damanik















5:59 PM | 0 komentar | Read More

Hengkang dari 'Mahadewi', Tata Janeeta Nyaman Bersolo Karir


Tata Janeeta, Mantan Personil 'Mahadewi' yang sekarang sibuk bersolo karir

Tata Janeeta, Mantan Personil 'Mahadewi' yang sekarang sibuk bersolo karir (sumber: Beritasatu/Yanuar Rahman)




Lebih enjoy dalam membagi waktu dan lebih santai.
 

Setelah hengkang dari Republik Cinta Manajemen, Tata Janeeta kini mengaku lebih nyaman dengan peran barunya sebagai penyanyi solo.

"Aku lebih enjoy karena bisa memilah waktu. Kalau dulu aku harus bagi sama teman-teman lain, enggak bisa egois. Sekarang tanggung jawabnya lebih ringan, lebih santai," katanya saat ditemui hari ini di peluncuran album Masterpiece Bebi Romeo di Restoran Birdcage, Jakarta Selatan.

Aksi perdana Tata sebagai penyanyi solo ditandai dengan keterlibatannya eks personil grup vokal Mahadewi itu dalam kolaborasi bersama Bebi Romeo.

Dalam album kompilasi ini, Tata membawakan lagu Bawalah Cintaku yang sebelumnya dipopulerkan oleh Afghan.

"Awalnya bingung. Namun, Mas Bebi berhasil memberi keyakinan bahwa aku bisa membawakan lagunya dengan baik," pungkasnya.

5:54 PM | 0 komentar | Read More

Jeremy Lin Benamkan Bekas Klubnya




Jeremy Lin Benamkan Bekas Klubnya





Selasa, 18 Desember 2012 | 13:27 WIB












NEW YORK, Kompas.com - Guard Houston Rockets Jeremy Lin menyumbang 22 poin dan delapan assists Senin ketika memenangkan Houston atas mantan klubnya,  New York Knicks 109-96, membuat bekas timnya itu mengalami kekalahan pertama di kandang musim ini.  
    
Lin mengejutkan dunia bola basket musim lalu ketika meninggalkan Knicks dan bergabung sebagai pemain bebas dengan Rockets.  
    
James Harden membuat angka tertinggi bagi timnya dengan 28 poin serta 10 "boards" untuk Rockets, yang mengakhiri tujuh kekalahan beruntun di Madison Square Garden.
    
Ini untuk kedua kalinya tahun ini bagi Rockets mengalahkan Knicks. New York tidak mampu membuat jarak pada laga melawan Houston, yang mengalahkan Knicks 54-29 pada kuarter kedua dan ketiga.  
    
Chris Copeland membuat angka terbaik dalam karirnya dengan sumbangan 29 poin untuk Knicks yang menjalani 12 laga tanpa kalah di kandang pada musim lalu.  
    
Copeland, yang kembali turun lapangan menggantikan Carmelo Anthony yang lagi cedera, mencetak semua angkanya pada paruh waktu kedua.   

Hasil NBA:
Toronto 103, Houston 96
Denver 122, Sacramento 97
L.A. Lakers 111, Philadelphia 98
Portland 95, New Orleans 94
Orlando 102, Minnesota 93
Houston 109, New York 96
L.A. Clippers 88, Detroit 76
Memphis 80, Chicago 71
Oklahoma City 107, San Antonio 93
Phoenix 101, Sacramento 90







Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















5:46 PM | 0 komentar | Read More

Gudang PT Armalindo di Muara Baru Terbakar


JAKARTA, KOMPAS.com —  Kebakaran terjadi pada gudang PT Armalindo di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, milik seorang pengusaha Sugito Wahid, Selasa (18/12/2012).


Kebakaran di gudang itu lebih didominasi oleh kepulan asap, dan diduga disebabkan oleh korsleting pada panel listrik di gudang itu. Sebelumnya, pada Selasa pagi, Indomaret di Jalan Pusdiklat Depnaker, Kampung Makassar, Jakarta Timur, juga terbakar dengan mengepulkan asap cukup banyak.


Lima unit mobil pemadam kebakaran diluncurkan ke gudang di kawasan Muara Baru itu. Namun, setelah diperiksa, kata Alwi, seorang petugas piket Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara  tak menemukan titik api, tetapi hanya menemukan kepulan asap dari panel listrik.


"Kebakaran di panel listrik itu bisa langsung ditangani. Kerugiannya ditaksir hanya sekitar Rp 1 juta berupa kerusakan pada panel listrik," kata Alwi.


Menurut pejabat fungsional Distribusi PLN Jakarta-Tangerang, Riza Indriawan, kepulan asap yang muncul dari panel listrik itu umumnya  disebabkan penggunaan kabel listrik yang standar. Dari beberapa kasus, itu biasanya disebabkan penggunaan kabel listrik yang tak sebanding dengan arus listrik yang mengalir.


"Biasanya yang dipakai itu kabel kecil, tetapi ampere-nya besar. Karena tak sebanding, kabel ini tak kuat dan memanas sehingga bisa jadi meleleh dan berasap," ujarnya.


Riza mengungkapkan sangat penting memerhatikan ukuran kabel yang akan digunakan dalam instalasi panel listrik. Pasalnya, kabel itu akan ditanam di dalam tembok bangunan sehingga tak mudah untuk mengawasinya.


Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran pada panel listrik,  warga sebaiknya menggunakan kabel standar PLN yang berlabel SPLN atau SNI.


"Ukuran kabel juga diperhatikan. Jangan sampai pakai ukuran kabel yang kecil, sementara ampere atau MCB-nya besar," katanya. Sementara itu, untuk pemeriksaan lebih lanjut, Indomaret di Jalan Pusdiklat Depnaker dikelilingi pita garis polisi.


Komisaris Didi Hariyadi dari Humas Polres Jakarta Timur mengatakan, tim Pusat Laboratorium Forensik Polda Metro Jaya akan memeriksa secara pasti penyebab kebakaran di toko waralaba tersebut. "Jadi toko itu belum bisa dioperasikan kembali," ucapnya.








Editor :


Tjahja Gunawan Diredja









5:16 PM | 0 komentar | Read More

Tak Ada Rehabilitasi untuk TKI Korban Kekerasan




Tenaga Kerja


Tak Ada Rehabilitasi untuk TKI Korban Kekerasan





Penulis : Regina Rukmorini | Selasa, 18 Desember 2012 | 16:40 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com- Selama ini, pemerintah sama sekali tidak memperhatikan, melaksanakan program rehabilitasi sosial untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kekerasan di luar negeri.


Hal ini membuat banyak TKI yang pulang akhirnya terus mengalami trauma, hingga bertahun-tahun setelah kejadian, bahkan hingga mereka akhirnya kembali bekerja dan berangkat ke luar negeri.


Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, mengatakan mengatasi trauma bukan hal yang mudah untuk dilakukan. "Ada TKI korban kekerasan di Malaysia tahun 2009, dan sampai saat ini dia belum berani berkomunikasi dengan orang asing karena mengalami depresi berat," ujarnya, dalam acara media briefing di Kantor Perwakilan ILO Jakarta, Selasa (18/12/2012).


Anis mengatakan, ada pula sekitar 300 TKI korban kekerasan yang belum pulih dari trauma, dan akhirnya tetap terpaksa kembali bekerja dalam kondisi depresi.






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja
















5:14 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger