Saksi Cebongan Diharapkan Bersaksi di Tempat Terpisah

Written By Unknown on Tuesday, April 23, 2013 | 5:59 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Peradilan militer diharapkan bisa memenuhi keinginan saksi kasus pembunuhan empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta untuk tidak bersaksi langsung di ruang sidang. Mereka diharapkan bisa memberi keterangan di tempat terpisah seperti dengan menggunakan teknologi teleconference.


Harapan itu disampaikan aktivisi hak asasi manusia Todung Mulya Lubis, kriminolog Adrianus E Meliala, dan Kepala Lapas Cebongan Sukamto di Jakarta, Selasa (23/4/2013).


Sukamto mengatakan, ada 11 petugas Lapas dan 31 tahanan yang telah diperiksa, baik oleh Kepolisian maupun TNI. Para tahanan tersebut berada satu sel dengan empat tahanan yang ditembak mati. Hanya saja, kata dia, sampai saat ini belum ada agenda untuk bersaksi di persidangan.


Sukamto menjelaskan, awalnya kondisi psikologi mereka terguncang setelah melihat langsung pembunuhan. Belakangan, psikis mereka berangsur pulih. Hanya saja, katanya, tetap harus diperhatikan kondisi psikis mereka jika harus berhadapan kembali dengan para pelaku.


"Mereka was-was karena akan berhadapan dengan siapa. Apalagi lokasinya di peradilan militer, melihat saja belum pernah. Kita akan minta (bersaksi) dengan cara lain untuk menghindari hal itu," kata dia.


Todung mengatakan, suka atau tidak suka mereka harus menjadi saksi lantaran mengetahui peristiwa. Mereka memang dilindungi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban secara fisik. Namun, kata dia, tentu LPSK tidak bisa melindungi secara psikis.


"Pengalaman saya di negara lain, kesaksian dengan tidak hadir secara fisik dimungkinkan (teleconference). Mungkin juga dengan dipasang masker atau topeng walaupun itu belum tentu menjamin rasa aman. Mereka tidak mungkin bisa memberi kesaksian objektif kalau tidak mendapat rasa aman," kata Todung.


Seperti diberitakan, pihak TNI AD masih memproses 11 anggota Kopassus yang diduga terlibat pembunuhan empat tahanan. Pembunuhan itu disebut berlatarbelakang jiwa korsa yang kuat terkait pembunuhan Serka Santoso di Hugo's Cafe.


Empat orang yang disangka membunuh Santoso, yakni Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait. Tuduhan pembunuhan itu belum sempat dibuktikan kebenarannya di peradilan lantaran sudah dieksekusi mati.












Anda sedang membaca artikel tentang

Saksi Cebongan Diharapkan Bersaksi di Tempat Terpisah

Dengan url

http://blogerstour.blogspot.com/2013/04/saksi-cebongan-diharapkan-bersaksi-di.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Saksi Cebongan Diharapkan Bersaksi di Tempat Terpisah

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Saksi Cebongan Diharapkan Bersaksi di Tempat Terpisah

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger