Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Istri Fernando Gago Pensiun dari Tenis Profesional

Written By Unknown on Tuesday, November 20, 2012 | 5:46 PM




Istri Fernando Gago Pensiun dari Tenis Profesional





Penulis : Ika Widya Mustika | Selasa, 20 November 2012 | 17:28 WIB













BUENOS AIRES, Kompas.com - Mantan petenis peringkat teratas di sektor ganda, Gisela Dulko, memutuskan untuk pensiun dari arena tenis profesional. Petenis Argentina ini menyelesaikan kariernya dengan meraih empat gelar tunggal dan 17 gelar ganda.

Petenis berusia 27 tahun ini mengatakan dalam sebuah pernyataan di website-nya, bahwa ia pensiun karena tidak memiliki permainan yang sama lagi. Selain itu, dirinya juga tidak bersedia melakukan "pengorbanan" untuk bersaing di ajang WTA.

Dulko menempati peringkat satu dunia di sektor ganda setelah meraih kesuksesan di WTA Championships pada tahun 2012. Waktu itu dia berpasangan dengan petenis Italia, Flavia Pennetta dari Italia. Mereka kemudian terpilih sebagai WTA doubles team of the Year pada tahun tersebut.

Dulko menikah dengan pemain sepak bola asal Argentina, Fernando Gago, tahun lalu di Buenos Aires. Sepanjang kariernya di dunia tenis, Dulko menghasilkan uang dengan total nilai 4,8 juta dollar AS.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo















5:46 PM | 0 komentar | Read More

John Kei Siap Dihukum, tapi Minta Rekannya Bebas





John Kei Siap Dihukum, tapi Minta Rekannya Bebas





Penulis : Lariza Oky Adisty | Selasa, 20 November 2012 | 16:58 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sidang lanjutan pembunuhan Direktur PT Sanex Steel Tan Harry Tantono alias Ayung, tokoh pemuda asal Maluku, John Refra Kei, menyatakan penyesalannya karena tidak bisa datang ke rumah duka setelah kematian Ayung, 26 Januari 2012.


"Saya dihubungi seorang teman yang menyarankan saya untuk jangan datang dulu karena kalau datang dikhawatirkan persoalannya jadi lain," kata John Kei dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Supradja di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (20/11/12).


Dalam keterangannya di persidangan, John Kei mengatakan bahwa dalam pertemuannya dengan Ayung di Swiss-Belhotel, Mangga Besar, terjadi karena Ayung meminta bantuannya mengurus masalah di pabriknya. "Tapi karena saya tidak mengerti, makanya saya undang Muchlis supaya Ayung bisa berkonsultasi," kata John Kei.


Muchlis Syahab pun mengeluarkan pernyataan senada. Ia mengatakan bahwa hari itu ia memang hendak bertemu John Kei untuk meminta dana pengurusan izin mendirikan bangunan yang tengah diselesaikannya. "Saat itu John meminta saya bertemu di Swiss-Belhotel. Katanya ada sahabatnya butuh bantuan," kata Muchlis.


Muchlis pun datang ke tempat tersebut dan bertemu Ayung. Ia mengatakan, pembicaraannya dengan Ayung hanya berlangsung singkat karena ia memerlukan data-data lengkap serta surat teguran yang, menurut Ayung, dilayangkan Pemda ke perusahaan milik Ayung.


Jelang penutupan sidang, John Kei melontarkan pernyataan mengejutkan. "Jika saya memang disalahkan atas kematian Ayung, saya siap dihukum. Tapi dua teman saya ini punya istri dan anak. Mereka ikut ke Swiss-Belhotel atas ajakan saya, jadi saya minta mereka dibebaskan," katanya sambil menunjuk ke arah Josep dan Muchlis.


Sidang akan dilanjutkan Selasa (4/12/12) dua pekan mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap ketiga tersangka.

















5:16 PM | 0 komentar | Read More

CPAM Incar Dana Kelolaan Rp 50 Miliar


KOMPAS.com - Dalam jangka waktu dua bulan ke depan, PT CIMB Principal Asset Management (CPAM) mengincar dana kelolaan Rp 50 miliar. Presiden Direktur CPAM Reita Farianti mengemukakan hal itu pada Selasa (20/11/2012) saat peluncuran reksadana indeks berbasis saham CIMB-Principal Index IDX30. "Resminya seminggu sejak hari ini diluncurkan," imbuh mantan Direktur Lippo Securities ini.


Reita mengatakan dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) perdana sebesar Rp 1.000, khalayak bisa memulai investasi dengan bermodalkan Rp 100.000. Investasi selanjutnya sebesar Rp 75.000. "Ini relatif terjangkau bagi semua kalangan," katanya.


Lebih lanjut, Reita menerangkan IDX30 merupakan kumpulan 30 saham terpilih dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setidaknya, ada empat kriteria bagi saham seperti itu untuk masuk dalam IDX30 yakni faktor likuiditas, kapitalisasi pasar, kinerja keuangan, dan prospek pertumbuhan. "Kami mengelola reksadana ini dengan manajemen secara pasif," tutur Reita.


Sebanyak 60 persen saham CPAM menjadi milik CIMB-Principal Asset Management Berhad asal Malaysia dan 40 persen milik Principal Financial Group.


5:14 PM | 0 komentar | Read More

Pegawai Dorong Pimpinan KPK Lebih Cepat Mengungkap Kasus

Written By Unknown on Monday, November 19, 2012 | 5:59 PM


JAKARTA, KOMPAS.com — Rupanya, janji-janji yang diungkapkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi soal penuntasan sejumlah kasus korupsi yang menyita perhatian publik seperti Hambalang dan Century membuat resah sejumlah pegawai di lembaga tersebut.


Para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ini mengakui, publik perlu mendorong agar atasan mereka bisa cepat mengungkap kasus-kasus korupsi besar tersebut.


"Memang pimpinan KPK perlu didorong bekerja lebih cepat menuntaskan kasus-kasus besar ini," kata salah seorang pegawai KPK kepada Kompas.


Menurut dia, janji-janji pimpinan KPK yang dipublikasikan lewat media bisa menjadi senjata makan tuan bila ternyata tak mampu memenuhi ekspektasi publik. Kasus besar yang sekarang ditangani KPK seperti Hambalang juga belum tuntas. Ketua KPK Abraham Samad sempat mengatakan akan ada tersangka baru.


Kapan ditetapkan tersangka baru kasus Hambalang, Abraham menyitir lagu yang dinyanyikan Krisdayanti, "Menghitung Hari". "Tinggal menghitung hari," kata Abraham. Belakangan Abraham mengoreksi bahwa menghitung hari itu bisa saja dalam setahun.


Sementara Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sempat mengatakan, Deddy Kusdinar, pejabat Kemenpora yang ditetapkan sebagai tersangka, hanya anak tangga pertama. Dia menjanjikan akan ada anak tangga berikutnya dalam kasus ini. Tetapi, peryantaan yang sudah berbilang bulan tersebut belum terealisasi hingga sekarang.


Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas sempat mengatakan, ada bukti dan petunjuk yang menyebutkan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus Hambalang.


Namun, sampai sekarang, publik tak pernah tahu, bukti dan petunjuk tersebut bisa menyeret atau tidak mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam tersebut menjadi tersangka baru kasus Hambalang. Janji-janji pimpinan KPK itulah yang ternyata membuat resah pegawai KPK. Mereka ingin agar janji atasannya tersebut segera dituntaskan.


Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho mengingatkan, pada periode ketiga kepemimpinan KPK kali ini akan segera berakhir masa kerja tahun pertama.


"Publik masih ingat janji KPK menuntaskan kasus Century dan Hambalang. Saat ini tinggal 40 hari lagi untuk genap satu tahun. KPK harus segera umumkan dua tersangka kasus tersebut agar publik tetap terus percaya. ICW mengingatkan janji KPK untuk menuntaskan kasus besar," kata Emerson. 












5:59 PM | 0 komentar | Read More

Tony Fernandes, Pengusaha Bertangan Dingin Mencari Karyawan


Tony Fernandes

Tony Fernandes (sumber: AXN)




Melalui program The Apprentice Asia.

Menyebut nama Tony Fernandes tidak pernah lepas dari kesuksesannya mengangkat AirAsia, dari maskapai penerbangan yang tinggal menunggu waktu gulung tikar, menjadi salah satu maskapai penerbangan populer dan mencapai break event point, hanya dalam tempo satu tahun sejak pengambilalihannya.

Tony Fernandes merupakan salah satu pendiri dan Executive Chairman kelompok usaha Tune Sdn. Bhd. Ia juga adalah Group Chief Executive Director AirAsia sejak Desember 2001.

Tony adalah lelaki kelahiran 30 April 1964 dan merupakan lulusan London School of Economics dengan gelar BSc di bidang akunting dan keuangan. la menjadi Associate Member dari Association of Chartered Certified Accountants tahun 1991 dan anggota Fellow Member tahun 1996. Tahun 2008 ia terdaftar sebagai Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW).

Sebelum sukses dengan Air Asia dan Tune Sdn. Bhd. ia bekerja sebagai Financial Controller di Virgin Communications London tahun 1987 hingga 1989, kemudian menjadi Senior Financial Analyst di Warner Music International London selama 10 tahun.

Prestasi dan pengalamannya tersebut membuat Tony diangkat menjadi Managing Director di Warner Music Malaysia. Ia tercatat menjadi Managing Director termuda karena masih berusia 26 tahun.

Tahun 1996 ia menjabat sebagai Regional Managing Director ASEAN kemudian menjadi Vice President ASEAN sejak 1999 hingga Juli 2001 di Warner Music kawawasan Asia Tenggara.

Keberhasilannya mengelola Tune Sdn. Bhd.  membuat usahanya berkembang. Selain Tune Air (Air Asia dan Air Asia X), usahanya merambah ke perhotelan, kartu ponsel prabayar, jasa keuangan, hiburan dan olah raga, termasuk membentuk Liga Bola Basket ASEAN dan tim balap Malaysia Caterham F1. Ia juga memproduksi minuman energi EQ8, serta menjadi pemegang saham mayoritas tim sepakbola Inggris Queens Park Rangers dan produsen mobil sports Inggris: Caterham Cars.

Diantara berbagai penghargaan yang diraihnya adalah "Recording Industry Person of the Year 1997" oleh Asosiasi Industri Rekaman Malaysia, "Malaysia CEO of the Year 2003" oleh American Express, "Emerging Entrepreneur of the Year – Malaysia 2003" oleh Business Times, "Airline Business Strategy Award 2005" and "Low Cost Leadership" oleh  Airline Business dan "Asia Pacific Aviation Executive" oleh Centre for Asia Pacific Aviation (CAPA) untuk tahun 2004 dan 2005.

Ia juga terpilih sebagai "Master Entrepreneur" dari Ernst & Young Entrepreneur Malaysia tahun 2006. Tahun 2007, Tony dianugerahi penghargaan "The Brand Laureate Brand Personality" atas kiprahnya yang luar biasa, dedikasi dan kontribusi terhadap industri penerbangan di Malaysia.

Tahun 2009, Dato' Sri Tony mendapat penghargaan "CAPA Legend Award" (Aviation Hall of Fame). Ia menjadi orang Malaysia dan Asia Tenggara pertama yang mendapatkan penghargaan prestisius “Asia Businessman of the Year, 2010” dari majalah Forbes.

Kini, Tony siap untuk menjadi host di The Apprentice Asia seperti Donald Trump di The Apprentice versi AS, sambil mencari sosok yang tepat untuk menjadi anak didiknya dan bekerja di salah satu perusahaannya dengan gaji 6 digit USD dan mengatakan: You're Hired!

AXN rencananya akan menayangkan The Apprentice Asia pada semester pertama tahun 2013.

5:54 PM | 0 komentar | Read More

DBL Selection Team 2012 Berlaga di Gold Coast


JAKARTA, KOMPAS.com - Liga basket pelajar Honda Development Basketball League (DBL), kembali mengirim sejumlah pelajar untuk bertanding ke luar negeri.

Setelah tim DBL Indonesia All-Star 2012 ke Seattle dikirim ke Amerika Serikat, kini DBL Indonesia Selection Team 2012 belajar dan bertanding di ajang Christmas on The Coast International Challenge Tournament, 20-23 Desember mendatang di Gold Coast, Queensland, Australia.

PT Deteksi Basket Lintas (DBL) hari Senin (19/11) ini merilis daftar 20 pemain (10 putra dan 10 putri) yang tergabung dalam DBL Indonesia Selection Team 2012.

Mereka dipilih dari hasil pantauan DBL Camp 2012 yang dilangsungkan di Surabaya, 1-5 Juli 2012. Ke-20 pemain itu akan didampingi tim pelatih SMA pilihan juga. Mereka adalah P. Abrizalt Hasiholan (SMAN 3 Jakarta) dan Alfian Rachmat Fathoni (SMAN 5 Surabaya) yang menangani tim putra.

Sementara tim putri dilatih Tri Hartanto (SMAN 3 Jakarta) dan Kristi Yuni Annisa (SMA Stella Maris Surabaya). Tim-tim tersebut juga akan diperkuat oleh empat pemain (dua putra dan putri) DBL Indonesia All-Star 2012 yang baru saja pulang dari Seattle.

Mereka adalah Hans Abraham (SMA PSKD 1 Jakarta) dan Rivaldo Tandra Pangesthio (SMA Santo Petrus Pontianak) di tim putra, serta Gabby Valencia Widajadi (SMA Stella Duce 1 Jogjakarta) dan Kadek Pratita Citta Dewi (SMAN 1 Denpasar) pada tim putri.

"Kami selalu mendapat sambutan hangat dalam tiga kali kesempatan ke Surabaya. Melalui turnamen ini, kami ingin membantu perkembangan basket di Indonesia. Turnamen ini kami harapkan akan mampu memperkuat hubungan baik dengan DBL Indonesia," tandas Allan Hilzinger, CEO Gold Coast City Regional Basketball Association, seperti dirilis PT DBL.

Menurut Komisaris DBL Azrul Ananda, ajang ini makin memperluas jangkauan PT DBL Indonesia di Australia.

"Kami sebelumnya sudah beberapa kali mengirimkan tim ke Perth, Australia Barat. Semoga para pemain dan pelatih kami mendapat pengalaman berharga selama di Gold Coast, dan bisa membawa sekaligus menularkan ilmu-ilmunya di Indonesia," kata Azrul.

Christmas on The Coast International Challenge Tournament akan diikuti oleh 12 tim (enam putra dan putri) dari berbagai negara.

Selain DBL Indonesia Selection Team 2012, tim yang mengirimkan wakil putra dan putri adalah tuan rumah Gold Coast U-18, North Brisbane U-18, serta Sunshine Coast U-18. Ketiganya berasal dari Australia.

Sedangkan Tim Nasional U-18 Malaysia hanya mengirimkan tim putra, begitu pula Geelong U-18 (Australia) yang hanya diwakili tim putri. Satu tim putra dan putri sisanya masih menunggu konfirmasi dari pihak panitia. Turnamen ini menggunakan format round robin.

Roster DBL Indonesia Selection Team 2012 (Putri)
1. Christie Apriyani Rumamby SMA Negeri 116 Jakarta
2. Sartika Dewi SMA St. Louis 1 Surabaya
3. Dita Aryani SMA Negeri 36 Jakarta
4. Desak Nyoman Kutha Ratna G.W. SMA Negeri 1 Denpasar
5. Svetlana Maharaniputri Y. SMA Negeri 70 Jakarta
6. Kania Puspita Dewi SMA Negeri 2 Bandung
7. Adella SMA Pahoa Tangerang
8. Rayinda Andrayani Putri C. SMA Negeri 8 Bekasi
9. Syelna SMA Santu Petrus Pontianak
10. Vonny Hantoro SMA St. Louis 1 Surabaya
11. Gabby Valencia WidajadiSMA Stella Duce 1 Jogjakarta
12. Kadek Pratita Citta DewiSMAN 1 Denpasar

Roster DBL Indonesia Selection Team 2012 (Putra)
1. Rafael Yogia SMA Santo Aloysius Bandung
2. I Kadek Alit Suarjana SMA Negeri 2 Denpasar
3. Shandy Kevin Stefanus SMA Bukit Sion Jakarta
4. Putu Quentin Mahayana P. SMA Santo Yoseph Denpasar
5. Gregorio Claudie Wibowo SMA Negeri 3 Sidoarjo
6. Taufik Ramadhan SMA Negeri 3 Jakarta
7. I Made Wira Satya DharmaSMA Negeri 1 Negara
8. Muhammad Sandy Ibrahim SMA 1 PSKD Jakarta
9. Marvanico Tjokrosoeharto SMA Kolese Santo Yusup Malang
10. Lintang Bawono AgungSMA Negeri 2 Solo
11. Rivaldo Tandra Pangesthio SMA Santo Petrus Pontianak
12. Hans AbrahamSMA 1 PSKD Jakarta












5:46 PM | 0 komentar | Read More

8.988 Jiwa di 34 RT Terimbas Rendaman Banjir di Bukit Duri


JAKARTA, KOMPAS.com - Luapan air Kali Ciliwung merendam permukiman warga di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Akibatnya, sekitar 8.988 jiwa terganggu aktivitas hariannya lantaran genangan air di rumah dan jalan-gang di sekitar kawasan tersebut.


"Secara keselurahan ada 34 RT yang terkena banjir di Bukit Duri, dengan jumlah 8.988 jiwa," kata Sekretaris Kelurahan Bukit Duri Kurnia Rita Trisyani, yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/11/2012).


Ke-34 RT tersebut terletak di tiga RW, masing-masing RW 10, 11, dan 12. Dalam peta banjir kelurahan,  kawasan yang kerap diliputi banjir mencakup RW 10 dengan 14 RT, terdiri atas 725 Kepala Keluarga (KK) atau 3.213 jiwa. Di RW 11 ada 12 RT, dengan 422 KK atau 3.933 jiwa, dan di RW 12 ada 8 RT, dengan 289 KK atau 1.842 jiwa.


"Kalau semalam saya cek memang baru di RT 11 dan 15 di RW 10. Yang di RW lainnya belum ada," kata Rita.


Dia menjelaskan, semua perlengkapan darurat dan bantuan sudah disiapkan. Namun, perlengkapan itu baru terpakai kalau ketinggian air naik hingga di atas dua meter. Demikian pula, pos-pos pengungsian, pihak kelurahan telah menyiapkan di empat RW yang paling rawan.


"Ada di RW 8, 10, 11, dan 12. Jumlahnya lebih dari 15 pos," kata Rita.


Hingga Senin siang warga masih sibuk mengeluarkan air dari dalam rumah maupun pekarangan. Beberapa warga yang tidak menjadi korban banjir ikut membantu menyerok air dari jalan-jalan umum di sekitar lokasi perumahan.


"Tahun ini kayaknya ini yang paling tinggi. Kemarin-kemarin sempat naik tapi enggak sampai sepaha orang dewasa," kata Hussein, warga RT 10 RW 10 Bukit Duri.


Berita terkait dapat diikuti di topik :


BANJIR 2012






Editor :


Hertanto Soebijoto









5:16 PM | 0 komentar | Read More

DPR Minta Keuangan dan Aset BP Migas Diaudit




DPR Minta Keuangan dan Aset BP Migas Diaudit





Penulis : Sandro Gatra | Senin, 19 November 2012 | 17:11 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat juga meminta agar dilakukan audit terhadap keuangan serta aset Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Audit diperlukan agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.


Hal itu disampaikan Ketua DPR Marzuki Alie ketika menyampaikan pidato pembukaan masa persidangan II tahun sidang 2012-2013 di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).


Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar dilakukan audit terhadap BP Migas setelah seluruh kegiatan BP Migas dilanjutkan oleh Kementerian ESDM dan di bawah kendali Menteri ESDM.


Langkah itu dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan BP Migas yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum sehingga harus dibubarkan.


Marzuki menambahkan, DPR juga harus segera menyelesaikan penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Migas. RUU itu menjadi salah satu prioritas DPR tahun 2010-2014 . "Dalam pembentukan RUU Migas, perlu dipikirkan lembaga yang akan mengurusi kegiatan migas," kata Marzuki.


Marzuki menambahkan, DPR berharap agar keputusan MK tidak menimbulkan gejolak ekonomi dan kekhawatiran di kalangan investor, terutama investor asing. DPR, kata dia, mengapresiasi sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang langsung memberi penjelasan kepada publik menyikapi keputusan MK.


"Pemerintah perlu mengambil tindakan cepat untuk memulihkan kegiatan kontraktor migas yang diselenggarakan sesuai dengan kontrak," pungkas politisi Partai Demokrat itu.


Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
BP Migas Dibubarkan


Baca juga:
Dahlan: Jangan Buat Pertamina Manja
Alasan Pembubaran BP Migas
Mengapa BP Migas Dibubarkan?
Kronologi Pergeseran Pengelolaan Sumber Daya Migas Indonesia
McKinsey: Lima Fakta Indonesia Bisa Jadi Negara Maju pada 2030




















5:14 PM | 0 komentar | Read More

Perketat Seleksi Calon Legislatif

Written By Unknown on Sunday, November 18, 2012 | 5:59 PM





Perketat Seleksi Calon Legislatif





Penulis : Sandro Gatra | Minggu, 18 November 2012 | 16:24 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Partai politik harus sangat selektif dalam proses seleksi calon legislatornya, khususnya yang bakal duduk di Dewan Perwakilan Rakyat pada pemilu 2014. Parpol harus mengambil pelajaran dari banyaknya anggota Dewan yang tersandung kasus korupsi.


"Rekrutmen anggota DPR adalah proses awal yang sangat penting," kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia Rully Akbar, saat jumpa pers di Kantor LSI di Jakarta, Minggu (18/11/2012).

Saat ini, parpol-parpol sudah membuka pendaftaran caleg untuk menghadapi pemilu 2014 .


Rully mengatakan, di sisa waktu jabatan, anggota Dewan perlu mengembalikan citra DPR dengan bekerja dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat. Saat ini, image negatif DPR sangat kuat seperti ladang korupsi dan pemerasan.


Selain itu, lanjut Rully, pemberian hukuman yang jelas dan tegas terhadap oknum anggota DPR yang melanggar aturan perlu dilakukan. Tak hanya oleh Badan Kehormatan DPR, pemberian hukuman itu juga harus dilakukan oleh parpol.


"Selama ini publik masih menilai penindakan kasus korupsi maupun moral belum dilakukan secara sungguh-sungguh dan terkesan membela pelaku," kata Rully.


Rekomendasi itu disampaikan LSI sebagai tindaklanjut dari hasil survei terakhir LSI yang digelar 12-15 November 2012 . Dari 1.200 responden, sebanyak 56,43 persen orang tidak ingin anaknya menjadi anggota Dewan di Pemilu 2014. Hanya 37,62 persen orangtua yang ingin anaknya duduk di parlemen.


Selain itu, sebanyak 69,55 persen responden mengaku tidak membanggakan menjadi anggota Dewan akibat berbagai faktor seperti kasus korupsi, amoral, maupun penyimpangan lain. Hanya 22,76 persen responden yang mengaku bangga.


"Ada peningkatan 25 persen publik dibanding survei tahun 2008 yang tidak ingin keturunan mereka jadi anggota DPR. Anggota Dewan tidak lagi jadi primadona orangtua," pungkas Rully.

Baca juga:
Survei: Orangtua Tak Mau Anaknya Jadi Anggota DPR
Jadi Anggota DPR Tak Lagi Membanggakan






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary














5:59 PM | 0 komentar | Read More

Kata Dua Ekonom Top, AS Menuju "Tubrukan Finansial"




Kata Dua Ekonom Top, AS Menuju "Tubrukan Finansial"





Minggu, 18 November 2012 | 16:41 WIB













SANTA MONICA, KOMPAS.com - Dua ekonom terkenal Amerika Serikat pesimis terhadap masa depan ekonomi negara adidaya tersebut. Mereka tak yakin para politisi di Washington mampu sepakat mengatasi tumpukan utang negeri tersebut.

Bukan hanya itu. Mantan Kepala Federal Deposit Insurance Corporation Sheila Bair dan ekonom Yale University Stephen Roach menyatakan, The Federal Reserve juga menciptakan, bencana gelembung finansial lewat kebijakan stimulus yang diberi nama quantitative easing.

Bair, yang mundur sebagai ketua FDCI pada Juli 2011 lalu, mengatakan, kebijakan The Fed yang memompakan uang dengan kebijakan bunga rendah sepanjang sejarah telah menciptakakan "induk gelembung surat utang."

Dia yakin, Amerika Serikat sedang menuju tubrukan keuangan seperti ketika pasar properti kolaps enam tahun lalu. Menurutnya, penyebabnya karena investor mencari imbal hasil yang tinggi dan berisiko.  Sementara Roach menyebutkan kebijakan The Fed ini sebagai bom waktu yang terus berdetak.

Asal tahu saja, defisit anggaran Amerika Serikat telah melampaui 1 triliun dollar AS dalam beberapa tahun terakhir. Sementara utang nasional telah mencapai lebih 16 triliun dollar AS.

Bair dan Roach mengaku percaya anggota Kongres akan mencapai titik temu pembahasan fiscal cliff dengan pemerintahan Obama. Namun, keduanya tidak yakin Washington bisa mereformasi fundamental ekonomi untuk mengatasi krisi utang Amerika Serikat dalam jangka panjang.  "Saya tidak optimis kita akan mendapatkan kesepakatan yang benar-benar mengatasi problem jangka panjang," kata Roach. (Edy Can/Kontan)





Sumber :


KONTAN



Editor :


Erlangga Djumena















5:14 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger