Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Firdasari Lolos ke Perempat Final

Written By Unknown on Thursday, November 22, 2012 | 5:46 PM



Hongkong Terbuka Superseries


Firdasari Lolos ke Perempat Final





Kamis, 22 November 2012 | 17:08 WIB













JAKARTA, Kompas.com - Adriyanti Firdasari terus memelihara asa Indonesia menyabet gelar tunggal putri turnamen Hongkong Terbuka Superseries di Hongkong Coliseum. Firdasari lolos ke babak perempat final setelah menang 21-17, 21-19 atas pemain ulet Jepang, Eriko Hirose, Kamis (22/11/2012).

Saat ini Firdasari menjadi satu-satunya wakil andalan Indonesia di sektor tunggal putri turnamen berhadiah 350.000 dollar AS tersebut. Pasalnya, Belaetrix Manuputi yang juga tampil di babak kedua hari ini, tak berhasil melewati hadangan pemain China yang merupakan unggulan kedua, Li Xuerui. Di perempat final, Jumat (23/11), Firdasari akan bertemu pemenang antara unggulan ketiga dari India, Saina Nehwal, dengan pemain kualifikasi China, Wang Lin.

Dari sektor ganda campuran, pasangan Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati juga meraih tiket babak delapan besar. Unggulan keenam ini lolos setelah menang dua game langsung 21-15, 21-10 atas pasangan Denmark, Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl. Di perempat final, mereka menunggu pemenang antara unggulan keempat dari Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, dengan pasangan kakak-beradik dari Indonesia, Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth.


Sayang, langkah Fran/Shendy tak diikuti rekannya sesama pemain Pelatnas, Muhammad Rijal/Debby Susanto. Unggulan kelima ini menyerah 21-17, 24-26, 18-21 dari pasangan Korea Selatan, Yoo Yeon Seong/Jang Ye-na, yang di perempat final menghadapi unggulan ketiga dari Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.




Sumber :


tournamentsoftware





Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo















5:46 PM | 0 komentar | Read More

Ledakan Terdengar di Kebakaran Kramat Jati





Ledakan Terdengar di Kebakaran Kramat Jati





Penulis : Firly Anugrah Putri | Kamis, 22 November 2012 | 17:05 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang menjilat rumah warga di RW 05 RT 04, Kramat Jati, tepat di depan RS Polri. Sempat terdengar ledakan tiga kali saat pemadam beraksi.

Ledakan tersebut terdengar warga yang berupaya membantu pemadam mematikan api. Diduga, ledakan berasal dari tabung gas elpiji.

"Wah, itu ledakan pasti gas itu. PLN udah matiin listrik belum ya, kalo belum kacau ini," ujar seorang warga di lokasi kejadian, Kamis (22/11/2012).

Kebakaran yang bermula sekitar pukul 15.15 WIB itu pertama kali berasal dari rumah Bapak Sulino. Api yang tak kunjung padam malah semakin membesar dan merembet ke rumah tetangga sekitar. Delapan rumah diperkirakan dilahap si jago merah.

"Saya langsung perintahin semua warga keluar, jadi enggak ada korban jiwa," papar H Sutomo, Ketua RW 05 RT 04.

Pantauan Kompas.com, api membesar begitu cepat dengan bantuan angin kencang. Lokasi yang sempit membuat petugas pemadam kebakaran sulit menjangkau lokasi.

Dua Unit mobil pemadam kebakaran pun tampak masih menyemprotkan air ke lokasi kebakaran. Warga juga ikut membantu petugas memadamkan api yang berkobar.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri














5:16 PM | 0 komentar | Read More

Asing Masuk, IHSG Menguat 18 Poin


JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 18,65 poin atau sekitar 0,43 persen ke level 4.335,93, Kamis (22/11/2012). Kenaikan IHSG didukung kembali masuknya dana investor asing dengan catatan pembelian bersih senilai Rp 144,07 miliar.


IHSG dibuka melemah tipis, namun kemudian bergerak menguat. Pergerakan IHSG mengikuti gerak bursa saham regional Asia. Masuknya dana investor asing mengurangi tingkat anomali pergerakan IHSG selama beberapa perdagangan terakhir. Jumlah transaksi saham sebanyak 9,25 juta lot atau setara Rp 4,54 triliun.


Hampir seluruh sektor  pada hari ini mengalami kenaikan, kecuali sektor pertanian (0,11 persen), pertambangan (1,15 persen), dan aneka industri (0,82 persen). Tercatat sebanyak 141 saham menguat, 88 saham melemah, 110 saham tidak mengalami perubahan dan 127 saham tidak diperdagangkan sama sekali.


Mata uang rupiah terapresiasi ke level Rp 9.644 per dollar AS. Saham-saham yang menempati top gainers antara lain GGRM (6,58 persen), BMRI (1,18 persen), ASII (0,65 persen), INDF (3,60 persen), dan KLBF (3,03 persen). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers adalah BYAN(11,36 persen), SMGR (1,70 persen), BBRI(0,70 persen), EMTK (4,76 persen), dan INTP(1,34 persen).












5:14 PM | 0 komentar | Read More

Hak Menyatakan Pendapat Dinilai untuk Kemanusiaan

Written By Unknown on Wednesday, November 21, 2012 | 5:59 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan hak menyatakan pendapat (HMP) terkait kasus bail out Bank Century disebut untuk memberikan kepastian hukum bagi mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono. Pasalnya, Boediono yang kini menjabat wakil presiden terus disebut terlibat sejak hak angket Bank Century bergulir di Dewan Perwakilan Rakyat.


"Sudah sepatutnya DPR mengakhiri dengan HMP agar ada kepastian, apakah Boediono terlibat atau tidak. HMP penting dengan pertimbangan kemanusiaan," kata anggota Timwas Bank Century, Bambang Soesatyo, Rabu (21/11/2012) di Jakarta.


Bambang mengutip pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad bahwa Boediono ikut berperan dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) ke Bank Century pada 2008.


Sebelumnya, KPK bakal menjerat dua orang dari Bank Indonesia, yaitu BM selaku Deputi IV Bidang Pengelolaan Moneter Devisa BI saat itu dan SCF yang ketika itu menjabat Deputi IV Bidang Pengawasan. Keduanya dianggap melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.


Menurut Bambang, dengan pernyataan Abraham itu, penanganan proses hukum terhadap Boediono sudah selesai. Selanjutnya, kata politisi Partai Golkar itu, dilakukan langkah politik DPR dengan menggunakan HMP. Jika HMP disetujui, maka HMP akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi untuk diperiksa, diadili, diputuskan.


"Apakah Wapres benar melakukan pelanggaran? Jika MK sependapat dengan DPR, maka pengambilan keputusan impeachment di MPR. Sebaliknya, jika MK memutuskan tidak bersalah, yah selesai atau bebas," kata Bambang.


Anggota Timwas dari Fraksi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan mengatakan, DPR tak perlu menunggu proses hukum di KPK atau di pengadilan nantinya untuk menggunakan HMP. Hanya saja, KPK perlu memberikan pendapat resmi mengenai ada dan tidaknya keterlibatan Boediono dalam pidana korupsi Century.



"Saya pikir kalau KPK sudah nyatakan (terlibat), tidak perlu ada keraguan bagi DPR. Apalagi yang tangani KPK. Selama ini kan selalu terbukti," kata Trimedya.


Baca juga:
KPK: Jangankan Wapres, Presiden Pun Bisa Diperiksa
KPK Tepis Bersandiwara dalam Kasus Bank Century
Boediono: Kerusakan Bank Century Disebabkan Pengurusnya
DPR Jangan Hanya Tagih KPK
KPK Jadikan Boediono Kebal Hukum


Berita terkait perkembangan penanganan kasus Bank Century dapat diikuti dalam topik:
Apa Kabar Kasus Century?












5:59 PM | 0 komentar | Read More

JGTC, Kehangatan Festival Jazz Tertua di Indonesia Kembali Hadir


Logo Jazz Goes to Campus

Logo Jazz Goes to Campus (sumber: Istimewa)




“Freedom of Jazzpression” merepresentasikan revolusi dari musik Jazz seiring dengan perkembangan zaman.

Tahun ini gelaran Jazz Goes To Campus sudah memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-35. Selama itu pula, perkembangan dunia jazz selalu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan.

Jazz Goes To Campus merupakan festival jazz tertua di Indonesia dan diselenggarakan para mahasiswa yang mencintai musik jazz dan ingin membagi semangat musik yang nereka miliki.

Semangat tersebut akan dimunculkan dalam pagelaran yang akan dilangsungkan, 25 November mendatang.

Pada tahunnya yang ke 35 ini, value utama yang ingin diturunkan oleh The 35th Jazz Goes to Campus committee adalah passion. Passion yang dimaksudkan adalah perwujudan dari kecintaan panitia serta sense of belonging terhadap acara ini.

Idealisme merupakan core value The 35th Jazz Goes to Campus yang kedua. Sebagai sebuah acara mahasiswa, Jazz Goes to Campus merupakan acara yang kental akan idealisme mahasiwa sehingga tidak menonjolkan komersialitas layaknya acara-acara musik pada umumnya. Idealisme ini dapat tergambar melalui integritas mahasiswa dalam menjalankan acara ini, khususnya dalam mempertahankan musik Jazz.

Core values yang ketiga merupakan salah satu pilar utama Jazz Goes to Campus tahun ini, yaitu peningkatan kualitas. Sebagai sebuah event yang sudah berjalan selama 35 tahun, sustainability adalah salah satu hal utama mengingat persaingan acara yang sejenis dengan Jazz Goes to Campus semakin kompetitif. Realisasi rangkaian acara dari mulai opening and press conference sampai dengan festival akan tetap menjadi perhatian utama penyelenggaraan tahun ini dengan going concern terhadap seluruh stakeholder, baik sponsor, media partner, artis, vendor, termasuk BPH dan staf untuk melanjutkan serta melakukan peningkatan pada rangkaian acara Jazz Goes to Campus selanjutnya.

Freedom of Jazzpression
Tema tersebut menggambarkan kebebasan musik Jazz dalam berekspresi. Hal tersebut ditunjukkan dengan tampilan beberapa sub-genre dalam aksi para penampul.

Selain itu, “Freedom of Jazzpression” juga merepresentasikan revolusi dari musik Jazz seiring dengan perkembangan zaman. Para mahasiswa penyelenggara JGTC, dengan idealismenya, ingin menunjukan musik Jazz yang telah berasimilasi dengan musik modern sehingga tercipta sub-genre Jazz baru yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

"Kami ingin menciptakan konsep Jazz Goes To Campus dengan sepenuh hati dan pikiran yang dapat membawa kontribusi positif bagi dunia musik Indonesia," tulis rilis dari panitia yang diterima Beritasatu.com.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, The 35th Jazz Goes To Campus juga memiliki beberapa rangkaian acara yang akan mengawali hari-H festival. Rangkaian acara The 35th Jazz Goes To Campus akan dimulai dengan JGTC Opening & Press Conference yang dilaksanakan 17 Oktober lalu di Kampus FEUI Depok dengan tujuan mengentalkan nuansa "kampus & mahasiswa" sesuai dengan nama acara kami Jazz Goes To Campus.

Acara tersebut merupakan pembukaan secara simbolik untuk menandakan bahwa rangkaian acara dari The 35th Jazz Goes To Campus telah dimulai. Setelah itu, rangkaian acara yang mengiringi adalah JGTC Gathering & Charity Night yang mengundang alumni-alumni JGTC sebelumnya serta beberapa undangan dari ILUNI FEUI untuk penggalangan dana JGTC Scholarship pada tanggal 10 November 2012, keduanya merupakan rangkaian acara yang tergabung dalam JGTC Expression.

Masih merupakan bagian dari JGTC Expression, pada tahun ini diadakan kembali JGTC Children Workshop pada tanggal 6 November lalu bertempat di SSR studio yang digagas dengan tujuan menularkan serta mengenalkan lebih dalam musik Jazz kepada anak-anak khususnya mereka yang memang belajar bermain alat musik, dengan harapan dapat melahirkan musisi- musisi jazz masa depan dan meningkatkan awareness terhadap musik jazz sejak usia dini.

JGTC pun menjalin kerjasama dengan berbagai sekolah musik di wilayah DKI Jakarta untuk menjaring peserta dari workshop tersebut, dimana para peserta akan dibimbing oleh musisi Jazz senior yaitu Idang Rasyidi. Video dokumentasi hasil dari JGTC Children Workshop ini nantinya akan ditampilkan pula pada festival The 35th    Jazz Goes To Campus.

Selanjutnya, JGTC Roadshow tahun ini menyambangi dua kota di dalam dan luar Pulau Jawa serta bekerja sama dengan teman-teman mahasiswa dari universitas setempat.

Kota pertama adalah Malang dimana panitia JGTC akan bekerja sama dengan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya untuk menjalankan mini show tanggal 13 November 2012. Selain bergandengan dengan pihak Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, JGTC Roadshow Malang juga mengajak Komunitas Rompokbolong untuk ikut meramaikan dan berpartisipasi memeriahkan acara bersama Idang Rasyidi Syndicate.

Di tahun ini JGTC sengaja melebarkan sayap ke Pulau Bali untuk pertama kalinya, yakni dengan bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia. JGTC Roadshow Bali yang akan diadakan pada tanggal 16 november 2012 mengundang salah satu artis internasional di JGTC Festival, yaitu Orange Pekoe dan artis asal Bali, Dialog Dini Hari untuk memeriahkan acara.

Rangkaian acara lainnya dari The 35th Jazz Goes To Campus yang telah cukup populer dan cukup banyak melahirkan musisi-musisi jazz baru adalah JGTC Competition.

Dari tahun ke tahun, JGTC Competition telah berhasil menelurkan juara-juaranya yang telah diseleksi kualitasnya oleh para juri yang terdiri dari insan-insan jazz kawakan seperti yang ada pada tahun ini, yaitu Ireng Maulana, Gilang Ramadhan, dan Thomas Anggoro. JGTC Competition sendiri terdiri dari dua tahap, yaitu Qualification Round yang diadakan pada tanggal 3-4 November 2012 di Fountain Area - Grand Indonesia, dan Final Round pada tanggal 17 November 2012 di Piazza Area - Gandaria City.

Selain penampilan dari peserta JGTC Competition, JGTC turut dimeriahkan oleh penampilan dari IYR, Ari Pramundito, Four on the Floor, Syailendra Sextet feat Nilakandi. Segi edukatif dari JGTC pun ditunjukkan dengan diberikannya free jazz clinic bagi para partisipan JGTC Competition yang akan diisi oleh musisi-musisi jazz ternama, seperti Didiek SSS, Aksan Sjuman, Nikita Dompas, Julian Marantika, Indra Perkasa.

Perkembangan musik jazz di Indonesia tak akan sesukses sekarang ini tanpa dukungan dari berbagai pihak. Dukungan dari banyak insan jazz Indonesia tersebut juga dirasakan oleh Jazz Goes To Campus selama ini, oleh karena itu pada tahun 2007 diadakanlah JGTC Awards untuk pertama kalinya dalam rangka memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi para insan jazz tanah air yang telah berkontribusi dalam perkembangan JGTC pada khususnya dan perkembangan jazz di Indonesia pada umumnya.

Pada tahun ini pun, untuk kelima kalinya, JGTC Awards akan kembali memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi para insan Jazz yang terpilih ke dalam beberapa kategori, diantaranya Artist of the Year, New Comer, Most Prominent, Most Favourite Album, dan Most Dedicated. Proses penilaian dalam JGTC Awards pun tak perlu diragukan lagi karena komite jurinya digawangi oleh tokoh-tokoh Jazz terkemuka, seperti Chico Hendarto, Frans Sartono, Dion Momongan, dan Roullandi Siregar.

Untuk penganugerahan JGTC Awards pada tahun ini akan diberikan live on stage pada saat The 35th Jazz Goes To Campus festival.

Perjalanan panjang dari rangkaian acara The 35th Jazz Goes To Campus pun akan diakhiri dengan manis pada tanggal 25 November 2012. Pada hari Minggu tersebut, sekali lagi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok akan merasakan kemeriahan The 35th Jazz Goes To Campus Festival. Menampilkan musisi-musisi jazz dari dalam dan luar negeri seperti Orange Pekoe (Jepang), Martin Denev (Bulgaria), The Groove, BLP, Kunokini, Idang Rasyidi Syndicate, Tohpati Bertiga, Andi Wiriantono and Friends tribute Bubi Chen Project, Tulus, Bubu giri, Ligro, Ari Pramundito, Fariz RM, Indonesia Youth Regeneration, Benny Likumahua Jazz Connection, Funky Thumb ft Tompi & Simon, Indonesia Long Play Extended Project, BSO Band FEUI, dan JGTC Competition Winners.

Nuansa jazz yang unik akan kental terasa. Hal tersebut akan didukung dengan konsep festival baru yang diusung oleh The 35th Jazz Goes To Campus, yaitu tiga show area dan satu lounge dengan waktu penampilan yang tidak sepenuhnya simultan, yang memungkinkan para pengunjung untuk menikmati seluruh nuansa serta ambience musik jazz yang berbeda-beda.

Tidak hanya empat show area, The 35th Jazz Goes To Campus Festival juga akan menghadirkan Jazz Museum yang akan menceritakan perjalanan panjang sejarah musik jazz, jazz di Indonesia, dan tentunya Jazz Goes To Campus itu sendiri.

Selain itu, acara tersebut akan bertambah meriah melalui bazaar-bazaar yang menarik, video art yang apik, serta dekorasi yang artistik untuk menambah semarak aura festivalnya.

5:54 PM | 0 komentar | Read More

Giliran Taufik Hidayat Tersingkir


JAKARTA, Kompas.com - Satu per satu wakil Indonesia di sektor tunggal putra berguguran di turnamen Hongkong Terbuka Superseries. Setelah Sony Dwi Kuncoro dan Andre Kurniawan Tedjono, kini giliran Taufik Hidayat yang tersingkir di babak pertama turnamen berhadiah 350.000 dollar AS tersebut, Rabu (21/11/2012).

Dalam pertarungan ketat di Hongkong Coliseum berdurasi 1 jam 11 menit, Taufik kalah rubber game 21-19, 21-23, 16-21 dari pemain Jepang, Takuma Ueda. Ini membuat Ueda lolos ke babak kedua untuk bertemu rekan senegaranya, Kenichi Tago (unggulan 6), yang menang 21-18, 21-9 atas pemain Malaysia, Chong Wei Feng.

Dengan demikian, tersisa dua tunggal putra Indonesia yang belum bertanding di babak pertama, yaitu Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka. Tommy baru akan bermain melawan pemain tuan rumah, Wong Wing Ki, sedangkan Hayom bertemu pemain Malaysia, Daren Liew.

Hasil pertandingan lain di sektor ganda, dua wakil Indonesia lolos. Ganda campuran Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati melewati hadangan pemain India, Akshay Dewalkar/Pradnya Gadre, dengan kemenangan 21-18, 23-21. Selanjutnya, unggulan keenam ini bertemu pemenang antara Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) dengan pemain Shin Baek Choel/Eom Hye Won (Korea Selatan), untuk perebutkan tiket babak perempat final.

Artinya, empat ganda campuran Indonesia melewati rintangan di babak pertama. Sebelumnya, unggulan kelima Muhammad Rijal/Debby Susanto juga menang, begitu juga dengan Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth dan Riky Widianto/Puspita Richi Dili.

Ganda putra Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan, juga lolos ke babak kedua setelah menang 15-21, 21-16, 21-19 atas unggulan ketujuh dari Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata. Di babak kedua, mereka bertemu pasangan Malaysia, Hoon Thien How/Tan Wee Kiong.





Sumber :


tournamentsoftware





Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo









5:46 PM | 0 komentar | Read More

Terpidana Teroris Roki Telah Kabur dari Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri hingga saat ini belum berhasil menangkap terpidana kasus terorisme Roki Apris Dianto (29) yang melarikan diri dari rumah tahanan Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu. Kepolisian tidak mampu menemukan jejak Roki di Jakarta. Saat ini Roki diduga berada di daerah lain.


"Iya, Roki sudah kabur (dari Jakarta)," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012).


Menurut Boy, tim kepolisian sudah berpencar ke berbagai daerah untuk mencari Roki. Foto wajah Roki pun telah disebar. Namun, hingga kini tim belum dapat mengendus keberadaan pasti Roki.


"Tim kita sudah mencar terus," pungkasnya.


Sebelumnya, Roki dengan mudahnya melarikan diri dari rutan lantai 4 yang dijaga ketat sesuai standar operasi Densus 88 Antiteror Polri, Selasa (6/11/2012). Lantai empat tersebut memang khusus tahanan kasus terorisme. Selasa siang sekitar pukul 13.00, tercatat puluhan pembesuk ke lantai empat, namun tidak ada dari mereka yang menyatakan ingin menjenguk Roki. Roki pun sebelumnya diketahui tidak pernah dibesuk. Kebanyakan dari pembesuk saat itu adalah wanita berpakaian cadar warna hitam.


Tak lama berselang setelah jam besuk habis, Roki sudah menghilang dari balik jeruji besi itu. Roki diduga kuat mengelabui petugas dengan menyamar sebagai wanita bercadar. Roki dan kelompoknya terlibat aksi teror bom di beberapa tempat di Klaten, Jawa Tengah, pada November hingga Desember 2010. Kelompok Klaten tersebut telah melakukan berbagai aksi teror bom di sekitar wilayah Klaten, antara lain meledakkan bom rakitan di tiga pos polisi, dua gereja, dan sebuah masjid.


Hal itu dilakukan Roki dan kelompoknya untuk menyebar fitnah di masyarakat. Roki diringkus Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada 2011 di Sukoharjo, Jawa Tengah. Roki divonis enam tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Desember 2011. Ia telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 15 juncto Pasal 9 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.












5:16 PM | 0 komentar | Read More

Wapres: Pemuda Harus Lirik Ekonomi Kreatif


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono mengatakan, sudah waktunya generasi muda melirik ekonomi kreatif. Sebab, pengolahan kreatifitas sangat dekat dengan generasi muda. Hal itu, menjadi nilai tambah yang dimiliki generasi muda untuk mengembangkan bisnis tanah air.


"20 tahun mendatang, Indonesia memiliki peluang menciptakan dan mengerahkan SDM usia produktif dan kreatif untuk menjadikan Indonesia kekuatan ekonomi yang diperhitungan dunia. Potensi ini harus kita pahami dan yakini bersama dalam setiap rencana pengembangan ekonomi kreatif ke depan," kata Boediono dalam pembukaan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Rabu (21/11/2012).


Boediono menambahkan, usia muda adalah peluang bagi generasi penerus menentukan arah karirnya. Tugas pemerintah sebagai perumus kebijakan ekonomi kreatif, terangnya, untuk memfasilitasi, memotivasi, dan mengispirasi bahwa ekonomi kreatif adalah bidang bisnis di masa depan yang menjanjikan.


"Saya mengimbau seluruh unsur pemerintah, pebisnis, maupun kaum intelektual untuk aktif mendengar langsung, melihat langsung, berdiskusi langsung, tentang 15 subsektor ekonomi kreatif. Dari itu semua, pilihan-pilihan kebijakan ekonomi kreatif pemerintah makin terarah dan efektif," tambahnya.


Menurut Boediono, generasi muda hendaknya tidak melewatkan kesempatan yang ditawarkan PPKI. Sebab, dalam PPKI para pelaku kreatif terbaik Indonesia akan hadir untuk berbagi ilmu, keahlian, dan pengalaman yang dimiliki. Generasi muda, sebutnya, dapat belajar banyak dengan mengikuti rangkaian acara PPKI.


Acara Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012 mengusung tema "Yang muda Yang Berkreasi". Acara tersebut digelar di Epiwalk Epicentrum Kuningan, Jakarta. Acara, digelar dari tanggal 21 sampai 25 November 2012. Acara itu diramaikan 15 subsektor industri kreatif yaitu fashion; kriya; seni pertunjukan; musik; penerbitan dan percetakan; arsitektur; kuliner; periklanan; film, video, dan fotografi; permainan interaktif; televisi dan radio; riset dan pengembangan; seni rupa; desain; serta teknologi informasi.






Editor :


Erlangga Djumena









5:14 PM | 0 komentar | Read More

Fraksi PKS DPR Berkunjung ke Redaksi "Kompas"

Written By Unknown on Tuesday, November 20, 2012 | 5:59 PM





Fraksi PKS DPR Berkunjung ke Redaksi 'Kompas'





Penulis : R. Adhi Kusumaputra | Selasa, 20 November 2012 | 15:04 WIB











Foto:





JAKARTA, KOMPAS.com — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR pimpinan Hidayat Nur Wahid hari Selasa (20/11/2012) petang berkunjung ke kantor Redaksi Harian Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta.


Hidayat Nur Wahid yang datang bersama dua anggota DPR dari F-PKS itu diterima oleh Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Trias Kuncahyono dan Ninuk Mardiana Pambudy dan jajaran redaksi.


Hidayat Nur Wahid antara lain menegaskan akan menertibkan anggota DPR dari F-PKS yang melanggar tata tertib dan disiplin DPR. "Kami bukan malaikat," kata Hidayat.


















5:59 PM | 0 komentar | Read More

One Direction Hibur Ratu Elizabeth


Boyband Inggris, One Direction

Boyband Inggris, One Direction (sumber: AFP)




One Direction menyanyikan satu lagu hits mereka, Little Things.

Boyband One Direction dan Cheryl Cole bertemu dengan Ratu Elizabeth, Selasa (19/11) malam waktu setempat untuk memperingati 100 tahun acara kerajaan.

Salah satu personel One Direction, Harry Style berkicau jika dirinya tidak percaya dapat bertemu dengan sang ratu.

Sementara Cheryl mengungkapkan jika ia memiliki kesan tersendiri saat bertemu dengan nenek dari Pangeran Harry yang berusia 86 tahun tersebut.

"Rambutnya seperti permen 'candyfloss' dan sedikit menari-narikan kakinya," Cheryl.

Dalam kesempatan itu, One Direction menyanyikan satu lagu hits mereka, Little Things mengiringi pembawa acara David Williams beraksi dengan menggunakan busana seperti peri.

Ratu pertama kali datang ke acara/pertunjukkan kerajaan tahun 1952. Tahun ini acara tersebut bertepatan dengan ulangtahun pernikahan mereka yang ke 65 tahun. Keduanya menyaksikan penampilan Girls Aloud, Robbie Williams, Alicia Keys, opera Placide Dominique, Kyle Minogue, Rod Stewart, dan Neil Diamond.

Pemenang Britain Got Talent, Ashleigh dan para penarinya, dog Pudsey menyanyikan lagu-lagu tema James Bond secara medley.

Di akhir pertunjukkan yang berlangsung du London's Royal Albert Hall, semua penampil tampak berdiri di panggung saat lagu tema James Bond dinyanyikan.

5:54 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger